Indonesian Architects Week Kuala Lumpur (IAWKL) 2024: Panggung Arsitektur Indonesia di Kancah Internasional
Indonesian Architects Week kembali hadir secara langsung di Kuala Lumpur, Malaysia, menghadirkan IAWKL2024 sebagai bagian dari acara pendukung UIA2024KL yang diorganisir oleh Pertubuhan Akitek Malaysia (PAM). Dengan kurasi Rizki Supratman dan Trianzani Sulshi, tahun ini IAWKL mengusung tema Equatorial Synaesthesia: An Exploration of Sensory Harmony and Spatial Perception, Revisiting the Tenets of Critical Regionalism. Tema ini membawa perspektif baru bagi arsitektur di wilayah tropis, menekankan bagaimana arsitektur merespons alam dan budaya lokal dengan pendekatan kritis yang khas.
Melalui Equatorial Synaesthesia, pameran ini mengajak publik untuk merasakan arsitektur tidak sekadar sebagai bangunan fisik, namun sebagai respons penuh makna terhadap alam tropis yang ekstrem. Dari panas terik hingga kelembapan tinggi, arsitektur Indonesia menyeimbangkan kebutuhan manusia dengan tantangan lingkungan. Pameran ini memancing diskusi tentang bagaimana arsitektur tropis mampu memfasilitasi interaksi manusia dengan alam sembari menanggapi karakteristik budaya setempat.

Sebanyak 70 firma arsitektur dari 11 provinsi di Indonesia akan berpartisipasi dalam pameran ini, yang digelar mulai 14 hingga 23 November 2024 di The Godown, Kuala Lumpur. Agar lebih mudah dinavigasi, pameran ini dibagi dalam empat klaster tematik: Adaptive Architecture, Cultural and Ecological Resonance, Multisensory Experience, dan Climate-Sensitive Design. Masing-masing klaster mengangkat pendekatan unik setiap firma dalam mendesain, mulai dari adaptasi bangunan yang lebih efisien, koneksi budaya dan ekologi, pengalaman multisensori, hingga desain yang peka terhadap iklim.




Kolaborasi antara Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menjadikan IAWKL2024 sebagai model inisiatif gotong-royong yang memupuk kerja sama antar arsitek Indonesia. Indonesian Architects Week sendiri merupakan gagasan LABO., firma arsitektur asal Bandung, sejak tahun 2011. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan arsitektur Indonesia kepada dunia, menunjukkan kontribusi arsitek Indonesia di panggung global melalui karya dan pemikiran mereka. Selain itu, ajang ini juga menjadi momen berharga bagi para arsitek Indonesia yang berkiprah di luar negeri untuk kembali terhubung dengan rekan sejawat. Dewan Penasihat IAW, termasuk Andra Matin, Wendy Djuhara, Imelda Akmal, Nelly L. Daniel, dan Deddy Wahjudi, turut mendukung acara ini dengan perspektif mereka yang berpengaruh di dunia arsitektur.


Tahun ini, kehadiran Nusae, NOUV, dan Studio Paniisan memperkaya pengalaman pameran IAWKL2024 dan menjadikannya sebuah dialog dan presentasi arsitektur yang relevan dengan dunia internasional. Disponsori oleh TEKA sebagai sponsor utama dan dukungan dari berbagai perusahaan seperti Hobby Motor, Sandei, Intereka, Suzuka Paint, Artemi, serta BAGASI, IAWKL2024 siap menjadi panggung berkelas internasional untuk arsitektur Indonesia. (uci)

Leave a Reply
Be the First to Comment!