UIA Forum 2024 Ditutup dengan The Kuala Lumpur Declaration: Merayakan Keragaman dan Masa Depan yang Berkelanjutan
[English text below] Setelah berlangsung selama tiga hari pada 15-17 November 2024, UIA Forum yang diadakan di Kuala Lumpur Convention Center resmi ditutup dengan membacakan The Kuala Lumpur Declaration. Mengusung tema “DiverseCity,” forum ini mengajak peserta dari berbagai belahan dunia untuk mengeksplorasi dan merayakan keragaman budaya dalam konteks lanskap perkotaan yang terus berkembang.

Pada acara penutupan tanggal 17 November, Presiden Pertubuhan Akitek Malaysia (PAM), Prof. Ar. Adrianta Aziz, bersama Presiden International Union of Architects (UIA), Regina Gonthier, membacakan The Kuala Lumpur Declaration. Deklarasi ini menegaskan kembali komitmen global untuk menempatkan manusia sebagai inti dari pembangunan urban dan wilayah.
Deklarasi ini menggarisbawahi pentingnya kota sebagai pusat dinamika interaksi budaya yang mampu menciptakan keseimbangan antara tradisi, inovasi, serta keberlanjutan. Kota-kota tidak hanya harus menjadi ruang yang inklusif, tangguh, dan menghormati keberagaman budaya maupun lingkungan, tetapi juga mampu memberikan masa depan yang adil dan berdaya tahan bagi semua.
Tiga prinsip inti The Kuala Lumpur Declaration adalah:
- Inklusi dalam kawasan urban
- Keseimbangan antara nilai-nilai budaya lokal dan inovasi modern
- Menciptakan kesempatan yang setara dalam profesi arsitektur
Forum ini pun ditutup dengan pengumuman bahwa Barcelona akan menjadi tuan rumah UIA World Congress of Architects 2026. Hal ini menandai sejarah baru, karena Barcelona menjadi kota pertama yang dua kali menjadi tuan rumah acara bergengsi tersebut.

UIA Forum 2024 Closes with The Kuala Lumpur Declaration: Celebrating Diversity and a Sustainable Future
The UIA Forum, held at the Kuala Lumpur Convention Center from November 15 to 17, 2024, officially closed with the reading of The Kuala Lumpur Declaration. Carrying the theme “DiverseCity,” the forum invited participants from various parts of the world to explore and celebrate cultural diversity in an ever-evolving urban landscape.
At the closing ceremony on 17 November, President of Pertubuhan Akitek Malaysia (PAM), Prof. Ar. Adrianta Aziz, together with President of the International Union of Architects (UIA), Regina Gonthier, read The Kuala Lumpur Declaration. This declaration reaffirms the global commitment to placing humans at the heart of urban and regional development.
This declaration underlines the importance of cities as centers of dynamic cultural interactions that are able to create a balance between tradition, innovation, and sustainability. Cities must not only be inclusive, resilient, and respectful of cultural and environmental diversity but also provide a just and resilient future for all.
The three core principles of the Kuala Lumpur Declaration are:
- Inclusion in urban spaces
- Balance between local cultural values and modern innovation
- Creating equal opportunities in the architectural profession
The forum concluded with the announcement that Barcelona will host the UIA World Congress of Architects 2026. This marks a new milestone, as Barcelona becomes the first city to host the prestigious event twice.
Leave a Reply
Be the First to Comment!