Ringan, Jujur, Terbuka — Menyelami Ruang Tropis Elys Kitchen – ARCHINESIA
Widget Image
 

Ringan, Jujur, Terbuka — Menyelami Ruang Tropis Elys Kitchen

Ringan, Jujur, Terbuka — Menyelami Ruang Tropis Elys Kitchen

Presented by Dipta Dhurandhara & Witrishna Artistiari from Tudots Studio, at ARCHINESIA “10X10=INFINITY” in Plumeria Ballroom, Padma Resort Legian, Bali; Friday, October 17, 2025

[English text below] Di tengah kawasan kuliner Kerobokan yang terus berkembang, Elys Kitchen hadir sebagai ruang makan tropis yang menonjol lewat kesederhanaan bentuk dan kehangatan atmosfernya.

Elys Kitchen di Kerobokan merupakan cabang dari restoran yang sebelumnya berdiri di Ubud sebagai bagian dari fasilitas hotel Adiwana Unagi, Sueko. Lokasinya berada di Jalan Pengubengan Kauh, area yang dipadati kafe, bar, dan restoran lain. Tantangan utama proyek ini terletak pada bentuk tapak yang panjang dan sempit. Kondisi tersebut mendorong perancang untuk menciptakan pengalaman ruang yang tidak monoton. Tata massa disusun secara lugas dengan area parkir di bagian depan dan sisi timur, restoran di tengah, serta dapur dan area servis di bagian belakang. Meski terkesan sederhana, penataan ini memberikan ritme dan keseimbangan yang jelas antara fungsi publik dan servis.

Di sisi barat, masih tersisa sebidang kecil sawah yang dimanfaatkan sebagai potensi visual. Pemandangan tersebut menjadi latar alami yang memperkuat karakter tropis restoran. Dua massa utama—restoran dan servis—dipisahkan oleh kolam air yang juga berfungsi sebagai elemen transisi menuju area masuk. Kehadiran kolam menciptakan kesan reflektif dan menambah kedalaman ruang. Komposisi bangunan di atasnya dibuat seolah melayang di atas permukaan air. Untuk menghindari kesan berat pada lantai dua, bentuk massa diberi sedikit putaran, sementara void tangga dimanfaatkan sebagai elemen yang memperkaya proporsi.

Secara visual, bangunan ini tampil jujur dengan material yang apa adanya: beton ekspos, kayu, besi, dan cat bertekstur kasar. Pemilihan material ini tidak hanya memperkuat ekspresi arsitektural, tetapi juga memungkinkan proses pembangunan yang efisien dan cepat. Transparansi menjadi karakter utama fasad. Hubungan visual antara interior dan jalan di depannya membuat aktivitas di dalam restoran dapat terlihat dari luar, menambah kesan hidup dan keterbukaan ruang.

Pada area belakang, massa bangunan digunakan untuk kantor dan hidden bar yang terhubung langsung dengan restoran utama. Area masuk didesain dengan langit-langit tinggi dan kisi-kisi kayu. Elemen ini menciptakan permainan cahaya alami dan bayangan yang lembut di sepanjang jalur menuju ruang makan. Interiornya dirancang hangat dan fungsional, dengan pola lantai dan detail yang memperkaya pengalaman tanpa terasa berlebihan. Lanskap di sekitarnya melengkapi suasana tropis yang santai, mempertegas hubungan antara ruang, cahaya, dan material alami.

Kini, Elys Kitchen Kerobokan bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang sosial yang hidup bagi berbagai komunitas lokal. Di balik tampilannya yang sederhana, bangunan ini menawarkan pengalaman ruang yang ringan, efisien, dan terbuka. (uci)


 

Light, Honest, Open — Experiencing the Tropical Space of Elys Kitchen

Amid the ever-growing culinary scene of Kerobokan, Elys Kitchen emerges as a tropical dining space defined by its simplicity of form and warmth of atmosphere.

Elys Kitchen in Kerobokan is an extension of its original branch in Ubud, part of the Adiwana Unagi, Sueko hotel complex. Located on Jalan Pengubengan Kauh, the restaurant sits within a dense area lined with cafés, bars, and eateries. The main challenge of the project lay in its long and narrow plot. This condition encouraged the designers to create a spatial experience that avoids monotony. The massing is laid out straightforwardly: parking areas are positioned at the front and east side, the main dining area occupies the center, and the kitchen with service areas sits at the rear. Despite its simplicity, this organization creates a clear rhythm and balance between public and service functions.

On the western side, a small patch of rice field remains and is used as a visual asset. The view serves as a natural backdrop that strengthens the restaurant’s tropical character. Two primary volumes—the restaurant and service area—are separated by a reflecting pond, which also functions as a transitional element leading to the entrance. The pond adds depth and a sense of calm, while the building above it appears to float lightly on the water’s surface. To avoid a heavy impression on the second floor, the volume is slightly rotated, and the stair void becomes an element that enhances proportion and visual play.

Visually, the building expresses honesty through its raw material palette: exposed concrete, wood, metal, and textured paint. These materials not only reinforce its architectural expression but also allow for an efficient and rapid construction process. Transparency defines the façade. The visual connection between the interior and the street allows restaurant activities to be visible from outside, creating a sense of liveliness and openness.

At the back, the building accommodates an office and a hidden bar directly connected to the main restaurant. The entrance area features a high ceiling and wooden screens that filter natural light, casting soft shadows along the path toward the dining space. The interior is warm and functional, with floor patterns and detailing that enrich the spatial experience without overwhelming it. The surrounding landscape complements the relaxed tropical atmosphere, emphasizing the interplay between space, light, and natural materials.

Today, Elys Kitchen Kerobokan stands not only as a place to eat but as a vibrant social space for the local community. Beneath its modest appearance, the building offers a spatial experience that is light, efficient, and open. (uci)


 

 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X