Ruang Imaji Mario Cucinella: Paviliun Italia Menghidupkan Kembali Renaisans di Italia
[English text below] Mario Cucinella Architects (MCA) telah berdiri selama 3 dekade di Paris, Bologna, dan Milan. Mereka selalu berfokus pada integrasi strategi lingkungan dan energi dalam karyanya. MCA telah memenangkan Compasso d’Oro Award (2024), salah satu penghargaan desain tertua dan paling bergengsi di dunia. Rancangan Mario Cucinella untuk paviliun Italia dalam World Expo 2025 Osaka diberi nama La Città Ideale (bahasa inggris: The Ideal City) yang merefleksikan kota ideal.

Paviliun La Città Ideale (Source: ArchDaily)
Paviliun ini memiliki tema utama “Art Regenerates Life” yang secara simbolis mencerminkan Renaisans Italia. Mereka menggabungkan ilmu dan seni, tradisi dan teknologi, serta sejarah dan inovasi. Pavilion dirancang dengan manusia sebagai inti, melalui interaksi, kolaborasi, dan perpindahan pengetahuan antara berbagai generasi maupun budaya.

Paviliun digambarkan sebagai organisme hidup, gudang besar pengetahuan Italia yang akan mencakup eksperimen artistik, ilmiah, kewirausahaan, dan sosial (Source: designboom.com)
La Città Ideale terdiri dari dua bagian utama, yaitu bangunan utama sebagai lokasi pameran, serta zona fasilitas untuk aktivitas pendukung yang letaknya di belakang ruang pameran.

Denah Ground Floor yang menunjukkan kedua bagian paviliun (Source: ArchDaily)
Sementara itu, ruang-ruang di dalam The Ideal City disusun dalam tiga babak, yang masing-masing berakar pada lokasi-lokasi di mana Italia memainkan peranan penting.
Babak pertama, yaitu The Theatre. Pengunjung akan disuguhkan pengalaman ruang yang dapat mengubah persepsi ruang teater, melalui sugesti visual, suara, gerakan, dan warna yang disajikan melalui virtual imersif. Babak kedua bertajuk The Ideal City. Area ini digambarkan sebagai tempat sunyi senyap tanpa kehidupan manusia, menyerupai masa depan distopia melaui ruang metafisik. Babak terakhir disebut The Italian Garden. Babak ini berupa labirin yang digambarkan sebagai tempat bagi pengunjung agar dapat mengalami keseimbangan baru–antara kehidupan manusia dan tanaman, serta antara elemen alami dan buatan.

Taman labirin yang terletak di rooftop paviliun (Source: designboom.com)
Dari segi bahan bangunan, pavilion Italia memilih kayu sebagai material utama. Selain karena pasokan lokal yang bersertifikat, kayu menjadi respons dari analisis iklim dan dampak lingkungan yang dilakukan oleh tim MCA.

Penggunaan material kayu sebagai material utama paviliun (Source: designboom.com)

Detail penggunaan material struktur kayu dengan membran permeabel (Source: instagram.com/mario_cucinella_architects/)

Detail penggunaan material serat pada fasad tekstil (Source: instagram.com/mario_cucinella_architects/)
Untuk eksterior bangunan, MCA menampilkan “fasad tekstil” semi-transparan. Membran permeabel yang terbuat dari serat mineral dan resin termoplastik ini mudah dipisahkan dan dapat digunakan kembali. Anyaman serat yang lebih rapat digunakan untuk area yang sering terkena paparan sinar matahari. Sementara anyaman serat yang lebih jarang, diaplikasikan pada bagian paviliun yang memerlukan lebih banyak cahaya alami.
Rasakan bagaimana daya tarik Italia dengan seni teaternya di World Expo 2025 Osaka! Bersama dengan lebih banyak paviliun yang dirancang biro arsitek ternama seperti Kengo Kuma dan DP Architects, mari ikuti ARCHINESIA Tour Osaka yang akan menjadikan World Expo 2025 sebagai salah satu destinasi utamanya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tur ini, kunjungi Instagram @archinesia dan @archinesia.event. (loi)

Mario Cucinella’s Imagined Spaces: Italy’s Pavilion Revives the Renaissance in Osaka
Mario Cucinella Architects (MCA) has spent the last three decades shaping architecture from its bases in Paris, Bologna, and Milan, consistently prioritizing environmental and energy strategies in its design approach. In 2024, MCA received the prestigious Compasso d’Oro Award—one of the world’s oldest and most respected design accolades. For World Expo 2025 Osaka, Mario Cucinella has designed Italy’s pavilion under the poetic name La Città Ideale, or The Ideal City, which reflects what a future city could aspire to be.
The pavilion’s central theme is “Art Regenerates Life,” a symbolic echo of the Italian Renaissance. It seeks to unite science and art, tradition and technology, history and innovation. Designed with humans at its core, the pavilion is intended to spark interaction, collaboration, and the transfer of knowledge across generations and cultures.
La Città Ideale is composed of two main parts: the exhibition building and a support zone behind it for complementary activities. The interior journey unfolds in three acts, each rooted in places where Italy has historically played a significant role.
The first act, The Theatre, offers an immersive experience that redefines spatial perception through visual cues, sound, movement, and color, enhanced by virtual environments. The second, titled The Ideal City, presents a quiet, human-less landscape—an introspective space that gestures toward a dystopian future through metaphysical design. The final act, The Italian Garden, invites visitors into a labyrinth representing the balance between humanity and nature, the organic and the man-made.
Wood has been chosen as the pavilion’s primary material, not only due to its certified local supply but also in response to climate analyses and environmental impact studies conducted by MCA.
On the exterior, MCA introduces a semi-transparent “textile façade” made from mineral fibers and thermoplastic resin. This permeable membrane is designed for disassembly and reuse. The weaving density varies: tighter patterns block harsh sunlight, while looser weaves allow more natural light into key interior spaces.
Experience Italy’s evocative blend of architecture and theatrical art at World Expo 2025 Osaka. Alongside pavilions by globally renowned firms such as Kengo Kuma and DP Architects, ARCHINESIA Tour Osaka invites you to discover the Expo as one of its signature destinations. For more information, follow us on Instagram at @archinesia and @archinesia.event. (loi)
Leave a Reply
Be the First to Comment!