Apotek Sejati 24 – ARCHINESIA
Widget Image

Apotek Sejati 24

Presented by Lie Chien Ta from Samasta Studio at ARCHINESIA “10×10=INFINITY” in Jakarta; Wednesday, August 12, 2026

[English text below] Apotek Sehat 24 berada di kawasan Tapal Kuda, Bondowoso. Proyek ini merupakan renovasi sebuah bangunan toko berukuran sekitar 9 × 17 meter yang sebelumnya telah digunakan sebagai apotek.

Selain mempertahankan fungsi apotek dan farmasi, pemilik ingin menambahkan ruang dokter dan ruang konsultasi dalam luasan bangunan yang sama. Tantangannya kemudian adalah mengatur kebutuhan publik, semi-publik, hingga privat dalam sebuah bangunan komersial yang relatif kecil.

Sumbu 120 derajat kemudian digunakan sebagai benang merah untuk mengatur pembagian ruang. Garis ini membentuk zonasi yang secara bertahap mengarahkan pengguna dari area paling terbuka menuju ruang yang lebih privat. Organisasi tersebut diteruskan ke interior melalui pengolahan plafon dan elemen ruang lainnya, sehingga sumbu tidak hanya terbaca dalam denah, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman ruang.

Warna hijau yang telah hadir pada bangunan eksisting kemudian dipertahankan sebagai bagian dari identitas interior. Warna tersebut sekaligus menghubungkan ruang baru dengan fungsi apotek dan karakter bangunan sebelumnya. Dengan demikian, intervensi pada interior tidak sepenuhnya menghapus kondisi lama, tetapi mengolahnya kembali menjadi bagian dari identitas baru.

Pendekatan yang sama kemudian diteruskan ke fasad. Sebagai bangunan komersial, fasad tidak hanya berfungsi sebagai wajah, tetapi juga sebagai perangkat untuk mengundang orang masuk. Ritme celah-celah vertikal memberikan karakter baru tanpa sepenuhnya menghilangkan kondisi eksisting, sementara penggunaan kaca pada lantai pertama menghadirkan transparansi sekaligus daya tarik visual bagi orang yang melintas.

Atap pelana eksisting tetap dipertahankan sebagai dasar, lalu diolah melalui sebuah bidang tambahan yang mempertegas bentuk bangunan. Putih digunakan sebagai warna utama selubung untuk menjaga tampilan tetap sederhana di tengah lingkungan yang didominasi bangunan-bangunan sederhana, sementara aksen hijau menghubungkan tampilan baru dengan identitas apotek.

Renovasi ini menunjukkan bahwa pembaruan sebuah bangunan tidak selalu harus menghapus apa yang telah ada. Intervensi dilakukan dengan membaca kondisi eksisting, mempertahankan elemen yang masih relevan, lalu memperbaikinya melalui organisasi ruang, pengolahan interior, fasad, dan warna. (rvx)


 

Apotek Sejati 24

Apotek Sejati 24 is located in the Tapal Kuda region of Bondowoso. The project involved the renovation of an approximately 9 × 17-meter commercial building that had previously been used as a pharmacy.

While retaining its existing pharmacy and pharmaceutical functions, the owner sought to introduce a doctor’s room and consultation rooms within the same building footprint. The challenge was therefore to accommodate public, semi-public, and private needs within a relatively compact commercial building.

A 120-degree axis was then introduced as the guiding thread for organizing the spaces. This line establishes a zoning sequence that gradually guides users from the most open areas toward more private spaces. The organization is carried through into the interior through the treatment of the ceiling and other spatial elements, allowing the axis to be experienced not only in plan but also as part of the spatial experience.

The existing green color of the building was retained as part of the interior identity. At the same time, it connects the newly introduced spaces with the pharmacy’s function and the character of the previous building. Rather than completely erasing the existing conditions, the interior intervention reinterprets them as part of a renewed identity.

The same approach extends to the façade. As a commercial building, the façade functions not only as its face but also as a device for inviting people inside. A rhythm of vertical openings introduces a new character without completely eliminating the existing condition, while the use of glass on the first floor creates transparency and visual appeal for people passing by.

The existing gable roof was retained as the foundation, then refined through the addition of a new plane that reinforces the building’s form. White was chosen as the primary color of the envelope to maintain a simple appearance within an environment dominated by modest buildings, while green accents connect the new façade with the pharmacy’s existing identity.

This renovation demonstrates that renewing a building does not always require erasing what already exists. The intervention begins by reading the existing conditions, retaining elements that remain relevant, and then transforming them through spatial organization, interior treatment, façade design, and color.


 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X