WIN School: Perpaduan Arsitektur Bali Modern untuk Pendidikan Anak
Presented by Robby Tresna from Casa Studio, at ARCHINESIA “10X10=INFINITY” in Bali; Friday, October 17, 2025

[English text below] WIN School merupakan sekolah PAUD dan TK bertaraf internasional yang berlokasi di Denpasar, Bali. Keunikan utama institusi ini terletak pada arsitekturnya yang memadukan jiwa Bali dalam balutan desain yang modern. Sekolah ini tidak hanya unggul pada nilai estetikanya, tetapi juga pada penataan ruangnya yang secara sengaja diciptakan untuk mendukung pengalaman belajar yang bersifat reflektif sekaligus eksploratif.


Nilai-nilai lokal Bali diterjemahkan melalui tatanan kawasan yang berlandaskan filosofi ruang tradisional Catus Pata, di mana perempatan dianggap sebagai pusat kehidupan. Filosofi ini diterapkan pada zoning kawasan sekolah. Tata bangunan berpusat pada area playground yang berfungsi sebagai Alun-alun atau Ruang Terbuka Hijau. Keseimbangan makna spasial ini dihidupkan melalui susunan bangunan yang mengelilingi pusat tersebut: kantor berada di depan sebagai Puri (Istana), ruang kelas menempati sisi kanan dan kiri sebagai Wantilan (Ruang Terbuka Publik), sementara area belakang berfungsi sebagai Peken (Pasar) yang menampung hall dan kafetaria.
Dari tatanan kawasan, WIN School berevolusi menjadi sebuah pengalaman ruang. Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang tumbuh yang aman, sehat, dan dirancang untuk menghidupkan kembali akar budaya Bali. Pohon Bodhi, yang bagi masyarakat Bali disimbolkan sebagai perlindungan, hadir di tengah taman. Kehadirannya tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga secara fungsional membantu sirkulasi udara dan resapan air. Taman bermain sekolah memiliki konsep “ring” (melingkar) yang memungkinkan anak untuk bergerak bebas ke segala arah. Kebebasan anak untuk bereksplorasi juga dihadirkan di dalam bangunan, di mana furnitur yang digunakan bersifat fleksibel dan dapat diubah-ubah, dan tersedianya ramp turut memastikan aksesibilitas bagi semua.


Kearifan lokal Bali juga diterjemahkan melalui tampilan bangunan. Dinding bata merah berpadu dengan atap kayu menghadirkan karakter arsitektur Bali yang terinspirasi dari Bale Banjar. Di balik kisi-kisi kayu, terselip lantai dua yang tetap mudah dipantau dari bawah, menegaskan nilai keterbukaan dan rasa aman. Sifat keterbukaan ini juga hadir pada interiornya melalui penerapan dua pendekatan desain: canvas dan non-canvas. Ruang kelas dan ruang makan dirancang bernuansa putih dengan aksen kayu, memberikan ruang berekspresi seperti kanvas kosong yang siap diisi. Sementara itu, ruang publik seperti perpustakaan dan area bermain menggunakan pendekatan non-canvas yang dihiasi dengan karya seniman lokal untuk membangkitkan imajinasi dan rasa ingin tahu anak-anak. (afm)
WIN School: A Fusion of Modern and Balinese Architecture for Children’s Education

WIN School is an international-standard early childhood education (PAUD) and kindergarten (TK) located in Denpasar, Bali. The main uniqueness of this institution lies in its architecture, which successfully blends the Balinese spirit with a modern design aesthetic. The school’s excellence is not limited to its visual beauty; it is also reflected in the spatial planning, which is deliberately created to support both reflective and explorative learning experiences.


The local Balinese values are translated through a site arrangement based on the traditional spatial philosophy of Catus Pata, where the crossroad is regarded as the center of life. This philosophy is applied to the school’s zoning. The building layout is centered around the playground, which serves as the Alun-alun (town square or Green Open Space). This balance of spatial meaning is brought to life by the buildings encircling the center: the office is placed in the front as the Puri (Palace), classrooms occupy the right and left sides as the Wantilan (Public Open Hall), while the back area functions as the Peken (Market), accommodating the hall and cafeteria.
Moving from the site arrangement to the experience of space, WIN School evolves into more than just a place for learning; it is a safe, healthy environment designed to foster growth and reinvigorate the cultural roots of Bali. The Bodhi Tree, which symbolizes protection for the Balinese community, stands in the middle of the garden. Its presence is not only symbolic but also functionally assists in air circulation and water absorption. The playground features a “ring” concept, allowing children to move freely in all directions. This freedom to explore is also present inside the buildings, where the furniture is flexible and reconfigurable, and the provision of ramps ensures universal accessibility.


The Balinese local wisdom is also expressed through the building’s facade. Red brick walls combined with wooden roofs present a distinct Balinese architectural character inspired by the Bale Banjar (community hall). Behind the wooden screens, the second floor is discreetly located yet remains easily monitored from below, emphasizing the values of openness and safety. This openness is also evident in the interior through the application of two design approaches: canvas and non-canvas. The classrooms and dining hall are designed in a white palette with wooden accents, offering a space for expression like a blank canvas ready to be filled. In contrast, public areas such as the library and playing zones utilize the non-canvas approach, decorated with works by local artists to spark children’s imagination and curiosity. (uci)






Leave a Reply
Be the First to Comment!