Rukama Mugi – ARCHINESIA
Widget Image

Rukama Mugi

Presented by Jiwangga Putra from Ruangan Asa  at ARCHINESIA “10×10=INFINITY” in Jakarta; Wednesday, August 12, 2026

[English text below] Di tengah kawasan permukiman padat di pesisir utara Jawa Tengah, Rukama Mugi hadir di atas lahan berukuran hanya 7,5 × 32 meter. Proyek ini tidak hanya menjawab kebutuhan kamar sewa, tetapi juga berupaya menghadirkan hunian yang layak dan nyaman di tengah perubahan lingkungan yang terus berlangsung.

Tapak berada di kawasan dengan bangunan lama yang sudah tidak lagi memadai, sekaligus menghadapi persoalan khas kawasan pesisir seperti banjir rob, kenaikan muka air laut, dan sistem drainase kota yang belum sepenuhnya mampu mengantisipasi hal tersebut. Kondisi tersebut menjadikan banjir sebagai salah satu pertimbangan utama sejak awal perancangan. Pembongkaran bangunan lama kemudian menjadi kesempatan untuk menyusun kembali hubungan antara bangunan, tapak, dan lingkungan.

Lantai dasar dibuat lebih terbuka dan ditempatkan sebagai ruang komunal yang terdiri dari area parkir, ruang bersama, musala, dan taman. Sementara itu, area hunian dinaikkan ke level yang lebih aman. Rukama Mugi juga dibagi menjadi dua zona utama, yaitu hunian pemilik dan area kos, yang disusun dalam massa berlapis dan berongga untuk menghadirkan cahaya, udara, serta jeda visual dan psikologis bagi penghuni.

Modul kamar berukuran sekitar 2,65 × 4 meter dipilih untuk menyeimbangkan efisiensi bangunan dengan kualitas hunian. Salah satu sisi bangunan tidak dibuat berhimpitan sepenuhnya dengan bangunan tetangga agar setiap kamar dapat memperoleh bukaan dari dua sisi. Strategi ini memungkinkan kamar yang relatif kompak tetap mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami yang baik, sekaligus meminimalkan sudut gelap dan area tersembunyi yang dapat menimbulkan rasa tidak aman.

Taman kemudian disisipkan di antara massa bangunan untuk memasukkan cahaya dan udara sekaligus menciptakan suasana yang lebih tenang. Dalam hunian bersama, ruang terbuka ini tidak hanya menjadi elemen pelengkap, tetapi juga turut membentuk kualitas kehidupan penghuni.

Pada akhirnya, berbagai keputusan dalam Rukama Mugi berangkat dari upaya menghadirkan ruang tinggal yang tetap layak di tengah keterbatasan lahan dan kondisi lingkungan yang menantang. Seperti namanya, Rukama Mugi—Ruka yang berarti ruang atau kamar, dan Mugi yang berarti harapan dalam bahasa Jawa—merepresentasikan harapan untuk menghadirkan hunian yang mampu beradaptasi dengan kondisi sekaligus memberikan kualitas hidup yang baik bagi penghuninya. (rvx)


 

Rukama Mugi

Amid the dense residential fabric of Indonesia’s north-central coast, Rukama Mugi occupies a site measuring only 7.5 × 32 meters. The project not only responds to the need for rental rooms but also seeks to provide a decent and comfortable living environment within a neighborhood shaped by continuous change.

The site is surrounded by aging buildings that are no longer adequate, while also facing challenges typical of coastal areas, including tidal flooding, rising sea levels, and an urban drainage system that is not yet fully equipped to anticipate these conditions. As a result, flooding became one of the key considerations from the outset of the design process. The demolition of the existing building was then seen as an opportunity to reconsider the relationship between the building, the site, and its surroundings.

The ground floor is designed as a more open communal space comprising parking areas, a shared space, a prayer room, and a garden. The residential areas are raised to a safer level above. Rukama Mugi is also divided into two main zones: the owner’s residence and the rental area. These are arranged as layered, porous masses that allow natural light and air to enter while providing moments of visual and psychological relief for the occupants.

A room module measuring approximately 2.65 × 4 meters was chosen to balance building efficiency with residential quality. One side of the building is deliberately kept from fully abutting the neighboring structure, allowing each room to receive openings from two sides. This strategy enables the relatively compact rooms to maintain good natural lighting and ventilation while minimizing dark corners and concealed areas that could create a sense of insecurity.

Gardens are inserted between the building masses to bring in light and air while creating a calmer atmosphere. In a shared residential environment, these open spaces are not merely complementary elements but also contribute to shaping the quality of everyday life for the occupants.

Ultimately, the various design decisions at Rukama Mugi stem from an effort to create a dignified living environment despite the limitations of the site and its challenging surroundings. As its name suggests, Rukama Mugi—Ruka, meaning space or room, and Mugi, meaning hope in Javanese—represents the hope of creating a dwelling that can adapt to its circumstances while providing a good quality of life for its occupants.


 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X