Orvia

[English text below] Berada di pusat kawasan SCBD Jakarta, gerai utama Orvia hadir sebagai karya arsitektur yang menonjol di tengah hiruk-pikuk kawasan ritel yang terus berkembang. Dengan luas 91 meter persegi, arsitek menyatukan dua nuansa yang berbeda namun selaras: suasana villa bergaya Tuscany yang hangat dan klasik, serta semangat modern kota Jakarta yang dinamis. Desain dibuat sebagai perwujudan dari identitas merek Orvia—gelato nabati lokal yang dikenal dengan rasa-rasa unik khas Indonesia—dan diterjemahkan melalui permainan bentuk, tekstur, dan ruang yang lapang.



Bangunan dua lantai ini dirancang secara ringkas namun fungsional, dengan area duduk di dalam maupun luar ruangan yang saling terhubung. Arsitek memaksimalkan tinggi bangunan dengan menghadirkan double-height ceiling di lantai dasar, menciptakan kesan ruang yang lebih luas dan terbuka. Cahaya alami turut memperkuat suasana segar dan terang di dalam ruangan.
Pilihan material memainkan peran penting dalam memperkuat karakter ruang. Permukaan dinding yang diplester halus, warna-warna alami, dan tekstur yang kaya mengingatkan pada arsitektur mediterania. Namun, penggunaan bahan dan detail yang disesuaikan dengan iklim tropis memastikan bangunan tetap nyaman dan relevan dengan konteks lokal. Alih-alih meniru villa secara harfiah, Orvia justru menghadirkan versi yang lebih ringan dan modern, tetap membawa nuansa hangat namun terasa akrab dengan lingkungan Jakarta.
Lebih dari sekadar tempat makan es krim, Orvia SCBD menunjukkan bagaimana sebuah bangunan kecil di kota besar bisa bercerita. Lewat desain yang jujur dan penuh pertimbangan, proyek ini menjadi contoh bagaimana arsitektur bisa menyampaikan nilai dan identitas—mengubah rasa menjadi ruang, dan kenangan menjadi pengalaman baru. (uci)
Orvia

Nestled in the heart of Jakarta’s SCBD, Orvia’s flagship store emerges as a distinctive architectural statement amidst the city’s ever-evolving retail landscape. The 91-square-meter space reflects a thoughtful confluence of contrasting yet harmonious ideas: a nostalgic nod to rustic Tuscan villas and the forward-looking spirit of contemporary Jakarta. Designed as a physical extension of Orvia’s brand identity—a local plant-based gelato brand known for its bold, locally-inspired flavors—the architecture expresses an interplay of warmth, texture, and spatial clarity.



This compact two-story structure allows for a seamless transition between enclosed comfort and open-air interaction. The architect leveraged the verticality of the site to their advantage, introducing a generous double-height ceiling on the ground level. This design move not only opens up the modest footprint but also enhances spatial perception, inviting natural light to animate the interiors and fostering a vibrant, airy ambiance.
Materiality plays a crucial role in rooting the space within both its physical and conceptual contexts. Subtle plastered surfaces, earthy tones, and tactile finishes recall Mediterranean sensibilities, while the use of local and tropical adaptations ensures climatic responsiveness. Rather than replicating a traditional villa, Orvia’s architecture reframes its essence, offering a reinterpretation that feels both globally referential and deeply grounded.
At its core, the architectural gesture behind Orvia SCBD is one of storytelling—translating flavor into form, and brand into space. It serves as a case study on how compact urban plots can still offer rich spatial experiences through clarity in concept, precision in detail, and a narrative that bridges memory with modernity. (uci)
Architecture Firm: STUDIO TALK
Design Principal(s): Anissa Santoso, Karina Wiriadidjaja
Design Team: Giovani Rizqy, Nahara Mahardika
Name of Project: Orvia Store
Location: Jakarta, Indonesia
Design Period: 2018
Construction Period: 2018 – 2019
Site Area: 91 sqm.
Interior Architect: STUDIO TALK
Photographer: Kafin Noe’man







Leave a Reply
Be the First to Comment!