JF House: Dualisme Ruang antara Ketertutupan dan Keterbukaan
Presented by Pandya Praditya from studioPAPA, at ARCHINESIA “10X10=INFINITY” in The Westin Hotel Surabaya; Thursday, September 18, 2025

[English text below] JF House berdiri di kawasan perumahan lama di Surabaya Timur. Lingkungannya padat, berkarakter horizontal, dan memiliki tingkat keamanan yang relatif rendah. Kondisi ini mendorong rancangan rumah tampil masif dan tertutup dari luar. Dinding tinggi menjadi lapisan pertama perlindungan, sekaligus pernyataan bentuk yang kontras terhadap konteks sekitarnya. Namun di balik tampilan solid itu, arsitektur rumah justru menghadirkan pengalaman ruang yang terbuka dan lapang di dalam.

Desain kemudian diarahkan untuk menciptakan sekuens ruang yang kaya tanpa kehilangan efisiensi. Dari luar, pintu masuk nyaris tak terlihat. Pengunjung diarahkan melalui jalur sempit dan agak gelap menuju foyer yang terbuka ke arah taman dalam. Peralihan dari gelap ke terang ini memberi kejutan visual—dari fasad yang kaku menuju interior yang ringan dan bernapas.


Zonasi rumah disusun secara bertahap: area publik di lantai dasar, area privat di lantai atas. Ruang tamu, ruang makan, dan taman belakang saling terhubung dalam open plan yang mengedepankan fleksibilitas. Klien yang sering mengundang teman untuk kegiatan doa bersama memerlukan ruang yang mudah diatur ulang, sehingga furnitur dapat dipindahkan untuk menampung lebih banyak orang. Elemen home office di lantai dua dibuat melayang di atas ruang publik, memberi kesan ringan sekaligus menciptakan dialog vertikal antara dua lantai.

Secara visual, identitas rumah banyak ditentukan oleh pola chevron pada fasad dan interior. Motif diagonal ini menjadi kontras terhadap garis horizontal rumah-rumah sekitar. Pola tersebut diulang pada panel kayu di area atas, menciptakan kesinambungan antara eksterior dan interior. Sementara palet material didominasi warna putih dan aksen kayu alami yang menambah kehangatan ruang. Salah satu elemen unik adalah jembatan di tengah rumah yang menghubungkan dua area utama. Alih-alih di tepi taman, jembatan ini berada di tengah massa bangunan, menghadirkan sirkulasi yang tidak biasa namun menarik secara visual.
Secara keseluruhan, JF House menampilkan karakter dualistik: maskulin di luar, namun lembut dan hangat di dalam. Kontras ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan akan privasi dan keamanan, tetapi juga ekspresi dari generasi muda yang ingin rumahnya tampil tegas tanpa kehilangan kenyamanan. Dalam keterbatasan lahan dan anggaran, desain ini menunjukkan bagaimana keseimbangan antara keterlindungan dan keterbukaan dapat diwujudkan melalui permainan cahaya, tekstur, dan pola ruang yang terukur. (uci)
JF House: Dualism of Space between Closedness and Openness

JF House is located in an old residential area of East Surabaya. The neighborhood is dense, characterized by low-rise buildings and relatively low security. These conditions led to a design that appears solid and enclosed from the outside. Tall boundary walls serve as the first layer of protection, asserting a bold contrast against the surrounding context. Yet behind its solid exterior, the house reveals an interior spatial experience that feels open and expansive.
The design was developed to create a rich spatial sequence without losing efficiency. From the street, the entrance is almost invisible. Visitors are guided through a narrow, dim passage that leads to a foyer opening toward an inner garden. This transition from darkness to light offers a visual surprise—a moment that shifts from a rigid façade to a light and breathable interior.


The zoning of the house is arranged in layers: public areas on the ground floor and private spaces above. The living room, dining area, and backyard are connected in an open plan that emphasizes flexibility. The client, who often hosts group prayer gatherings, needed a space that can be easily rearranged—allowing furniture to be moved to accommodate more people. A home office on the upper floor is designed to float above the public area, creating a sense of lightness while establishing a vertical dialogue between the two levels.
Visually, the house’s identity is defined by the chevron pattern applied to both the façade and interior. This diagonal motif contrasts sharply with the horizontal lines of the surrounding houses. The pattern is repeated on wooden panels at the upper level, creating continuity between exterior and interior. The material palette is dominated by white tones and natural wood accents, adding warmth to the space. One distinctive element is the bridge located at the center of the house, connecting the two main areas. Instead of running along the garden edge, the bridge sits at the heart of the building mass, introducing an unconventional yet visually engaging circulation.

Overall, JF House embodies a dual character—masculine on the outside, yet soft and warm within. This contrast reflects not only the need for privacy and security but also the expression of a younger generation seeking a home that feels bold without losing comfort. Within its limited site and budget, the design demonstrates how the balance between protection and openness can be achieved through careful play of light, texture, and spatial rhythm. (uci)





Leave a Reply
Be the First to Comment!