Sadha-Tourney House: Ekspresi Personal atas Ruang dan Kenyamanan
Presented by Gede Hendrayana from GHA Studio, at ARCHINESIA “10X10=INFINITY” in Plumeria Ballroom, Padma Resort Legian, Bali; Friday, October 17, 2025

[English text below] Sadha-Tourney House menjadi eksplorasi tentang bagaimana kebiasaan dan latar budaya dapat membentuk rancangan rumah tinggal. Dibangun antara tahun 2016 hingga 2019, rumah ini dirancang dengan dua kata kunci: spesifik dan personal—merespons latar belakang pemilik yang berbeda, satu berasal dari Bali dan satu lagi dari New York. Proyek ini menjadi upaya untuk menyeimbangkan nuansa tropis dengan karakter arsitektur pesisir Amerika Timur, menghasilkan rumah yang anggun namun tetap santai.

Berlokasi di tapak memanjang seluas 815 meter persegi dengan luas bangunan 580 meter persegi, rancangan rumah ini berangkat dari perhatian terhadap kejelasan ruang dan proporsi. Pemilik meminta agar ruang utama untuk tinggal dan makan dirancang berbentuk persegi 8×8 meter sebagai pusat aktivitas rumah. Mengacu pada proporsi rumah tradisional Bali, atap rumah mengambil bentuk limasan yang dimodifikasi, dengan empat bentang struktur sebagai elemen utamanya. Dari jalan, bangunan tampak berskala rendah; lantai atas tidak difungsikan sebagai area hunian untuk menjaga proporsi visual dan keselarasan dengan lingkungan sekitar.
Pengalaman ruang menjadi aspek penting dalam desainnya. Saat memasuki rumah, pandangan sejauh 10 meter langsung menghadirkan kesan terbuka, diperkuat oleh bentangan atap lebar dan sistem ventilasi silang. Zona transisi di bagian depan dan belakang rumah memperpanjang ritme ruang sekaligus menghubungkan interior dengan taman di sekitarnya. Material lokal seperti tegel bermotif dan permukaan bertekstur menghadirkan kehangatan, sementara cahaya alami yang lembut menembus kisi ventilasi, menciptakan suasana interior yang tenang dan teduh.
Hasil akhirnya adalah rumah yang mencerminkan kepribadian pemiliknya dan kebutuhan mereka akan kenyamanan. Sadha-Tourney House menunjukkan bahwa rancangan arsitektur yang peka dapat menjadi jembatan antara budaya, iklim, dan kebiasaan—menerjemahkan kebutuhan personal ke dalam bentuk arsitektur yang kontekstual dan proporsional. (uci)
Sadha-Tourney House: A Personal Expression of Space and Comfort

Sadha-Tourney House represents an exploration of how personal habits and cultural context can shape the design of a private residence. Built between 2016 and 2019, the house was conceived as both specific and personal—a response to the clients’ contrasting backgrounds: one from Bali and the other from New York. The project became an exercise in balancing tropical sensibilities with coastal Eastern American aesthetics, resulting in a home that feels refined yet relaxed.

Sitting on an elongated 815-square-meter site with a 580-square-meter building footprint, the design began with a strong focus on spatial clarity and proportion. The clients requested that the main living and dining area be an 8-by-8-meter square—serving as the heart of the house. Drawing from the proportions of traditional Balinese dwellings, the roof adopts a modified limasan form supported by four structural bays. While its volume appears modest from the street, the upper level is designed as a non-habitable space to preserve the visual scale and maintain a harmonious profile within the neighborhood.
Spatial experience plays a central role. Upon entering, the 10-meter depth of view creates an immediate sense of openness, framed by generous overhangs and cross-ventilation. The transition zones at both the front and rear of the house extend this spatial rhythm, connecting the interior to the surrounding gardens. Local materials—such as patterned tiles and textured finishes—add warmth and tactility, while soft daylight filters through ventilated panels to create a calm, subdued interior atmosphere.
The result is a residence that reflects the clients’ distinct personalities and shared desire for comfort. Sadha-Tourney House demonstrates how thoughtful design can mediate between cultures, climates, and habits, translating deeply personal needs into architectural form without losing sensitivity to place and proportion. (uci)
Leave a Reply
Be the First to Comment!