Kibo Place: Ruang Harapan di Tengah Keterbatasan – ARCHINESIA
Widget Image
 

Kibo Place: Ruang Harapan di Tengah Keterbatasan

Kibo Place: Ruang Harapan di Tengah Keterbatasan

Presented by Achmad Nur Ababil A from Saturasi Projects, at ARCHINESIA “10X10=INFINITY” in Surabaya; Thursday, September 18, 2025

[English text below] Di tengah padatnya kawasan dekat kampus di Yogyakarta, Kibo Place hadir sebagai interpretasi ruang harapan yang tumbuh dari keterbatasan lahan. Proyek rancangan Saturasi Projects ini berdiri di atas tapak selebar 4,7 meter dan memanjang hingga lebih dari 40 meter ke belakang. Nama “Kibo” sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti harapan—sebuah makna yang mewakili niat klien dan arsitek untuk menghadirkan tempat tinggal yang bukan hanya efisien secara ruang, tetapi juga manusiawi bagi penghuninya.

Untuk mencapai hal tersebut, arsitek merancang Kibo Place dengan tata ruang yang compact. Kamar-kamar kos diposisikan memanjang ke belakang mengikuti bentuk lahan. Tiap kamar pun didesain menggunakan furnitur multifungsi. Furnitur lipat memungkinkan ruang bertransformasi dari tempat tidur menjadi area belajar, ruang ibadah, atau sekadar ruang santai. Inspirasi ini berakar pada prinsip desain Jepang yang menekankan fleksibilitas dan efisiensi.

Sementara itu, kondisi tapak yang berorientasi timur-barat ditanggapi melalui pendekatan desain responsif. Setiap ruang dirancang agar tetap mendapatkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang optimal. Jarak antarbangunan dijaga agar tidak menempel rapat dengan tetangga, menciptakan celah cahaya yang memperkaya pengalaman ruang. Di sisi lain, pencahayaan alami diperkuat melalui penggunaan glass door, glass block, serta skylight yang menembus dua lantai, menciptakan hubungan visual dan atmosfer terang yang menyatu antara lantai atas dan bawah.

Keterbatasan lahan pun tak lantas membatasi ekspresi arsitektur. Di fasad depan, kanopi transparan dengan potongan untuk pohon-pohon kecil memberi kesan ringan dan alami, sementara material lokal seperti bata merah dan semen ekspos menjadi bahasa utama bangunan. Tanpa bergantung pada material mahal, Saturasi Projects menampilkan kreativitas melalui kesederhanaan dan konteks. Kibo Place pun tumbuh sebagai contoh bagaimana desain responsif dapat menjawab kebutuhan ruang urban secara manusiawi, efisien, dan penuh harapan. (afm/uci)


 

Kibo Place: A Space of Hope Amidst Limitations

Amidst the dense university area of Yogyakarta, Kibo Place emerges as an interpretation of a space of hope born from the constraints of the land. This project, designed by Saturasi Projects, stands on a plot merely 4.7 meters wide and extending over 40 meters deep. The name “Kibo” itself comes from the Japanese word for hope—a meaning that represents the intention of both the client and the architect to present a dwelling that is not only spatially efficient but also humane for its occupants.

To achieve this, the architect designed Kibo Place with a compact layout. The boarding rooms are positioned in an elongated manner, following the shape of the land. Each room is also designed using multi-functional furniture. Foldable furniture allows the space to transform from a sleeping area into a study area, a prayer space, or simply a lounge area. This inspiration is rooted in Japanese design principles that emphasize flexibility and efficiency.

Meanwhile, the east-west orientation of the site was addressed through a responsive design approach. Every room is designed to ensure optimal natural lighting and air circulation. The distance between the building and its neighbors is maintained to prevent tight attachment, creating light gaps that enrich the spatial experience. Furthermore, natural light is enhanced through the use of glass doors, glass blocks, and a two-story skylight, creating a unified visual connection and bright atmosphere between the upper and lower floors.

The land constraint did not limit architectural expression. On the front façade, a transparent canopy with cutouts for small trees provides a light and natural impression, while local materials such as red brick and exposed cement form the building’s primary design language. Without relying on expensive materials, Saturasi Projects showcases creativity through simplicity and context. Kibo Place thus grows as an example of how responsive design can address the needs of urban space in a way that is humane, efficient, and full of hope. (uci)


 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X