Bangunan Tinggi sebagai Medium Inovasi Urban dan Keberlanjutan
Session by Takamori Yamazaki (Nikken Sekkei), Satoshi Ohashi (Zaha Hadid Architects), Chunlin He (Pelli Clarke & Partners), Fung Chi Fai Lok (Jardine Schindler), and moderated by Anila Pramesti at CTBUH 2025 Indonesia Conference, July 10th, 2025
[English text below] Dalam lanskap arsitektur kontemporer, bangunan tinggi tidak lagi dipandang semata sebagai simbol kemajuan, melainkan sebagai perwujudan kompleksitas kota, kemajuan teknologi, dan kebutuhan manusia urban yang terus berkembang. Inovasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan bangunan yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga relevan, adaptif, dan berkelanjutan bagi kehidupan masa kini dan masa depan.

Bagi Zaha Hadid Architects, desain bukanlah entitas yang statis, melainkan sistem yang terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Dalam proses perancangannya, ZHA telah mengintegrasikan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI-driven generation system) serta teknologi desain berbantuan robotik untuk memastikan kualitas desain dan konstruksi yang presisi. Inovasi ini memungkinkan karya-karya mereka tidak hanya responsif terhadap gerak dan aktivitas pengguna, tetapi juga mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup sehari-hari.
Pendekatan fungsional dan kontekstual juga tercermin dalam proyek-proyek Nikken Sekkei. Mereka menunjukkan bagaimana desain bangunan tinggi dapat menjadi hasil dialog antara bentuk, fungsi, dan lingkungan. Menara Astra di Jakarta, misalnya, mengadopsi bentuk aerodinamis bukan hanya demi aspek visual, tetapi juga sebagai strategi struktural untuk menghadapi tekanan angin. Sementara itu, One Za’abeel di Dubai menjadi contoh pencapaian teknik melalui struktur cantilever sepanjang 67 meter yang menghubungkan dua menara, menciptakan pengalaman ruang yang berbeda dan berkesan bagi penggunanya.
Chunlin He dari Pelli Clarke & Partners menambahkan perspektif tentang pentingnya menyatukan nilai komersial dan kepentingan publik dalam desain bangunan tinggi. Baginya, keberlanjutan bukan sekadar parameter teknis, melainkan strategi menyeluruh untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi kota dan masyarakatnya.
Aspek penting lainnya dalam desain bangunan tinggi adalah sistem sirkulasi vertikal. Jardine Schindler menekankan bahwa inovasi dalam sistem digital dan layanan berbasis teknologi memungkinkan konektivitas yang lebih efisien, fleksibel, dan adaptif terhadap perubahan fungsi di dalam bangunan. Dalam konteks arsitektur vertikal, hal ini sangat krusial untuk memastikan pengalaman ruang yang menyeluruh, lancar, dan berkesinambungan bagi para penggunanya.
Pada akhirnya, inovasi bukan hanya soal kebaruan bentuk, melainkan tentang bagaimana desain mampu merespons krisis ekologis, kebutuhan manusia, dan dinamika sosial secara bersamaan. Bangunan tinggi hadir lebih dari sekadar struktur menjulang—ia menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, membangun koneksi, dan merancang masa depan kota yang inklusif dan berkelanjutan. (uci)

High-Rise Buildings as a Medium for Urban Innovation and Sustainability
In contemporary architecture, high-rise buildings are no longer seen merely as symbols of progress but as tangible expressions of urban complexity, technological advancement, and the evolving needs of city dwellers. Innovation now serves as a foundational principle in designing buildings that are not only visually striking but also relevant, adaptable, and sustainable for both present and future urban life.
For Zaha Hadid Architects, design is not a static entity but a system that evolves and adapts to the demands of its time. Their design processes have incorporated AI-driven generation systems and robotic-assisted design technologies to ensure precision in both design and construction. These innovations enable their architecture to respond not only to the movement and behavior of users but also to contribute meaningfully to the everyday quality of life.
A functional and contextual approach is also evident in the work of Nikken Sekkei. Their high-rise projects demonstrate how architectural form can emerge from a dialogue between aesthetics, performance, and the environment. The Astra Tower in Jakarta, for example, adopts an aerodynamic shape not only for visual impact but also as a structural strategy to mitigate wind loads. Meanwhile, One Za’abeel in Dubai showcases advanced engineering with a 67-meter cantilever that connects two towers—creating a unique spatial experience for its users.
Chunlin He of Pelli Clarke & Partners adds a perspective on the importance of balancing commercial value with public interest in high-rise design. For him, sustainability is more than just a technical metric; it’s a long-term strategy for creating enduring value for cities and their inhabitants.
Another critical aspect of high-rise architecture is vertical circulation. Jardine Schindler highlights how digital innovation and technology-based services are enabling more efficient, flexible, and adaptive connectivity within tall buildings. In vertical structures, this becomes essential to ensure seamless, holistic spatial experiences for occupants.
Ultimately, innovation in high-rise design extends beyond formal novelty. It is about how architecture can simultaneously address ecological crises, human needs, and social transformation. More than just towering structures, high-rises today serve as media for expressing ideas, forging connections, and shaping cities that are inclusive, resilient, and sustainable. (uci)
Leave a Reply
Be the First to Comment!