Sustainability, dari Perspektif yang Lebih Dekat – ARCHINESIA
Widget Image
 

Sustainability, dari Perspektif yang Lebih Dekat

Sustainability, dari Perspektif yang Lebih Dekat

Session by Andro Kaliandi & Azalia Maritza (FFFAAARRR), Dhanie Syawalia & Salman Rimaldhi (DHANIE & SAL), and moderated by Trianzani Sulshi at M Bloc Design Week 2025, November 1st, 2025

Wacana keberlanjutan dalam arsitektur sering kali dipahami melalui aspek teknis: material ramah lingkungan, sistem bangunan hemat energi, atau sertifikasi hijau. Di luar pendekatan itu, muncul perspektif lain—lebih manusiawi, lebih kontekstual. Bagi beberapa arsitek, keberlanjutan bukan lagi tentang bagaimana kita “membangun dengan benar”, melainkan bagaimana kita “hidup dengan sadar” melalui ruang.

source: https://www.instagram.com/___fffaaarrr/

FFFAAARRR, misalnya, melihat konektivitas dan keberlanjutan sebagai satu kesatuan. Dalam proyek mereka, PILLAR, gagasan berkelanjutan diwujudkan bukan lewat monumentalitas, melainkan lewat kemampuan ruang dan material untuk berpindah, beradaptasi, dan terus berfungsi. Material bisa dibongkar, dipindahkan, dan dipakai kembali di tempat baru—mencerminkan bentuk keberlanjutan yang cair dan dinamis.

source: https://www.instagram.com/___fffaaarrr/

Kesadaran menjadi kunci lain dalam praktik mereka. Dalam EM House, keberlanjutan tidak hadir dari teknologi canggih, melainkan dari cara berpikir klien yang “just enough”—cukup dan fungsional. Rumah kecil yang tetap nyaman, dengan ruang terbuka yang lapang, menjadi contoh bagaimana kompromi bisa menjadi bentuk kesadaran ekologis. Bagi FFFAAARRR, keberlanjutan dimulai dari pikiran yang mindful terhadap kebutuhan, bukan dari ambisi untuk menambah.

https://www.instagram.com/dhaniesal/

Sementara itu, keberlanjutan bagi DHANIE & SAL hadir lewat sikap empatik terhadap konteks dan sejarah. Mereka kerap memanfaatkan elemen dari bangunan lama—bukan sekadar untuk menghemat, tapi karena memahami nilai yang sudah ada. “Yang kami pikirkan bukan bagaimana memasangnya, tapi bagaimana membongkarnya,” ujar mereka. Kalimat itu menandai perubahan paradigma: arsitektur tidak lagi hanya tentang mencipta, tapi juga tentang menjaga, menerima, dan mengolah kembali.

https://www.instagram.com/dhaniesal/

Dalam pandangan mereka, arsitektur adalah rangkaian dari masalah-masalah kecil yang diselesaikan dengan empati. Keberlanjutan berarti bertanggung jawab bukan hanya terhadap material, tapi terhadap lingkungan dalam arti luas—termasuk relasi sosial dan kesadaran diri.

Pada akhirnya, keberlanjutan bukan sekadar strategi desain. Ia adalah sikap hidup: tentang bagaimana kita menggunakan, berbagi, dan menghargai ruang dengan sadar. (uci)

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X