Biophilic Design, Solusi Bangunan Berkelanjutan – ARCHINESIA
Widget Image
 

Biophilic Design, Solusi Bangunan Berkelanjutan

Biophilic Design, Solusi Bangunan Berkelanjutan

Presented by Dian Fitria at Webinar Green Building: Biophilic Design & Eco-Architecture, July 2, 2022

Bicara tentang bangunan berkelanjutan (sustainable building) maka tidak bisa terlepas dari konsep biophilic design. Ditambah lagi dengan adanya konsep net zero healthy building yang sudah mulai dirancang oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) setelah terjadinya pandemi COVID-19. Hal ini membuat isu green building maupun sustainable building terus menjadi agenda penting untuk dibicarakan dan dicari solusi yang tepat untuk mencapai itu.

Pada prinsipnya, konsep net zero healthy building adalah untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan mengutamakan kesehatan pengguna/user. Dian Fitria dalam Webinar Green Building: Biophilic Design & Eco-Architecture pun menyampaikan bahwa salah satu solusi yang dapat diaplikasikan untuk mencapai kedua hal tersebut adalah biophilic design.

Secara singkat, biophilic design berfokus untuk memberikan stimulus kepada pengguna agar dapat merasakan kehadiran alam di suatu bangunan. Hal ini bisa dicapai dengan keberadaan tiga elemen utama yang terus konsisten di dalam ruang, baik dalam skala bangunan maupun kota. Ketiganya adalah direct nature, natural pattern, dan place & culture. Sentuhan alam bisa hadir melalui beragam cara, dari tanaman hijau, cahaya alami, udara, air, hingga aroma maupun suara. Kemudian, adanya pola-pola terkait alam juga bisa meningkatkan konektivitas user terhadap alam. Misalnya dengan penggunaan kayu, bambu, atau anyaman rotan. Lalu, biophilic design juga mendorong para perancang untuk tetap memiliki koneksi dengan tempat/lokasi, serta budaya dimana bangunan itu berdiri.

Tidak mengherankan apabila desain biophilic ini ingin menciptakan engagement­ yang baik antara manusia dengan alam, dimana manusia bisa merasa menjadi bagian dari alam, meskipun hanya sebuah built environment. Selain itu, interaksi dengan alam memang dibangun untuk mewujudkan lingkungan binaan yang bermanfaat bagi orang di dalamnya, sekaligus menguatkan tujuan dari suatu bangunan yang berkelanjutan.

Bahkan, pengaplikasian biophilic design juga bisa mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas, serta kesejahteraan pengguna bangunan. Bahkan, pengaplikasian biophilic design dalam rancangan fasilitas kesehatan mampu memperpendek masa penyembuhan pasien. Itulah mengapa penerapan desain ini begitu penting, apalagi di kota-kota besar yang biasanya sulit menemukan area-area hijau. Di sisi lain, seperti yang disampaikan Dian Fitria, ketika bangunan dapat menghadirkan alam, maka secara tidak langsung juga mengingatkan manusia bahwa jati diri mereka sebenarnya adalah bagian dari alam. (uci)

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X