Baan Sai Khoo – ARCHINESIA
Widget Image

Baan Sai Khoo

[Indonesian text below] Baan Sai Khoo is a residence that places nature at the heart of its architectural design. Set on a 1.38-acre plot that has been in the family for 50 years, the house preserves two large banyan trees at the centre of the site. These trees became the starting point for the design and inspired the name Baan Sai Khoo, which translates to “Twin Banyan House.”

The house is arranged in an L-shaped layout, with a wooden deck wrapping around the two banyan trees. This configuration connects the interior spaces with the surrounding landscape. The layout also accommodates the family’s needs through a combination of private quarters, communal living areas, workspaces, and semi-outdoor spaces for various activities.

The shorter wing houses a private office, workshop, and semi-outdoor space for diving lessons. This area runs alongside a 25-metre-long swimming pool and has a separate entrance to maintain privacy. The longer wing serves as the main living area, featuring a double-height ceiling that creates a sense of openness while maintaining a visual connection to the office on the upper floor.

The dining area is separated from the open-air kitchen to accommodate their distinct functions. At the rear, a living space takes on the character of a glasshouse, with a transparent glass ceiling sheltered by an additional roof layer. This arrangement allows natural light to enter while reducing heat gain. An artistic feature wall adds a distinctive touch to the interior.

A separate house for the owners’ parents sits at the back of the property. Together, the two buildings form a U-shaped arrangement around a central courtyard. This layout provides the older generation with privacy while keeping the family close. The courtyard and garden are also designed to accommodate wheelchair access, supporting the mobility and comfort of the elderly residents.

Thermal comfort is another key consideration in the design. Connected openings, internal courtyards, and semi-outdoor spaces encourage natural ventilation throughout the house. Canopies extending nearly two metres provide shelter from rain and direct sunlight while allowing fresh air to circulate.

A swimming pool, gardens, and pathways for walking and cycling further integrate outdoor activities into daily life. Through its thoughtful layout and close connection to nature, Baan Sai Khoo creates a home that supports family life while preserving the natural character of the site.


 

Baan Sai Khoo

Baan Sai Khoo merupakan hunian yang menempatkan alam sebagai bagian utama dari rancangan arsitekturnya. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,38 acre yang telah dimiliki keluarga selama 50 tahun, rumah ini dirancang dengan mempertahankan dua pohon beringin besar di tengah tapak. Kedua pohon tersebut menjadi inspirasi utama desain sekaligus identitas rumah yang namanya berarti rumah dengan dua pohon beringin.

Massa bangunan disusun membentuk huruf L, dengan dek kayu yang mengelilingi kedua pohon beringin. Tata letak ini memungkinkan ruang-ruang di dalam rumah terhubung dengan lanskap sekitarnya. Bangunan dibagi berdasarkan kebutuhan penghuni, mencakup area privat, ruang keluarga, ruang kerja, serta ruang semi-terbuka untuk berbagai aktivitas.

Bagian pendek dari denah L menampung ruang kerja, bengkel, dan area semi-terbuka untuk kelas menyelam. Area ini bersebelahan dengan kolam renang sepanjang 25 meter dan memiliki akses tersendiri untuk menjaga privasi. Sementara itu, bagian bangunan yang memanjang menjadi pusat aktivitas keluarga, dengan ruang keluarga berplafon double-height yang menciptakan kesan lapang sekaligus hubungan visual dengan ruang kerja di lantai atas.

Ruang makan dipisahkan dari dapur terbuka untuk mendukung fungsi masing-masing area. Di bagian belakang, ruang keluarga dirancang menyerupai rumah kaca dengan langit-langit kaca transparan yang dilindungi lapisan atap tambahan. Desain ini memungkinkan cahaya alami masuk tanpa meningkatkan paparan panas secara berlebihan. Sentuhan artistik pada dinding interior turut memberikan karakter pada ruang.

Hunian ini juga dilengkapi bangunan terpisah bagi orang tua pemilik. Terletak di bagian belakang tapak, bangunan tersebut bersama massa utama membentuk konfigurasi U yang mengelilingi halaman tengah. Penataan ini memberikan privasi bagi orang tua sekaligus menjaga kedekatan antargenerasi. Halaman dan kebun yang dapat diakses menggunakan kursi roda turut mendukung kenyamanan penghuni lanjut usia.

Kenyamanan termal menjadi pertimbangan penting dalam desain Baan Sai Khoo. Bukaan yang saling terhubung, halaman dalam, dan ruang-ruang semi-terbuka mendukung sirkulasi udara alami. Kanopi yang membentang hingga hampir dua meter menaungi teras dan area bersantai, melindungi penghuni dari hujan serta paparan matahari langsung tanpa menghalangi aliran udara.

Kolam renang, taman, dan jalur berjalan kaki serta bersepeda melengkapi hunian ini sebagai ruang untuk beraktivitas. Melalui penataan massa dan keterhubungan dengan alam, Baan Sai Khoo menghadirkan lingkungan tinggal yang mendukung kehidupan keluarga.


 

Architecture Firm: Anonym
Design Principal(s): Phongphat Ueasangkhomset, Parnduangjai Roojawate


 

 

 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X