DJ House

[English text below, provided by the architect] DJ House, sebuah proyek renovasi hunian yang berlokasi di Grha Bintaro, Tangerang Selatan, daerah dengan iklim tropis berciri suhu dan kelembapan tinggi. Bangunan yang ada sebelumnya tidak mampu memenuhi kebutuhan klien, baik dari segi program ruang maupun keinginan desain. Melihat kondisi ini, arsitek menciptakan desain yang menggabungkan kebutuhan penghuni dan karakter bangunan itu sendiri. Bagian depan bangunan ini menghadap langsung ke barat, sehingga ruangan-ruangan di area depan memiliki suhu panas hingga malam hari. Oleh karena itu, ditambahkan lapisan pada fasad bangunan yang berfungsi untuk menyaring cahaya yang masuk ke dalam rumah. Mengingat nama penghuninya adalah DJ, studio arsitek juga membuat analogi bentuk bangunan seperti dua bagian terpisah antara sisi kanan dan kiri, menyerupai meja putar (turntable).
Rumah ini banyak menggunakan material ekspos pada eksterior dan interior untuk memberikan nuansa berbeda dari bangunan lama serta memberikan kepuasan visual bagi klien yang merupakan keluarga muda. Material dominan dalam proyek ini adalah bata, terutama pada bagian fasad. Dua jenis bata yang digunakan adalah bata interlock dan bata ekspos. Teknik pemasangan bata interlock pada fasad melibatkan penambahan tulangan besi sebagai pengikat antar bata agar lebih kokoh, dengan susunan bata yang diberi jarak untuk membentuk bidang berlubang. Ini memungkinkan sirkulasi udara dan menciptakan bayangan dari sinar matahari alami. Selain itu, digunakan juga semen ekspos pada dinding dan lantai berwarna abu-abu.


Kesulitan yang dihadapi adalah proses menjelaskan metode desain kepada kontraktor. Ini merupakan pengalaman pertama bagi kontraktor dalam membangun model seperti ini. Hambatan berikutnya adalah proyek ini dilaksanakan selama masa pandemi, yang mengakibatkan terhambatnya waktu pengerjaan.
Renovasi ini tidak memakan banyak biaya karena arsitek berusaha meminimalkan perubahan pada struktur dan dinding bangunan yang sudah ada. Klien sangat puas dengan hasil akhirnya karena target renovasi tercapai, yaitu mengubah total tampilan bangunan dengan meminimalkan item pekerjaan.

DJ House

[Text provided by the architect] DJ House is a residential renovation located in Grha Bintaro, South Tangerang, characterized by a tropical climate with high temperatures and humidity. The existing building could not meet the client’s needs, both in terms of space programs and design desires. Seeing this, the architect created a design that combined the needs of the occupants with those of the building itself. The front of the building directly faces west, so the rooms in the front area have hot temperatures until the evening. Therefore, they added a layer to the facade of the building that aims to filter the light entering the house. Because the name of the occupant is DJ, the studio also makes the analogy of making the shape of the building as if it were two separate parts between the right and left sides, like a turntable.
This house uses a lot of exposed materials on the exterior and interior to give a different feel from the existing building and provide visual satisfaction to clients who are young families. The dominant material in this project is brick, especially on the facade. There are two types of bricks used, namely interlock bricks and outboard bricks. The technique of installing interlock bricks on the facade involves adding iron reinforcement as a binder between the bricks to make it more sturdy, with a brick arrangement that is spaced to form a perforated plane, allowing for airflow and creating shadows from natural sunlight. This also involves using exposed cement on the walls and gray floors.


The difficulty was the process of explaining the design method to the contractor. It was the first experience for a contractor to make a building with a model like this. The next obstacle was that this project was carried out during a pandemic, which hampered the processing time.
This renovation did not cost much because the architect tried to make minimal changes to the structure and walls of the existing building. So the client was very satisfied with the final result because the renovation target had been achieved, namely, changing the total appearance of the building by minimizing work items.
Architecture Firm: Studie
Design Principal(s): Ivan Eldo
Name of Project: DJ House
Location: Lebak Bulus, South Jakarta
Design Period: 3 months
Construction Period: 1 year
Site Area: 136 sqm.
Floor Area: 164 sqm.
Interior Designer: Studie
Landscape: by owner
Contractor: by owner
M&E: Studie
Lighting: Studie
PRODUCT SOURCES
Flooring: Infinity Concrete Light
Concrete: MU200
Paint: Propan Clear Coating
Facade Finishing: Expose Bricks
Doors: Alexindo Aluminium
Windows: Alexindo Aluminium
Ceiling: Jayaboard
Furniture: Eidia Furniture





Leave a Reply
Be the First to Comment!