Merancang Masa Depan Dari Akar Masa Lalu

Manuelle Gautrand dalam paparannya melihat masa depan arsitektur sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari akar masa lalu (rooted futures). Karena itu, proses perancangannya sering dimulai dari sketsa dan maket fisik. Tahap ini bukan sekadar representasi awal, tetapi menjadi sarana untuk memproyeksikan kemungkinan masa depan sekaligus ruang eksplorasi ide.

Melalui proyek Lille Métropole Museum of Modern, ia menjelaskan kompleksitas desain yang muncul dari upaya menghubungkan berbagai lapisan—antara kondisi eksisting dan visi masa depan. Keterkaitan ini tidak hanya terlihat pada bentuk arsitektur, tetapi juga pada materialitas dan program ruang, seperti hubungan antara area restoran, ruang konferensi, hingga alur pergerakan pengunjung di dalam bangunan.

Pada proyek The PHIVE Parramatta Library and Civic Centre di Sydney, pendekatannya menjadi lebih terbuka dan partisipatif karena fungsi bangunan sebagai ruang publik. Proyek ini dirancang agar dekat dengan masyarakat, dengan inspirasi dari seni yang menjadikannya medium untuk menyampaikan budaya. Pendekatan desain yang playful turut dihadirkan untuk menciptakan kenyamanan sekaligus membangun dialog antara elemen lama dan baru.
Akhir kata, di balik proses-proses tersebut terdapat satu gagasan yang muncul, yakni poetry of making—bahwa arsitektur adalah proses yang terus berkembang melalui sketsa, diskusi, dan respons dari banyak pihak. Pertukaran ide ini tidak hanya memperkaya hasil akhir, tetapi juga membangun keterlibatan yang lebih luas. (flw)
Leave a Reply
Be the First to Comment!