MUNTOK – ARCHINESIA
Widget Image

MUNTOK

Presented by Hilal Salsabiil from DIHA Studio, at ARCHINESIA “10X10=INFINITY” at Ciputra Artpreneur; Wednesday, August 12, 2026

[English text below] MUNTOK merupakan sebuah vila yang berlokasi di Kota Muntok, di sudut barat Pulau Bangka. Berada di sudut lahan perkebunan yang langsung berhadapan dengan laut, proyek ini memiliki karakter tapak yang cukup beragam. Tidak jauh dari situs, terdapat lahan perkebunan bekas tambang timah yang kini telah bertransformasi menjadi tampungan air hujan. Meskipun tidak dapat digunakan karena telah terkontaminasi mineral dari sisa zat logam, kolam tersebut justru menjadi blue area yang memberikan nilai tambah dari aspek visual dan view. 

Lokasinya yang terbilang remote, serta perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai situs, memberikan tantangan tersendiri dalam proses perancangannya. Terlebih, bangunan berbatasan langsung dengan hutan lindung dan aliran air. Sebagai kawasan pesisir, Kota Muntok juga memiliki intensitas paparan matahari yang tinggi, temperatur yang panas, serta angin laut yang kencang. Kondisi-kondisi tersebut kemudian menjadi berbagai pertimbangan yang memengaruhi keputusan desain.

Hal lainnya adalah keberadaan hewan liar yang masih dapat ditemukan di sekitar situs, seperti babi hutan dan monyet. Dalam konteks ini, pendekatan yang diterapkan mengingatkan pada prinsip bangunan vernakular yang merespons kondisi dan karakter lingkungan sekitarnya. Massa bangunan vila kemudian diangkat layaknya rumah panggung, tidak hanya untuk merespons kondisi tapak, tetapi juga sebagai antisipasi terhadap kemungkinan datangnya hewan liar.

Kolom sebagai struktur penopang ‘rumah panggung’ ditempatkan secara frontal di bagian depan, seolah menjadi tiang-tiang yang dapat membaur dengan lingkungan sekitar. Pendekatan tersebut kemudian diteruskan dengan lantai satu yang dibiarkan terbuka, dengan hanya sedikit porsi ruang yang diperuntukkan bagi area servis di bagian belakang. Di sisi bangunan, sebuah tangga menuju lantai dua dibuat dengan penampilan seakan-akan melayang, memperkuat kesan ringan pada keseluruhan massa bangunan.

Memasuki lantai dua, ruang secara langsung terbagi ke dalam tiga area utama. Pada bagian paling depan, terdapat teras sekaligus viewing deck yang luas, yang dapat digunakan untuk bersantai maupun mengamati perkebunan milik sang pemilik. Sementara itu, area indoor terbagi secara frontal menjadi dua bagian, yaitu living room dan kamar tidur.

Secara keseluruhan, bangunan ini berhasil menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Penggunaan material berbahan baku natural dengan warna-warna netral turut memperkuat hubungan tersebut. Dengan demikian, meskipun berdiri sendiri dalam radius hingga satu kilometer, MUNTOK tetap tidak terasa asing di tengah diorama alam yang mengelilinginya. (flw)

 


 

MUNTOK

MUNTOK is a villa located in Muntok, at the western tip of Bangka Island. Situated at the edge of a plantation directly facing the sea, the project occupies a site with a diverse range of characteristics. Not far from the site lies a former tin-mining plantation, which has since transformed into a rainwater reservoir. Although the pond can no longer be used due to contamination from residual minerals and metallic substances, it serves as a blue area that adds visual value and enhances the surrounding views.

The site’s relatively remote location, coupled with the long journey required to reach it, presented its own set of challenges during the design process. The building also directly borders a protected forest and a waterway. As a coastal area, Muntok experiences intense sun exposure, high temperatures, and strong sea winds. These conditions became important considerations that informed various design decisions.

Another consideration was the presence of wildlife around the site, including wild boars and monkeys. In this context, the approach draws upon the principles of vernacular architecture, which responds to the conditions and characteristics of its surrounding environment. The villa’s mass is therefore elevated like a traditional stilt house, not only in response to the site’s conditions but also as a precaution against the potential presence of wild animals.

The columns supporting the elevated structure are positioned prominently along the front, resembling a series of posts that can visually blend into the surrounding landscape. This approach continues at the ground level, which is intentionally left largely open, with only a small portion at the rear allocated for service areas. Along the side of the building, a staircase leading to the second floor is designed to appear as though it is floating, reinforcing the overall sense of lightness.

Upon reaching the second floor, the space is directly divided into three main areas. At the front, a spacious terrace doubles as a viewing deck, providing a place to relax while overlooking the owner’s plantation. Meanwhile, the indoor area is divided frontally into two spaces: the living room and the bedroom.

Overall, the building integrates seamlessly with its surroundings. The use of natural materials in neutral tones further strengthens this relationship. As a result, despite standing on its own within a radius of up to one kilometre, MUNTOK does not feel out of place within the natural diorama that surrounds it.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X