DoRe Donuts & Coffee
[English text below, provided by the architect] Berlokasi strategis di tengah hiruk-pikuk Jakarta, DoRe hadir untuk menjangkau berbagai kalangan usia. Tempat ini dirancang untuk menarik beragam pengunjung—mulai dari mahasiswa hingga pekerja kantoran—dengan menghadirkan suasana yang hangat dan nyaman, di mana pengunjung bisa bersantai, bekerja, maupun menikmati pengalaman bersantap kasual. Karena bentuk bangunan yang memanjang, CNS membagi zona ruang secara vertikal agar area dapat dimaksimalkan tanpa menghilangkan kesan terbuka.
CNS mengusung pendekatan interior yang minimalis dengan meminimalkan penggunaan material finishing dan dekorasi, serta memanfaatkan elemen bangunan yang sudah ada. Alih-alih menggunakan anggaran untuk menciptakan ruang baru dari nol, CNS memilih menonjolkan keindahan alami dari dinding dan struktur atap yang sudah ada. Estetika kasar dari beton ekspos, balok kayu, dan bukaan jendela besar diangkat sebagai karakter utama bangunan. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga menghasilkan suasana yang unik dan otentik—perpaduan antara kenyamanan modern dan pesona rustic.
Sebuah bangunan tambahan dibangun di bagian depan untuk menegaskan kehadiran bangunan lama yang tetap dipertahankan dan diperbaiki tanpa mengubah karakternya. Bentuk atap pelana baru mengikuti garis atap lama, menciptakan fasad yang menarik dan membedakan diri dari bangunan modern di sekitarnya. Prinsip desainnya menggabungkan elemen lama dan baru agar saling melengkapi tanpa kehilangan identitas masing-masing. Tata ruang yang memanjang ini menciptakan kesan terbuka dan mengalir, sementara area-area fungsional dipisahkan dengan dinding dan jendela kaca agar tetap terasa terang dan hidup.


Dekorasi interior dikurasi dengan elemen-elemen rustic seperti pelat besi berkarat, koran lama, radio dan televisi vintage, serta peralatan makan enamel. Struktur atap dan rangka atas diperbaiki menggunakan papan kayu ekonomis, sementara balok beton ekspos menambah kontras sekaligus menyatu dengan elemen kayu. Dinding kiri dibiarkan mempertahankan tampilan asli dengan efek dinding bongkar yang dirapikan ringan dan cat tosca yang tampak pudar. Sementara itu, dinding kanan diperbaiki dengan kombinasi keramik subway putih beraksen hitam, bidang dinding bersih, dan beton ekspos yang menyatu dengan struktur kayu atap.

Lantai menggunakan tegel terrazzo handmade berwarna abu terang berukuran 20×20 cm, memberikan tekstur yang halus namun tetap nyaman dilihat. Sofa berwarna turquoise menambah aksen warna dan kenyamanan, dipadukan dengan meja bekas mesin jahit dan kursi kayu. Kursi turquoise yang digunakan pun dibiarkan tanpa cat ulang untuk mempertahankan kesan rustic yang otentik. Konter sepanjang 10 meter dengan top terrazzo putih dan etalase trapezium, menggunakan elemen kayu dan kaca yang selaras dengan keseluruhan konsep. Dinding dihiasi dengan berbagai karya seni dalam beragam bingkai dan gaya grafis, menciptakan nuansa santai yang artistik dan rustic, diperkuat oleh kehadiran pelat signage berkarat.
Secara keseluruhan, desain arsitektur ini berhasil merangkai kenyamanan modern dan karakter rustic secara seimbang, menghasilkan ruang yang ramah dan menyenangkan bagi para pengunjung.
DoRe Donuts & Coffee
[Text provided by the architect] Located in a strategic spot amidst the hustle and bustle of Jakarta, DoRe caters to a wide demographic with a diverse age range. It aims to attract various customers, from college students to office workers, by creating a cozy and inviting atmosphere where patrons can relax, work, and enjoy a casual dining experience. The elongated layout of the existing building led CNS to divide the space vertically, maximizing the area while maintaining an open-plan layout.
CNS took a minimal approach to the interior, reducing finishes and decoration costs by utilizing the existing building structure. Instead of using the budget to create a blank canvas, CNS chose to highlight the beauty of the original walls and roof. The design emphasizes the raw charm of exposed concrete, wooden beams, and large windows, leveraging the building’s inherent character. This approach not only reduces costs but also fosters a unique and authentic atmosphere that blends rustic charm with modern comfort.
A new building was added to the front of the existing structure to frame and celebrate the original building, which was maintained and improved without altering its character. Echoing the shape of the existing roof, a gabled façade was created—offering a distinct and engaging architectural identity that stands out among neighboring modern structures. The design combines old and new elements in a way that allows them to complement each other without losing their individuality. The elongated layout enhances spatial efficiency and openness, while necessary areas are partitioned with glass windows and walls to ensure a bright and airy environment with a lively ambiance.


The interior is curated with vintage and rustic items such as rusty steel signage, old newspapers, vintage radios and TVs, and enamel dinnerware. The roof structure and trusses were retouched using affordable wooden planks, while exposed concrete beams provide contrast and complement the wood. Wall treatments vary: the left wall retains a raw aesthetic with a lightly retouched demolished surface and patchy tosca-colored paint, while the right wall is repaired and finished with white subway tiles with black accents, clean plaster surfaces, and bare concrete adjacent to the wooden roof.

The flooring uses light grey handmade terrazzo tiles (20×20 cm), adding subtle texture to the open-plan space while remaining visually gentle. A turquoise sofa adds a pop of color and comfort, paired with repurposed sewing machine tables and wooden chairs. Pre-used turquoise chairs are left unpainted, enhancing the rustic authenticity. A 10-meter-long counter with a white terrazzo top and trapezium display case features wood and glass elements that tie into the overall design theme. The walls are adorned with various artworks—an eclectic mix of frames and graphic styles—that lend a relaxed, artistic vibe. Rusty signage plates further reinforce the rustic charm.
Altogether, this architectural design strikes a thoughtful balance between modern comfort and rustic character, resulting in a welcoming environment for all patrons.
Architecture Firm: CNS Designworks
Design Principal(s): Cipta Setia Wijaya
Design Team: Rosie Honggoputro, Stephany Indria Jaya
Name of Project: DoRe Donuts & Coffee
Location: Palmerah, West Jakarta
Design Period: 2023
Construction Period: 2023
Site Area: 198 sqm.
Floor Area: 156 sqm.
Interior Designer: CNS Designworks
Contractor: SBS
Structure: SBS
M&E: SBS
Lighting: EDGE Solutions
Photographer: Mario Wibowo
PRODUCT SOURCES
Flooring: Madana Tiles
Walls: Wisma Sehati
Paint: Dulux
Waterproofing: Dulux
Facade Finishing: Dulux
Sanitary: TOTO
Kitchen: GREE
Furniture: MM Galleri – Silestone
General Lighting: EDGE Solutions
LED Lighting: EDGE Solutions
Down Lighting: EDGE Solutions
Rugs: Farah Carpet









Leave a Reply
Be the First to Comment!