CADG dan Paviliun China: Harmoni Manusia, Alam, dan Aksara – ARCHINESIA
Widget Image
 

CADG dan Paviliun China: Harmoni Manusia, Alam, dan Aksara

CADG dan Paviliun China: Harmoni Manusia, Alam, dan Aksara

[English text below] China Architecture Design and Research Group (CADG) merupakan perusahaan arsitektur yang telah berdiri sejak tahun 1952. Sejak awal pendiriannya, CADG telah menyelesaikan lebih dari 10.000 proyek desain arsitektur di berbagai wilayah, termasuk hampir di 60 negara lainnya.

Paviliun China (source: archdaily.com)

China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) mengumumkan desain arsitektur Paviliun China yang diberi nama Chinese Letters. Desain karya CADG ini terinspirasi dari gulungan bambu tradisional Tiongkok, yang menggabungkan tiga elemen utama: bambu, aksara Han, dan gulungan kitab.

Paviliun China (source: archdaily.com)

Secara arsitektural, paviliun dirancang menyerupai gulungan kitab bambu kuno yang perlahan terbuka. Bentuknya yang panjang dan berkelok mencerminkan sejarah peradaban Tiongkok yang telah berlangsung selama 5.000 tahun—berakar kuat, terus tumbuh, dan diwariskan lintas generasi.

Bagian eksterior paviliun menampilkan lanskap bayangan hutan bambu dan aksara Han, menjadikan fasad sebagai elemen visual utama. Di dalamnya terdapat ukiran Oracle Bone Script yang memuat kutipan serta tulisan-tulisan klasik Tiongkok. Melalui karya-karya tersebut, Paviliun China ingin merepresentasikan kedalaman dan keragaman peradaban Tiongkok.

Digital display pada fasad Paviliun China (source: 幕墙世界Weekly via WeChat)

Salah satu daya tarik paviliun adalah integrasi teknologi digital yang memungkinkan bagian bangunan tertentu dapat berputar. Perpaduan antara holographic projection dan sistem pencahayaan menciptakan efek visual Scroll of Light atau “Gulungan Cahaya”, yang memperkaya pengalaman visual dengan nuansa futuristik bagi para pengunjung.

Material utama pada elemen Gulungan Bambu menggunakan inovasi baru bernama bamboo steel—material yang memiliki kekuatan tinggi, tahan cuaca, padat, dan berwarna lebih gelap. Struktur sekunder serta pelindung luar paviliun dibangun menggunakan material ini. CADG juga memperkenalkan konsep struktur inovatif melalui kombinasi fasad kabel semi-kaku, gulungan bambu, dan jeruji bambu sebagai solusi struktural terbaru.

Bagian interior paviliun melanjutkan konsep gulungan bambu yang dipadukan dengan pameran arsitektur modern, menghasilkan ruang pameran bertingkat yang menyerupai evolusi peradaban—dari masa lalu menuju masa depan.

Maket Paviliun China menunjukkan ruang bebas kolom (source: parametric-architecture.com)

Ruang pameran Paviliun China merupakan area bebas kolom yang terintegrasi harmonis dengan pencahayaan alami. Desain ini menciptakan kesan dinamis dan seimbang antara ruang solid dan void. Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung fleksibilitas dalam pengaturan pameran, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif yang unik antara manusia dan alam. Dengan demikian, tema paviliun yang diusung CADG—Harmony Between Humans and Nature—terwujud secara nyata.

Paviliun China (source: archdaily.com)

Paviliun China, bersama paviliun negara-negara lainnya dalam World Expo 2025, dapat dikunjungi di Osaka, Kansai, Jepang, mulai dari 13 April hingga 13 Oktober 2025. ARCHINESIAN yang tertarik untuk hadir dapat bergabung dalam ARCHINESIA Tour to Osaka, yang akan dilaksanakan pada 28 Mei–2 Juni 2025 sekaligus mengeksplorasi arsitektur kota Osaka. (flw)

 


CADG and the China Pavilion: Harmony Between Humans, Nature, and Characters

The China Architecture Design and Research Group (CADG) is an architectural firm founded in 1952. Since its inception, CADG has completed over 10,000 architectural design projects across various regions and in nearly 60 countries around the world.

The China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) recently unveiled the design for the China Pavilion at the upcoming World Expo 2025. Named Chinese Letters, the pavilion is designed by CADG and inspired by traditional Chinese bamboo scrolls, incorporating three essential elements: bamboo, Han characters, and the scroll form itself.

Architecturally, the pavilion mimics the appearance of an ancient bamboo scroll slowly unfolding. The elongated and undulating structure is a metaphor for China’s 5,000-year-old civilization—deeply rooted, constantly evolving, and continuously passed down through generations.

The exterior of the pavilion is designed with layered bamboo forest imagery and inscribed Han characters, making the façade a central visual attraction. Etchings of Oracle Bone Script—featuring quotes and classical Chinese texts—are embedded throughout, highlighting the depth and richness of Chinese culture and thought.

A notable feature of the pavilion is its use of digital elements that allow certain parts of the structure to rotate. Holographic projections and a dynamic lighting system produce a stunning “Scroll of Light” effect, enhancing the immersive and futuristic experience for visitors.

The pavilion’s bamboo scroll is constructed using an innovative material called bamboo steel, known for its high strength, weather resistance, density, and deeper natural hue. This material is used in both the secondary structure and outer cladding. CADG introduces a new structural system composed of semi-rigid cable façades, bamboo scrolls, and latticework, offering a fresh approach to pavilion construction.

Inside, the pavilion continues the scroll concept, integrating it with modern exhibition design to form a multi-level space that symbolizes the journey of civilization—from the past into the future.

The exhibition space is column-free and naturally lit, creating a dynamic interplay between solid and void. This design allows flexible exhibition arrangements while encouraging a deeper interaction between people and the natural environment—bringing CADG’s central theme, Harmony Between Humans and Nature, to the forefront.

The China Pavilion, along with other national pavilions, will be open at the World Expo 2025 in Osaka, Kansai, Japan, from April 13 to October 13, 2025. For ARCHINESIANS interested in this international showcase, join the ARCHINESIA Tour to Osaka, happening from May 28 to June 2, 2025, to experience the architectural richness of the city firsthand. (flw)

China Pavilion (source: archdaily.com)

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X