Villa Omah Prana Payangan

[English text below, provided by the architect] Villa Omah Prana merupakan hunian berbentuk melingkar yang terletak di dataran tinggi Payangan. Proyek ini berangkat dari satu gagasan utama: denah berbentuk cincin yang menempatkan seluruh ruang di sepanjang perimeter, sekaligus mengarahkan pandangan ke lanskap sekitarnya.

Seluruh bangunan disusun berdasarkan satu titik pusat. Lingkaran-lingkaran konsentris membentuk denah, kolam, jalur sirkulasi, hingga berbagai elemen built-in. Pusat bersama ini menghadirkan rasa keteraturan yang tenang. Geometri bangunannya bekerja layaknya riak yang menyebar dari satu titik—sederhana, mudah dibaca, dan konsisten. Ruang keluarga terbuka ke arah courtyard dan area luar, menciptakan transisi yang mengalir, sementara ruang-ruang yang lebih privat—seperti kamar tidur dan area tertutup—tetap berpendingin udara dan terlindungi.

Materialitas dan pengolahan permukaan mengambil inspirasi dari tradisi anyaman Bali. Susunan bata berpola herringbone, tekstur dinding yang saling menganyam, serta motif geometris yang halus menjadi reinterpretasi kerajinan lokal dalam pendekatan kontemporer. Detail-detail ini menghadirkan kualitas taktil dan kedalaman tanpa mendominasi arsitektur. Rumah ini mengundang untuk diamati lebih dekat; kaya akan detail, namun tetap terasa tenang dan membumi.

Nuansa sinematik turut hadir dalam proyek ini. Beberapa lengkungan dan atmosfer ruangnya merujuk pada sketsa awal Ken Adam untuk Moonraker—terutama pada kejelasan gestur geometris yang kuat serta cara ruang terasa terkomposisi tanpa menjadi teatrikal. Hal ini sejalan dengan pendekatan saya: gagasan yang sederhana namun kuat dan mudah diingat, dipadukan dengan material yang berkarakter serta detail yang terolah.
Villa Omah Prana digerakkan oleh satu gestur konseptual yang kuat, diperkuat oleh materialitas dan kerajinan, serta secara halus membuka diri terhadap lanskap sekitarnya.
Villa Omah Prana Payangan

Villa Omah Prana is a circular home in the highlands of Payangan. The project follows one clear idea: a ring-shaped plan that places all rooms along the perimeter, orienting them toward the surrounding landscape.
The entire building is organized around a single center point. Concentric circles define the plan, the pool, the pathways, and many built-in elements. This shared center gives the home a quiet sense of order. The geometry behaves almost like ripples expanding from a single moment of impact—simple, readable, and consistent. The living room opens up to both the courtyard and the exterior, creating a fluid transition, while the more private spaces—bedrooms and enclosed areas—remain air-conditioned and sheltered.


Materiality and surface treatment draw from Bali’s tradition of weaving. Brickwork laid in herringbone patterns, interlaced wall textures, and subtle geometric motifs reinterpret local craft in a contemporary way. These details add tactility and depth without overwhelming the architecture. The house invites close inspection; it is rich in detail but remains calm and grounded.
A cinematic sensibility runs through the project. Some of the curvature and the atmosphere reference early Ken Adam sketches for Moonraker—especially the clarity of a bold geometric move and the way space can feel choreographed without being theatrical. This resonates with my approach: simple ideas, strong enough to be memorable, paired with tactile surfaces and crafted details.
Villa Omah Prana is guided by a single conceptual gesture, strengthened by materiality and craft, and quietly open to the surrounding landscape.
Architectural Design: Alexis Dornier
Name of Project: Villa Omah Prana Payangan
Location: Payangan, Bali
Site Area: 475 sqm.
Completed: 2022
Construction: Bali Construction
Interior: Bares, AD
Photographer: KIE




Leave a Reply
Be the First to Comment!