Eco Circle

[English text below, provided by the architect] Eco Circle adalah sebuah fasilitas yang berfokus pada pendidikan berbasis lingkungan, konservasi, serta aktivitas komunitas. Fasilitas ini berlokasi di kawasan resapan air nan asri di Bandung Utara. Dengan komitmen kuat terhadap keberlanjutan, klien menginginkan ruang berkumpul dan penginapan yang menerapkan prinsip arsitektur ramah lingkungan.
Arsitek berupaya menjaga karakter alami tapak dengan mempertahankan vegetasi dan kontur lahan yang sudah ada. Pembangunan hanya mengambil 20% dari area. Sementara itu, 80% sisanya tetap dibiarkan alami dengan pohon jambon, pinus, dan liang liu yang tumbuh secara natural. Elemen-elemen tersebut dibingkai dengan bata terakota untuk menciptakan kesinambungan antara bangunan dan alam sekitarnya.

Bata terakota menjadi material utama dalam proyek ini. Material tersebut digunakan pada elemen taman seperti amfiteater maupun beberapa dinding eksterior. Selain ekonomis, sifat pori-porinya memungkinkan air hujan meresap kembali ke tanah. Jika digunakan pada dinding, bata terakota membantu menciptakan suasana sejuk dan berangin di dalam ruang.
Eco Circle terdiri dari tiga bangunan utama. Pertama, sebuah rumah pribadi untuk klien. Kedua, dua lodge bagi para peserta. Seluruh lodge dicat putih untuk menghadirkan kontras dengan hutan di sekitarnya. Warna putih juga berfungsi sebagai isolator panas yang menjaga suhu ruang tetap sejuk.
Untuk meminimalkan konsumsi energi, bangunan ini tidak menggunakan sistem pendingin udara. Iklim Bandung Utara yang sejuk sudah cukup mendukung. Bukaan jendela besar dari lantai hingga plafon serta ventilasi silang juga diterapkan agar sirkulasi udara lebih baik. Aspek keberlanjutan hadir pula dalam pengelolaan bangunan. Panel surya menyediakan kebutuhan energi siang dan malam. Selain itu, sumur resapan memungkinkan air limbah disaring, didaur ulang, dan digunakan kembali.

Eco Circle

[Text provided by the architect] Eco Circle is a facility dedicated to environmental-based education, conservation, and community activities, located within a scenic water catchment area in North Bandung. Designed with a strong commitment to sustainability, the client envisioned gathering spaces and lodging facilities that embrace environmentally friendly architecture.
In response, the architect sought to preserve the site’s natural character by maintaining existing vegetation and land contours. Development was limited to just 20% of the area, while the remaining 80%—dominated by jambon, pine, and liang liu trees—was retained. These natural elements are thoughtfully framed with terracotta bricks, creating a seamless connection between the buildings and their surroundings.

Terracotta brick becomes a key material throughout the project, used in garden features such as the amphitheater and on parts of the exterior walls. Beyond its cost-effectiveness, terracotta’s porous quality allows rainwater to be absorbed into the ground, while on walls, it helps create a naturally breezy atmosphere inside the buildings.
Eco Circle comprises three main structures: a private residence for the client and two lodges for participants. Painted in white, the buildings stand in deliberate contrast to the surrounding forest. The use of white also serves a functional purpose, acting as a heat insulator that helps maintain cooler indoor temperatures.
To further minimize energy use, the design avoids mechanical air conditioning altogether. Instead, North Bandung’s naturally cool climate is complemented by floor-to-ceiling windows and cross-ventilation openings that encourage airflow. Sustainability is also embedded in the project’s operations: solar panels provide reliable energy both day and night, while infiltration wells enable wastewater to be filtered, recycled, and reused.

Architecture Firm: Studio Avana
Design Principal(s): Martin Pradipta, Ramos Saedi, Rayner Tulus
Design Team: Widya Dwifrilia, Rieka Aprilia Tanuy
Name of Project: Eco Circle
Location: Bandung, Indonesia
Design Period: 2020
Site Area: 1,300 sqm.
Photographer: KIE








Leave a Reply
Be the First to Comment!