Road to ICAD 16 Dibuka Lewat Pameran Tunggal Emte

Road to ICAD 16 resmi dibuka pada 7 Mei 2026 sebagai rangkaian program pra-festival menuju Indonesia Contemporary Art & Design (ICAD) 16. Program ini diawali melalui mini exhibition karya Mohammad Taufiq (Emte), ilustrator dan seniman berbasis di Jakarta. Pameran yang dikurasi oleh Harry Purwanto, Itjuk Rahayu, dan Zefanya Silvia turut menghadirkan pembacaan awal terhadap tema besar festival tahun 2026.
Mengangkat tema Being: Becoming, Road to ICAD 16 membuka ruang refleksi terhadap posisi seseorang di antara kondisi yang “ada” saat ini dan kemungkinan yang “akan menjadi”. Tema tersebut diterjemahkan Emte melalui dua seri karya, yakni Landslide dan Pixel Deep.

Pada seri Landslide, Emte membaca lintasan karier dan kehidupannya sebagai ilustrator sekaligus seniman melalui metafora bencana longsor. Praktiknya memperlihatkan bagaimana kedua peran tersebut tidak lagi diposisikan secara terpisah. Keduanya justru terus dinegosiasikan di tengah perubahan, tekanan, dan dinamika kehidupan.

Sementara itu, melalui seri Pixel Deep, Emte mempertanyakan batas antara ruang privat dan publik di era media sosial. Figur-figur dalam karya tampak berswafoto di depan kaca. Beberapa di antaranya bahkan berada di ruang yang sangat personal, seperti kamar tidur dan kamar mandi. Lewat karya ini, Emte menyoroti bagaimana teknologi gawai dan media sosial perlahan mengaburkan batas antara ranah pribadi dan konsumsi publik.

Rangkaian Road to ICAD 16 dibuka secara resmi melalui sambutan dari Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan RI, Insan Abdurrohman, serta Festival Director ICAD, Edwin Nazir. Sebagai mitra resmi, grandkemang turut menghadirkan sajian kanape bertema “Paint Dip – Colorful Edible Dips”. Sajian ini menjadi bagian dari pengalaman pameran.
Indonesia Contemporary Art & Design (ICAD) 16 sendiri akan berlangsung di grandkemang pada 8 Oktober hingga 8 November 2026.
Leave a Reply
Be the First to Comment!