Verdure House – ARCHINESIA
Widget Image

Verdure House

[English text below] Verdure House menunjukkan bagaimana arsitektur dapat menjadi sebuah kerangka naratif—yang dibentuk melalui hubungan antar-ruang, pemilihan material, serta respons terhadap lingkungan. Berlokasi di sebuah jalan yang tenang dan rindang di Bandung, rumah ini dirancang sebagai hunian tropis kontemporer yang memaksimalkan tapak yang luas sekaligus merespons iklim sejuk dan lanskap hijau di sekitarnya. Alih-alih mengejar kesan monumental, desainnya lebih menekankan kenyamanan, fleksibilitas, serta interaksi keseharian antar penghuni lintas generasi.

Dirancang oleh Studio Avana, Verdure House tersusun atas dua massa bangunan yang terpisah. Pemisahan ini menjadi jawaban atas kebutuhan berbeda dari tiap generasi yang tinggal bersama, memungkinkan tingkat privasi dan aktivitas yang beragam tanpa memutus keterhubungan antar penghuni. Bukaan-bukaan yang ditempatkan secara cermat di antara kedua massa menciptakan relasi visual dan fisik, sekaligus menjadikan ruang transisi sebagai titik temu informal. Rumah ini memiliki tiga lantai—dua lantai di atas tanah dan satu basement—dengan pembagian fungsi yang jelas antara area publik, semi-publik, dan privat.

Basement difungsikan sebagai area rekreasi dan hiburan, sementara lantai-lantai di atasnya mewadahi aktivitas harian serta ruang-ruang privat. Proporsi ruang yang lega dan tata ruang yang fleksibel memungkinkan rumah ini mengakomodasi pertemuan keluarga besar dengan nyaman. Beragam fasilitas dihadirkan, mulai dari area hiburan, studio kerja kayu, garasi, empat kamar tidur, beberapa kamar mandi, pantry bergaya Jepang, area BBQ, hingga gym—seluruhnya terhubung melalui bukaan lebar yang memperkuat kesan terbuka dan berkesinambungan.

Material menjadi bahasa arsitektur yang penting dalam Verdure House. Batu alam, beton ekspos, dan kayu dipadukan untuk membangun dialog yang seimbang antara ekspresi industrial, nuansa arsitektur Jepang, dan pendekatan tropis modern. Material-material ini tidak semata hadir sebagai elemen estetis, tetapi juga berperan dalam menandai transisi ruang serta membentuk suasana di setiap zona.

Pada area eksterior, elemen kayu diaplikasikan pada gerbang, pintu masuk utama, pergola, secondary skin, hingga decking. Secondary skin tersebut berfungsi secara iklimatis sebagai penyaring cahaya matahari langsung yang dapat diatur, sekaligus mendukung penghawaan alami. Di dalam bangunan, dinding-dinding berlapis kayu menghadirkan kehangatan dan kenyamanan, terutama pada ruang tamu, ruang keluarga, dan kamar tidur, sehingga mempertegas karakter domestik hunian ini.

Strategi lingkungan diintegrasikan secara menyeluruh melalui penggunaan skylight, jendela-jendela besar, secondary skin, serta partisi terbuka yang mengoptimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Panel surya di atap mendukung efisiensi energi, sementara area taman dan beragam tanaman menempati sekitar 40% dari luas tapak—menegaskan identitas hunian ini sebagai Verdure House.


 

Verdure House

Verdure House demonstrates how architecture can become a narrative framework—one that is shaped by spatial relationships, material choices, and environmental responses. Located along a quiet, tree-lined street in Bandung, the house is conceived as a contemporary tropical dwelling that maximizes its generous plot while embracing the area’s cool climate and lush surroundings. Rather than prioritizing monumentality, the design focuses on comfort, adaptability, and everyday interactions among its multi-generational occupants.

Designed by Studio Avana, Verdure House is organized into two distinct building masses. This separation responds directly to the diverse needs of different generations living under one roof, allowing varying degrees of privacy and activity without isolating the occupants from one another. Carefully positioned openings between the two volumes create visual and physical connections, turning transitional spaces into informal meeting points. The house comprises three levels—two above ground and a basement—with each level programmed to support a clear hierarchy of public, semi-public, and private activities.

The basement is dedicated to leisure and entertainment, while the upper floors house daily living functions and private rooms. Generous room proportions and flexible layouts allow the house to host large family gatherings with ease. Facilities include an entertainment area, woodworking studio, garage, four bedrooms, multiple bathrooms, a Japanese-style pantry, BBQ area, and a gym—each interconnected through wide openings that reinforce continuity and openness throughout the house.

Materiality becomes a key architectural language in Verdure House. Natural stone, exposed concrete, and wood are combined to form a balanced dialogue between industrial expression, Japanese architectural sensibilities, and modern tropical design. These materials are not merely aesthetic choices; they articulate spatial transitions and define the atmosphere of each zone.

On the exterior, wooden elements appear at the gate, main entrance, pergola, secondary skin, and decking. The secondary skin serves a climatic function, acting as a controllable filter for direct sunlight while supporting natural ventilation. Inside, wood-clad walls enhance the sense of comfort in key spaces such as the living room, family room, and bedrooms, reinforcing the house’s domestic character.

Environmental strategies are seamlessly integrated into the design through skylights, large windows, secondary skins, and open partitions that enhance natural ventilation and daylight. Solar panels on the roof support energy efficiency, while landscaped gardens and diverse plantings cover around 40% of the site—reinforcing the house’s identity as Verdure House.

——

 

Architecture Firm: Studio Avana
Design Principal(s): Martin Pradipta, Ramos Saedi, Rayner Tulus

Name of Project: Verdure House
Location: Bandung, West Java
Design Period: 2021

Photographer: KIE Arch

—–

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X