MM Residence

[English text below] MM Residence dirancang dengan mengacu pada prinsip golden ratio sebagai dasar pembentukan proporsi bangunan. Alih-alih hadir sebagai konsep yang bersifat simbolis, rasio tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai elemen arsitektur, mulai dari komposisi fasad, organisasi ruang, hingga detail interior. Pendekatan ini menghasilkan hubungan proporsional yang konsisten antara setiap elemen bangunan sekaligus membentuk ritme visual yang terukur.


Pada fasad, prinsip golden ratio diwujudkan melalui susunan elemen vertikal dan horizontal yang membentuk komposisi berlapis. Bidang dinding yang menjulang, bukaan yang ditempatkan secara tersembunyi, serta deretan bilah kayu membentuk kedalaman dan variasi visual pada tampilan bangunan. Perpaduan material beton berwarna netral dengan kayu menghadirkan kontras yang menegaskan pembagian proporsi sekaligus memberikan kehangatan pada ekspresi arsitektur. Bilah-bilah kayu tidak hanya berfungsi sebagai elemen fasad, tetapi juga sebagai perangkat penyaring cahaya yang menghasilkan bayangan dinamis sepanjang hari. Sementara itu, penggunaan elemen kaca pada area carport memberikan tingkat transparansi yang berbeda dan memperkaya karakter material bangunan.
Sebuah bidang dinding utama ditempatkan sebagai elemen vertikal yang mengorganisasi komposisi fasad. Kehadirannya membentuk titik fokus sekaligus mempertegas hubungan antara massa padat dan elemen yang lebih ringan seperti kayu dan kaca. Di sekeliling bangunan, area taman dengan vegetasi yang rimbun berperan sebagai lapisan transisi yang melembutkan karakter geometris arsitektur serta memperkuat hubungan antara bangunan dan lanskap.


Pada interior, konsep proporsi yang sama berlanjut melalui penataan ruang terbuka yang mengintegrasikan area keluarga, ruang makan, dan pantry. Ruang utama memiliki plafon setinggi tujuh meter yang menghadirkan kualitas ruang vertikal sekaligus memungkinkan distribusi cahaya alami yang lebih optimal. Berbagai elemen furnitur dan kabinet dirancang sebagai bagian dari komposisi arsitektur, membantu mendefinisikan fungsi ruang tanpa mengurangi keterhubungan visual antar area. Pada area pantry, kabinet berfungsi sebagai pembatas yang menjaga keseimbangan antara kebutuhan privasi dan keterbukaan ruang.
Pemilihan material turut memperkuat kontinuitas desain. Lantai travertine digunakan secara konsisten pada area interior maupun eksterior, menciptakan kesinambungan visual antara ruang dalam dan ruang luar. Karakter material yang hangat dan teksturnya yang alami memberikan lapisan pengalaman ruang yang lebih kaya sekaligus mempertegas pendekatan desain yang menekankan keteraturan proporsi, materialitas, dan kualitas cahaya.

MM Residence

MM Residence is designed around the principles of the golden ratio, which serve as the basis for the building’s proportions and spatial composition. Rather than functioning as a symbolic concept, the ratio informs a range of architectural elements, from the façade composition and massing arrangement to the interior detailing. This approach establishes a consistent proportional relationship throughout the project while creating a measured visual rhythm.
The façade translates the golden ratio through the arrangement of vertical and horizontal elements. Tall wall planes, recessed openings, and timber slats are composed to create depth and layering across the building envelope. The combination of exposed concrete and timber emphasizes the contrast between solid and warm material expressions, while reinforcing the proportional order of the façade. Beyond their visual role, the timber slats function as light-filtering elements, moderating sunlight and generating changing shadow patterns throughout the day. The introduction of glass within the carport area adds a degree of transparency and contributes to the overall material composition.
A prominent vertical wall acts as an organizing element within the façade composition. Extending above the surrounding volumes, it establishes a visual focal point while articulating the relationship between solid surfaces and lighter elements such as timber and glass. Surrounding the building, landscaped areas provide a transitional layer that softens the geometric character of the architecture and strengthens its connection to the site.


Inside, the same proportional approach continues through an open-plan arrangement that integrates the living, dining, and pantry areas. A seven-meter double-height ceiling enhances the spatial volume of the main living area while allowing natural light to penetrate deeper into the interior. Built-in cabinetry and furniture are conceived as part of the architectural composition, helping to define functional zones without interrupting visual continuity between spaces. Within the pantry area, cabinetry serves as a subtle spatial divider, balancing openness with the need for separation.
Material selection further reinforces the continuity of the design. Travertine flooring is applied across both interior and exterior areas, establishing a consistent material language throughout the project. Its warm tones and natural texture contribute to the spatial experience while strengthening the visual connection between indoor and outdoor environments.
Through the application of the golden ratio as a design framework, MM Residence explores how proportional systems can inform both architectural expression and spatial organization. The relationship between massing, materiality, natural light, and landscape creates a cohesive environment that emphasizes clarity, continuity, and spatial balance.

Architecture Firm: Monuis Studio
Name of Project: MM Residence
Location: Surabaya, Indonesia
Site Area: 585 sqm.
Floor Area: 780 sqm.
Year: 2021-2024




Leave a Reply
Be the First to Comment!