Shigeru Ban Kembali ke World Expo 2025 dengan The Blue Ocean Dome
[English text below] Shigeru Ban, arsitek penerima penghargaan Pritzker Prize ke-37, serta dikenal dengan penggunaan material yang inovatif seperti daur ulang tabung kertas dan kardus (paper tube) dalam karyanya. Ban kembali ikut serta dalam merancang paviliun untuk World Expo 2025 Osaka setelah sebelumnya juga merancang paviliun Jepang untuk Expo 2000 di Hannover.
Ban merancang The Blue Ocean Dome, yang berbentuk melengkung dengan paviliun pusat berbentuk kubah besar yang diapit oleh dua kubah kecil. Ketiga kubah ini akan menggunakan tiga material, termasuk sistem tabung kertas yang sudah menjadi ciri khas Shigeru Ban dalam rancangannya.

The Blue Ocean Dome (Source: dezeen.com)
Material pertama untuk Dome A menggunakan bambu laminasi. Pengaplikasian bambu laminasi dilakukan karena regulasi bangunan di Jepang yang sangat ketat. Ukuran bambu alami yang berbeda-beda dan lemah terhadap paparan matahari membuatnya tidak dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Dengan laminasi bambu, Ban memanfaatkannya sebagai struktur paviliun dengan cara yang tidak biasa. Hal ini pun dapat mengontrol kualitas, kekuatan, serta daya tahan bambu yang hasilnya akan lebih kuat dari kayu.

Laminated bamboo material for Dome A (Source: shigerubanarchitects.com)
Dome B memakai plastik yang diperkuat serat karbon, atau yang dikenal Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP) seluas 1.925 m². Meskipun harganya terbilang mahal, Ban memilih material ini karena dapat menghindari penggunaan pondasi & struktur berat seperti beton. Terlebih kondisi tapak World 2025 Osaka yang lemah.

The Blue Ocean Dome is the first building in the world to use CFRP as a structural material (Source: shigerubanarchitects.com)
Terakhir, pengaplikasian tabung kertas yang sudah banyak Shigeru Ban lakukan. Uniknya, Ban menggunakan sistem sambungan kayu yang merupakan inovasi baru untuk Dome C. Secara struktur, tabung kertas ini memiliki bentuk mirip struktur atom yang dikembangkan dari bahan daur ulang.

Dome C construction using paper tube materials (Source: shigerubanarchitects.com)

Each of the three domes in The Blue Ocean Dome showcases different pioneering materials, offering a unique architectural experience. (Source: shigerubanarchitects.com)
Rancangan Shigeru Ban ini diperuntukan bagi ZERI Japan, salah satu sektor swasta yang ikut serta memamerkan paviliun di World Expo 2025. Nama The Blue Ocean Dome dipilih dari kekhawatiran terhadap kelautan, sebagai usaha ZERI untuk mengkonservasi dan meningkatkan kesadaran untuk penggunaan laut yang berkelanjutan. Tema “Revitalization of the Ocean” yang diangkat pun sejalan dengan tema World Expo 2025 yaitu “Designing Future Society for Our Lives”.

Symbolism of the Three Domes. Dome A: Circulation, Dome B: The Ocean, Dome C: Wisdom (Source: shigerubanarchitects.com)
Paviliun The Blue Ocean Dome dapat dieksplorasi di perhelatan bergengsi dunia, World Expo 2025 yang akan diselenggarakan di Osaka, Jepang pada 13 April sampai 13 Oktober 2025 mendatang. Bersama dengan banyak paviliun dari mancanegara, ARCHINESIAN dapat mengikuti tour ARCHINESIA yang akan menjadikan World Expo 2025 sebagai salah satu destinasi utamanya pada. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ARCHINESIA Tour, kunjungi media sosial Instagram @archinesia dan @archinesia.event. (loi)

Shigeru Ban Returns to World Expo 2025 with The Blue Ocean Dome
Shigeru Ban, the 37th Pritzker Prize laureate, is renowned for his innovative use of materials, particularly his incorporation of recycled paper tubes and cardboard in architectural designs. Ban is once again contributing to the design of a pavilion for World Expo 2025 Osaka, following his previous work on the Japan Pavilion for Expo 2000 in Hannover.
For this edition, Ban has designed The Blue Ocean Dome, a curved structure featuring a large central dome flanked by two smaller domes. Each of these three domes will utilize distinct materials, including the signature paper tube system that has become synonymous with Ban’s architectural approach.
The first material, used for Dome A, is laminated bamboo—a response to Japan’s strict building regulations. Natural bamboo varies in size and is susceptible to sun exposure, making it unsuitable for construction. By laminating bamboo, Ban transforms it into a structural material, ensuring greater consistency, strength, and durability—even surpassing traditional wood.
Dome B is constructed using Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP), covering an area of 1,925 m². Although expensive, Ban opted for CFRP to eliminate the need for heavy foundations and structures like concrete, particularly given the unstable ground conditions at the World Expo 2025 site.
Lastly, Dome C features Ban’s signature recycled paper tube system. What makes this dome unique is its newly developed wooden joinery system, an innovative structural technique. The paper tube structure resembles atomic formations, further advancing Ban’s exploration of sustainable materials.
Designed for ZERI Japan, a private sector participant at World Expo 2025, the pavilion’s name reflects concerns about the ocean’s future and ZERI’s mission to promote marine conservation and sustainable ocean use. The pavilion’s theme, “Revitalization of the Ocean,” aligns with World Expo 2025’s overarching theme, “Designing Future Society for Our Lives.”
The Blue Ocean Dome will be open for exploration at World Expo 2025 Osaka, which runs from April 13 to October 13, 2025. With pavilions from around the world, ARCHINESIANS can experience this global event firsthand through the ARCHINESIA Tour, which will include World Expo 2025 as one of its main destinations. For more details about ARCHINESIA Tour, visit Instagram @archinesia and @archinesia.event. (loi)

(Source: shigerubanarchitects.com)

(Source: shigerubanarchitects.com)

(Source: shigerubanarchitects.com)

(Source: shigerubanarchitects.com)
Leave a Reply
Be the First to Comment!