Articles – ARCHINESIA
Widget Image
HomeArticles

Articles

Rapat Kerja Nasional Ikatan Arsitek Indonesia 2021: Arsitektur, Kota, & Resiliensi Arsitek Membekali Diri dan Berkolaborasi untuk Membangun Kembali dengan Lebih Baik [Text provided by Ikatan Arsitektur Indonesia] Sejumlah wilayah di Indonesia berulang kali dilanda bencana. Dalam rentang waktu yang terbilang singkat gempa mengguncang Tasikmalaya, Yogyakarta, Aceh, NTB,

[English text below] Kesempatan untuk merancang sebuah proyek yang dimiliki sendiri adalah mimpi bagi banyak arsitek. Selain arsitek dapat dengan bebas menuangkan ide-ide mereka tanpa ada batasan dari luar, mereka juga dapat menunjukkan ciri khas desain mereka kepada orang banyak. Studio Popo Danes, dimiliki dan didesain

Kawoeng House [English text below] Rumah ini berusaha untuk menyeleraskan desain dengan iklim tropis yang panas namun agak kering di kota Surabaya, Jawa Timur. Untuk itu, ruang terbuka berupa courtyard yang diisi dengan kolam renang dirancang sebagai pusat jantung serta paru-paru rumah. Courtyard besar ini memungkinkan bangunan

The Maya Ubud [English text below] Perancangan Hotel Maya Ubud memanfaatkan kondisi alam yang berkontur. Terletak di atas punggung bukit yang panjang dan sempit, tapaknya berbentuk elips tipis yang diapit oleh dua sungai, Sungai Petanu dan Sungai Pakerisan. Hotel dibagi menjadi dua baris bungalow yang dipisahkan oleh

Biophilic Boarding House [English text below] Keputih merupakan daerah di Surabaya yang 40 persen tempat tinggalnya digunakan sebagai rumah kos. Namun, rumah kos ini cenderung tidak teratur, ramai, dan bahkan menimbulkan kerusakan lingkungan akibat pengolahan limbah yang tidak terkendali. Rumah Kos Biophilic oleh Andyrahman Architect dirancang

GMT Institute of Property Management [English text below] Proyek ini mencakup kelas-kelas dan ruangan kantor, termasuk sebuah kafetaria kecil, untuk sebuah Institut Manajemen Properti yang berlokasi di lahan yang terbatas. Lokasi lahan berada di sudut jalan sempit dan berhadapan dengan rel kereta api. Tampilan bangunan ini menjadi

Steel House [English text below] Rumah tinggal ini memiliki tampilan fasad yang tidak biasa. Kulit bangunan yang lazimnya ditutup dengan dinding rata nan cantik kali ini justru ditutup dengan lembaran baja. Material keras yang identik dengan kesan industrial ini sengaja dipilih sebagai material utama konstruksi bangunan

The Faceted Facade [English text below] Proyek yang berada di daerah Kemang, Jakarta selatan, ini dirancang sebagai sebuah galeri pribadi dan salon kecantikan dalam satu bangunan. Wilayah Kemang sendiri dikenal sebagai kawasan yang penuh dengan kafe, restoran, dan toko-toko artistik yang kesemuanya berusaha keras untuk menarik

The Distort House [English text below] Barang secondhand –terutama barang yang terkait dengan kebutuhan sehari-hari– dekat dengan keseharian sebagian masyarakat. Namun, kata ‘secondhand’ bisa diasosiasikan dengan sangat berbeda ketika kita terlibat dalam diskusi tentang arsitektur. Dalam arsitektur, kata ‘secondhand’ – yang akan diikuti secara otomatis dengan

The Bamboo Studio [English text below] Dalam perancangan arsitektur kontemporer saat ini, bahan universal seperti kaca, beton, baja, alumunium, dan stainless steel; sering digunakan. Pasokan material pabrikan yang agresif ini juga mengakibatkan para arsitek seakan lupa untuk menggali dan mengolah kembali material lokal dan tradisional. Tetapi para

Slide of Joy [English text below] Sebuah seluncuran yang ditempatkan pada rumah tinggal berlantai dua yang terletak di sebuah kompleks perumahan di wilayah Tangerang, menarik perhatian siapapun yang melewatinya. Rumah tersebut dihuni oleh anggota keluarga dari berbagai generasi dengan rentang usia dari 5 hingga 60 tahun.

PS-26 Office [English text below] Wahana Architects menggunakan material lokal berupa bata, metal, dan kayu pada PS-26 Office untuk menciptakan bangunan kantor dengan penampilan yang tidak seperti kantor pada umumnya. Hal ini juga sebagai respons pada permintaan klien yang menginginkan sebuah bangunan kantor dengan suasana seperti

Kandangan House [English text below] Rumah ini terletak di daerah pedesaan di Jawa Tengah. Iklim setempat yang masih rimbun dan asri dimanfaatkan dengan optimal oleh arsitek untuk membuat sebuah bangunan yang begitu kontekstual dengan alam sekitar. Dengan luas tapak yang luas, hanya sekitar 50% area lahan

Al-Irsyad Mosque [English text below] Hal pertama yang dapat menarik perhatian pada masjid ini ialah ketiadaan kubah, yang merupakan karakteristik klasik dari sebagian besar masjid. Namun ternyata kubah lebih memiliki kedekatan identitas dengan budaya Timur Tengah, daripada sebagai identitas religius umat Muslim. Artinya, kubah bukanlah merupakan

OHD Museum [English text below] Magelang terletak di provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini dikenal dengan banyaknya tempat wisata, yang paling menonjol adalah Candi Borobudur. Magelang juga menjadi rumah bagi pelukis, pematung, penari, musisi, seniman pertunjukan, dan kolektor seni. Seiring dengan meningkatnya kehadiran seniman Indonesia dan ketertarikan

Wungkal House [English text below] Arsitek yang menganut aliran modernisme dan berpegangan pada prinsip “form follows function” akan merancang berdasarkan fungsi dan kebutuhan manusia di dalamnya. Sementara beberapa arsitek lain menggunakan prinsip analogi sebagai sumber inspirasi. Di dalam proyek ini, arsitek bekerja dengan bertitik tolak dari desain

Mosaic of Bricks [English text below] Batu bata merupakan material yang tepat digunakan pada rancangan bangunan di negara beriklim tropis, khususnya pada desain hunian. Keunggulan tersebut berasal dari predikatnya sebagai konduktor panas yang buruk. Artinya, dibanding material lainnya, batu bata menyerap panas lebih lambat dan menahan

The Bale [English text below] The Bale mencerminkan kecenderungan lahirnya hotel-hotel butik jenis baru di Bali. Perancangan hotel ini tidak lagi memanfaatkan desain vernakular Bali, tetapi lebih memilih tampilan modern pada rancangannya. Berada di kawasan bukit batu kapur yang kering di Nusa Dua, The Bale memiliki pemandangan

ARCHINESIA Week is Coming Back! [Bahasa text below] ARCHINESIA Bookgazine is a biannual publication that focuses on the development of architecture in Southeast Asia. Through each issue, ARCHINESIA Bookgazine attempts to highlight the thoughts behind the inspirational architecture. Not only that, but this bookgazine also hoped to

background color : #CCCC
X