Office 81

(Indonesian text below, English text provided by the architect) Tucked into a narrow alley near Bangkok’s Udomsuk BTS station, Office No.81 occupies a site that was once part of the city’s suburban residential fringe. With the arrival of elevated rail infrastructure, the neighborhood has rapidly transformed, becoming increasingly dotted with condominiums and mid-rise apartments that reflect its growing density. In response to this transformation, Office No.81 reimagines a 35-year-old residence and its adjoining warehouse as a flexible, contemporary home-office hybrid.


The existing structure resembled a three-storey twin shophouse, with two units sharing a central staircase—an arrangement that limited the spatial openness required for modern office use. To address this, the architects carried out a series of targeted interventions on the ground floor, removing and redesigning the staircase. By lowering the landing closer to ground level, they altered the rhythm of entry and softened the threshold between public and private spaces. This modest spatial intervention reshaped the perception of the building, transforming it from a private dwelling into an accessible workplace.
On the second floor, internal partitions were removed to create an open-plan layout, with only the essential service cores retained. Where the floor plates once separated the two units, a new bridge now connects them, serving both a functional purpose and as a symbolic gesture. Despite the budget constraints, these targeted modifications reconfigured the floor plan into a more flexible and collaborative space.
The third floor accommodates residential and recreational functions. A pantry and island counter support informal activities, while the need for privacy prompted a reconsideration of the façade. Standard 2-by-4-inch aluminum sections—economical and readily available—were arranged in a layered composition of vertical and horizontal elements, echoing traditional Thai latticework. The result is a screen that provides shade and privacy while establishing a distinctive identity for the building.


At the rear, the former warehouse was structurally preserved but carefully modified. The roof was lifted and rotated to redirect rainwater drainage toward the back of the lot. A new vertical circulation core, typically tucked into a corner, was brought forward and expressed as a perforated metal stair enclosure. Designed using a modular system, the enclosure also helps reduce material waste. This intervention transformed the warehouse from a utilitarian volume into a potential gallery or display space, adding value through spatial reinvention.
Office No.81 is more than a renovation; it is a typological recalibration. A transformation of domestic architecture into a responsive, contemporary workplace.
Office 81

Terletak di sebuah gang sempit dekat Stasiun BTS Udomsuk, Bangkok, Office No.81 menempati lahan yang sebelumnya merupakan bagian dari kawasan permukiman pinggiran kota. Kehadiran infrastruktur kereta layang telah mendorong perubahan pesat di lingkungan ini. Kawasan yang semula didominasi hunian kini dipenuhi kondominium dan apartemen bertingkat menengah, mencerminkan perkembangan kepadatan perkotaan. Merespons perubahan tersebut, Office No.81 mengolah kembali sebuah rumah tinggal berusia 35 tahun beserta gudang di sebelahnya menjadi ruang hibrida yang menggabungkan fungsi hunian dan kantor secara fleksibel dan kontemporer.


Bangunan eksisting memiliki karakter menyerupai dua unit ruko tiga lantai yang berbagi satu tangga di bagian tengah. Konfigurasi ini membatasi keterbukaan ruang yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas perkantoran masa kini. Untuk mengatasinya, arsitek melakukan intervensi pada lantai dasar dengan membongkar dan merancang ulang tangga. Dengan menurunkan posisi bordes agar lebih dekat dengan permukaan tanah, arsitek mengubah pengalaman memasuki bangunan sekaligus memperhalus batas antara ruang publik dan privat. Intervensi sederhana ini turut mengubah persepsi terhadap bangunan, dari hunian privat menjadi ruang kerja yang lebih terbuka dan mudah diakses.
Pada lantai dua, partisi-partisi interior dihilangkan untuk menciptakan tata ruang terbuka (open plan), dengan tetap mempertahankan elemen inti yang diperlukan untuk kebutuhan servis. Jika sebelumnya pelat lantai memisahkan kedua unit bangunan, kini sebuah jembatan baru menghubungkan keduanya. Elemen ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi gestur simbolis yang menyatukan kedua bagian bangunan. Meski dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, sejumlah perubahan terarah tersebut berhasil membentuk tata ruang yang lebih fleksibel dan mendukung kolaborasi.
Lantai tiga menampung fungsi hunian dan rekreasi. Sebuah pantry dan meja island disediakan untuk mendukung aktivitas informal. Sementara itu, kebutuhan akan privasi mendorong perancangan ulang fasad bangunan. Profil aluminium berukuran standar 2 x 4 inci dipilih karena ekonomis dan mudah diperoleh. Elemen-elemen tersebut disusun dalam komposisi berlapis dengan ritme vertikal dan horizontal yang mengadaptasi pola kisi-kisi tradisional Thailand. Hasilnya adalah sebuah elemen penyaring yang mampu memberikan keteduhan dan privasi sekaligus membentuk identitas visual yang khas bagi bangunan.


Di bagian belakang, struktur gudang lama tetap dipertahankan dengan sejumlah penyesuaian yang dilakukan secara cermat. Atap bangunan diangkat dan diputar untuk mengarahkan aliran air hujan menuju bagian belakang lahan. Sementara itu, inti sirkulasi vertikal yang umumnya ditempatkan di sudut bangunan justru dimajukan dan diekspresikan melalui selubung tangga berbahan logam berlubang (perforated metal). Selubung ini dirancang menggunakan sistem modular untuk meminimalkan limbah material. Intervensi tersebut mengubah gudang yang semula hanya berfungsi sebagai ruang utilitarian menjadi ruang potensial untuk galeri atau area pamer, sekaligus menghadirkan nilai tambah melalui pengolahan ulang ruang.
Office No.81 bukan sekadar proyek renovasi, melainkan sebuah upaya untuk mengkalibrasi ulang tipologi bangunan. Sebuah transformasi yang mengolah peninggalan arsitektur domestik menjadi ruang kerja kontemporer yang responsif terhadap kebutuhan masa kini.
Architecture Firm: College Design Studio
Design Principal(s): Sasicholwaree Sawatdisawanee
Design Team: Nitchapatt Ratanapol
Name of Project: Office 81
Location: Bangkok, Thailand
Owner: Est Property
Design Period: 2023–2024
Construction Period: 2024–2025
Site Area: 2,400 sqm.
Floor Area: 1,200 sqm.
Structure: Chittinat
M&E: Tanakorn Eaksongkiat
Lighting: Spice.Lighting, Prapavee Kunuchit
Photographer: Panoramic Studio
PRODUCT SOURCES
Paint: TOA
Facade Finishing: Frame Innovation
Windows: Frame Innovation







Leave a Reply
Be the First to Comment!