Kopikina Tebet – ARCHINESIA
Widget Image

Kopikina Tebet

[English text below, provided by architect] Sebelum tren kedai kopi merebak, Kopikina sudah menjadi salah satu pemain awal di industri ini. Awalnya berlokasi di sebuah toko kecil dekat Casablanca, kedai ini kemudian pindah ke lokasi yang lebih besar untuk melayani lebih banyak pelanggan. Bangunan yang digunakan merupakan rumah lama yang hanya direnovasi secara ringan dan terasa lebih seperti pub tua daripada kedai kopi—pengunjung duduk di ruangan-ruangan terpisah tanpa cahaya matahari alami di siang hari.

Tujuan pertama desainer adalah membawa cahaya matahari masuk ke dalam bangunan, dengan cara membongkar kanopi logam di bagian tengah rumah dan menggali lantai untuk menampakkan tanah di bawahnya, menciptakan sebuah halaman dalam. Ruang-ruang rapat privat dan area duduk publik kemudian diatur mengelilingi halaman ini agar mendapatkan cahaya alami dan ventilasi. Ubin marun dipilih sebagai material utama proyek, karena rumah lama ini juga menggunakannya di bagian teras, dan desainer merasa ubin tersebut mampu menghadirkan nuansa nostalgia dari tempat sebelumnya. Menariknya, warna ini juga serasi dengan identitas visual Kopikina.

Untuk fasadnya, bagian atas dari tampilan asli bangunan sengaja dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah tempat ini, sementara jendela-jendela lebar dipasang di bagian depan, dipisahkan oleh kotak-kotak kayu di luar yang mengalir ke dalam sebagai elemen plafon dan partisi dinding. Strategi renovasi yang bersifat lembut ini menghasilkan ruang baru yang menarik bagi pelanggan baru, namun tetap terasa akrab bagi mereka yang pernah datang sebelumnya.


 

Kopikina Tebet

[Text provided by architect] Before the coffee shop frenzy, Kopikina was one of the first players in the business. Once located in a small store near Casablanca, it moved to this location to accommodate a growing customer base. The existing store was an old house that had been lightly renovated and felt more like an old pub than a coffee shop, where customers would sit in separate rooms without any natural sunlight during the day.

The designer’s first objective was to bring sunlight into the building by removing a metal canopy at the center of the house and digging into the flooring to reveal the soil underneath, creating an inner courtyard. They arranged the private meeting rooms and public seating around this area to ensure access to natural daylight and ventilation. Maroon tiles were chosen as the main material for the project, simply because the old house had used them on the terrace, and the team thought it would evoke a nostalgic feeling of the original place. Surprisingly, the color also matches the branding of the coffee shop.

For the facade, they decided to keep the upper portion of the original structure as an homage to the building’s history, while installing wide windows at the front, separated by wooden boxes on the exterior that continue into the interior as ceiling and wall partitions. These soft renovation strategies resulted in a refreshed space that attracts new customers while feeling strangely familiar to returning ones.


 

Architecture Firm: Studio Terasu
Design Principal(s): Gana Ganesha
Design Team: Gaby Abigail

Name of Project: Kopikina Tebet
Location: South Jakarta
Design Period: March – May 2023
Construction Period: June – December 2023
Site Area: 472.83 sqm.
Floor Area: 324.87 sqm.
Interior Designer: Studio Terasu
Contractor: Edi Supradi

Photographer: Ernest Theofilus


 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X