Lebih dari Sekadar Estetika, Desain yang Berkelanjutan (Sustainability) untuk Kehidupan yang Lebih Baik – ARCHINESIA
Widget Image
 

Lebih dari Sekadar Estetika, Desain yang Berkelanjutan (Sustainability) untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Lebih dari Sekadar Estetika, Desain yang Berkelanjutan (Sustainability) untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Presented by Dwi Sulistyawati, at Cerita Mataloka M Bloc Design Week 2024 “Reimagining Space: How Sustainability Shapes the Future of Interior Design Industry”, Sunday, October 6, 2024.

Sustainability, pada dasarnya, adalah tentang kemampuan untuk menjaga keberlanjutan—baik dalam proses maupun sumber daya. Kata “sustain” berarti melanjutkan, sementara “ability” berarti kemampuan. Dalam konteks desain, ini bisa dimaknai sebagai bagaimana kita mengambil sesuatu dari masa lalu dan menggunakannya secara cerdas untuk masa depan. Ini bukan sekadar jargon, tetapi sebuah tanggung jawab.

Namun, sustainability bukan hanya tentang “apa” yang dilanjutkan, melainkan juga “siapa” yang bertanggung jawab. Tanggung jawab ini adalah milik semua orang—mulai dari individu hingga komunitas yang lebih besar. Penting untuk diingat, kita tidak bisa sekadar berbicara tentang sustainability tanpa ada tindakan nyata. Langkah pertama adalah kesadaran. Kesadaran ini akan memicu tindakan, dan dari tindakan tersebut akan terbentuk perilaku. Pada akhirnya, perilaku ini berubah menjadi kebiasaan yang mendukung keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam desain. Inilah inti dari sustainability—menciptakan pola pikir dan tindakan yang konsisten dalam menjaga lingkungan dan kehidupan.

Bagi desainer, sustainability berarti lebih dari sekadar prinsip kerja. Ini adalah tanggung jawab untuk memasukkan kesadaran akan keberlanjutan dalam setiap keputusan desain, yang pada akhirnya akan berkembang menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Dalam desain interior, sustainability tidak hanya soal memilih material daur ulang atau menghemat energi. Desain berkelanjutan adalah tentang menciptakan ruang yang mendukung kesehatan dan kenyamanan penggunanya. Misalnya, rumah yang sehat harus memperhatikan sirkulasi udara, penempatan material yang tepat, serta pemanfaatan cahaya alami. Desainer berperan besar dalam meningkatkan kualitas hidup pengguna melalui desain yang cermat—dari aspek fisik hingga emosional—dan menciptakan nilai tambah dalam keseharian.

Lebih dari sekadar estetika, desain berkelanjutan harus mencakup semua aspek ruang, mulai dari tata letak yang efisien hingga fitur-fitur yang mendukung penghematan energi. Misalnya, penggunaan sensor untuk pencahayaan otomatis atau pemanfaatan energi terbarukan seperti panel surya. Desain seperti ini tidak hanya memberikan hasil yang indah, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang yang positif bagi lingkungan dan penghuninya. Desainer memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan lebih sehat bagi semua. (uci)

 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X