IFFINA+ 2026 Hadirkan “Origin in Motion” untuk Mendorong Industri Furnitur Indonesia ke Pasar Global – ARCHINESIA
Widget Image
 

IFFINA+ 2026 Hadirkan “Origin in Motion” untuk Mendorong Industri Furnitur Indonesia ke Pasar Global

IFFINA+ 2026 Hadirkan “Origin in Motion” untuk Mendorong Industri Furnitur Indonesia ke Pasar Global

IFFINA+ 2026 digelar pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, sebagai ajang yang mempertemukan pelaku industri furnitur, desain, interior, dan manufaktur dari Indonesia maupun mancanegara. Melalui pameran ini, IFFINA+ 2026 menjadi wadah untuk memperluas kolaborasi serta mendorong material, keterampilan, desain, dan produk Indonesia agar memiliki nilai tambah dan dapat menjangkau pasar global.

Mengusung tema “Origin in Motion”, IFFINA+ 2026 menyoroti bagaimana kekayaan yang berasal dari Indonesia dapat terus berkembang dan menemukan kemungkinan baru. “Origin” merujuk pada kekayaan material, keterampilan pengrajin, kreativitas desainer, serta identitas yang telah terbentuk dalam perjalanan industri Indonesia. Sementara “Motion” menggambarkan proses membawa berbagai potensi tersebut menuju masa depan melalui desain, teknologi, dan inovasi.

Tema tersebut menjadi kelanjutan dari gagasan yang diangkat IFFINA dalam beberapa tahun sebelumnya, setelah “Sustainability by Design” pada 2024 dan “Story of Origin” pada 2025. Jika tema sebelumnya menyoroti keberlanjutan dan asal-usul sebagai bagian dari identitas produk, tahun ini perhatian diarahkan pada bagaimana berbagai potensi tersebut dapat terus bergerak dan berkembang.

Dalam konteks industri, gagasan tersebut turut disampaikan oleh Deddy Rohimad, Ketua Umum ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia), dalam pembukaan IFFINA+ 2026. Ia menekankan pentingnya keterhubungan antara berbagai sektor industri, mulai dari material, teknologi, desain, produksi, logistik, hingga akses pasar. Keterhubungan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membuka peluang bagi produk Indonesia untuk masuk ke jaringan industri global.

Sementara itu, Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, turut menyoroti potensi Indonesia sebagai salah satu sumber penting rotan dunia. Potensi tersebut perlu dikembangkan lebih jauh menjadi produk dengan nilai tambah, seperti kursi, meja, furnitur, dan berbagai produk desain yang dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Untuk mendukung proses tersebut, IFFINA+ 2026 tidak hanya menampilkan produk akhir, tetapi juga menghadirkan material, komponen, hardware, teknologi produksi, desain, hingga manufaktur. Kehadiran berbagai elemen ini memperlihatkan rantai industri yang saling terhubung, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara desainer, brand, manufaktur, dan pelaku industri lainnya. 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X