Transformasi Kota Lewat Arsitektur Vertikal dan Inovasi Digital – ARCHINESIA
Widget Image
 

Transformasi Kota Lewat Arsitektur Vertikal dan Inovasi Digital

Transformasi Kota Lewat Arsitektur Vertikal dan Inovasi Digital

Session by Davy Sukamta (Davy Sukamta & Partners), Zhizhe Yu (AI Planetworks), Adiyatma R. (Turner & Townsend), Kevin Jose (Aedas), and moderated by Putri Anindia at CTBUH 2025 Indonesia Conference, July 10th, 2025

[English text below] Berdasarkan hasil penelitian, diperkirakan bahwa pada tahun 2030 jumlah populasi yang tinggal di wilayah perkotaan akan mencapai 5 miliar jiwa. Proyeksi ini menjadi salah satu alasan utama mengapa gedung tinggi—atau konsep vertical urbanism—semakin dibutuhkan sebagai solusi hunian. Bangunan bertingkat tinggi sering dikaitkan dengan efisiensi energi, optimalisasi lahan, pencegahan perluasan kota secara horizontal, pelestarian lingkungan, serta perlindungan terhadap lahan pertanian.

Namun demikian, kota besar seperti Jakarta tetap tidak luput dari risiko bencana alam, seperti gempa bumi. Oleh karena itu, antisipasi melalui peningkatan seismic resilience (ketahanan terhadap gempa) menjadi sangat penting. Saat ini, Indonesia tengah berupaya merancang struktur bangunan yang lebih presisi dalam menghadapi risiko seismik, antara lain dengan memperbarui kode bangunan dan sistem pemetaan. Langkah ini dilakukan agar pembangunan gedung tinggi memenuhi standar teknis yang berlaku dan aman diterapkan.

Ketika berbicara tentang ketepatan perhitungan struktur pada gedung tinggi, perlu ditekankan bahwa akurasi sudah harus dimulai sejak tahap perancangan. Dengan semakin terbatasnya ketersediaan lahan dan naiknya nilai properti, gedung tinggi kini dituntut untuk bersifat multifungsi—mengintegrasikan berbagai fungsi dalam satu bangunan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan ruang dan menjawab tantangan kepadatan kota. Selain itu, gaya hidup modern mendorong kebutuhan akan ruang yang mendukung ekosistem live-work-play, desain yang berorientasi pada transit (transit-oriented design), serta bangunan serbaguna.

Dalam konteks inilah, peran teknologi sebagai tulang punggung transformasi menjadi sangat krusial, terutama pada tiga aspek utama: desain dan penyampaian, pemeliharaan dan operasional bangunan, serta keamanan dan pengalaman pengguna. Semua tahapan ini kini terbantu dengan hadirnya alat-alat digital seperti Building Information Modeling (BIM) dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi mutakhir seperti aplikasi pengolah data dan perangkat analisis keberlanjutan terbukti mampu meningkatkan efisiensi proses desain. Kemajuan alat desain inilah yang membuat proses perancangan semakin akurat dan relevan dengan kebutuhan zaman. (flw)


 

Urban Transformation Through Vertical Architecture and Digital Innovation

According to research, by the year 2030, the global urban population is projected to reach 5 billion people. This rapid urban growth underscores the need for vertical living solutions—commonly known as vertical urbanism. High-rise buildings are often associated with energy efficiency, land optimization, containment of urban sprawl, environmental preservation, and the protection of agricultural land.

However, major cities like Jakarta are not immune to natural disasters such as earthquakes. As a result, seismic resilience has become a crucial consideration in urban development. Indonesia is currently working to improve the precision of its structural designs by updating building codes and seismic mapping systems. These measures aim to ensure that high-rise construction complies with safety standards and risk mitigation protocols.

Accuracy in structural design must begin at the early planning stages. With land becoming increasingly scarce and expensive, high-rise buildings are now expected to be multifunctional—integrating a range of uses while maximizing space and addressing urban density. The demand for modern lifestyles also drives the need for environments that support live-work-play ecosystems, transit-oriented development, and mixed-use buildings.

In this context, technology plays a vital role as the backbone of transformation, especially across three key aspects: design and delivery, building maintenance and operations, and user safety and experience. Each stage of development has increasingly benefited from tools like Building Information Modeling (BIM) and artificial intelligence (AI). Advanced technologies—such as data processing applications and sustainability analytics—have significantly improved design efficiency. These innovations enable architects and engineers to create more accurate, responsive, and future-ready urban solutions.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X