Riri & Ren: Membaca Ulang Perjalanan, Ruang, dan Keraguan – ARCHINESIA
Widget Image
 

Riri & Ren: Membaca Ulang Perjalanan, Ruang, dan Keraguan

Riri & Ren: Membaca Ulang Perjalanan, Ruang, dan Keraguan

Siapa yang tidak mengenal Riri Yakub dan Ren Katili—dua arsitek progresif di Indonesia yang aktif berbagi di media sosial dan kerap memantik diskusi seputar praktik arsitektur kontemporer. Pertemuan mereka kali ini menjadi ruang untuk kembali menelusuri perjalanan tersebut: perjalanan yang tidak selalu linear, namun justru kaya akan cerita.

Kedekatan keduanya bermula dari proyek dokumentasi mengenai keseharian arsitek muda pada 2016, sebuah inisiatif yang mempertemukan pandangan mereka tentang tantangan praktik profesional. Dari situ tumbuh relasi yang berkembang melampaui percakapan daring—hingga kemudian membawa mereka pada kolaborasi merancang sebuah hunian bersama. Pertemuan terbaru ini terasa seperti kesempatan untuk melihat kembali jejak itu: bagaimana setiap langkah, belokan, dan kesimpulan pribadi ikut membentuk cara mereka memahami ruang dan profesi.

source: https://www.instagram.com/arsitektropis/

Pada momen tersebut, Ren memperkenalkan BUGARU: Bukan Garis Lurus, novel yang mengangkat dinamika seorang arsitek yang menapaki jalur penuh ketidakpastian. Alih-alih merayakan pencapaian, buku ini menyoroti lapisan-lapisan yang sering tersembunyi dari publik: perjuangan, pergulatan, serta keputusan-keputusan kecil yang mempengaruhi perjalanan kreatif. Kisah di dalamnya menyiratkan bahwa meski arsitek bekerja dengan garis terukur, hidup mereka jarang mengikuti pola yang sama lurusnya.

Riri, di sisi lain, tengah merefleksikan lima belas tahun Atelier Riri melalui pameran A Life Less Ordinary. Baginya, arsitektur adalah proses memahami hubungan manusia dan ruang, bukan sekadar bentuk yang dilihat mata. Pameran tersebut menjadi cara untuk membaca ulang pembelajaran, perubahan, dan dinamika studio yang selama ini membentuk karakter mereka sebagai perancang.

Dari percakapan keduanya muncul satu benang merah: bahwa arsitektur selalu terkait dengan proses menjadi manusia. Setiap proyek bukan hanya hasil akhir, tetapi kumpulan pengalaman yang membentuk cara berpikir dan cara bekerja. Perjalanan mereka mungkin tidak lurus, namun justru ketidaklurusan itulah yang membuatnya penuh makna—sebuah perjalanan yang less ordinary, tetapi justru karena itu terasa begitu nyata dan manusiawi. (afm/uci)

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X