Rangkai Rancah Raih Best 1×1 Exhibition di Bintaro Design District 2026

Instalasi Rangkai Rancah, yang diinisiasi oleh ARCHINESIA dan didesain oleh Trianzani Sulshi dari Studio Aliri, meraih penghargaan Best 1×1 Exhibition pada Bintaro Design District (BDD) 2026. Penghargaan ini menjadi salah satu penanda dalam momentum 15 tahun perjalanan ARCHINESIA. Selama ini, ARCHINESIA secara konsisten membangun ruang dialog dan kolaborasi bagi dunia arsitektur.
Dirancang sebagai instalasi peringatan 15 tahun ARCHINESIA, Rangkai Rancah berangkat dari gagasan bahwa arsitektur selalu lahir melalui hubungan antara material, teknologi, industri, dan manusia. Gagasan ini diterjemahkan ke dalam sebuah sistem konstruksi yang sederhana. Melalui proses perakitan dan pengulangan modul, sistem tersebut mampu menghadirkan pengalaman ruang yang kaya.


Struktur instalasi menggunakan glulam timber produksi Buana Triarta dengan satu profil berukuran 12 × 38 mm yang dirangkai menjadi lima variasi komponen sepanjang 350–1.200 mm. Panel kain cetak produksi Sandei dan tata cahaya rancangan Ryan Salim dari ERRELUCE melengkapi instalasi ini. Keterlibatan berbagai pihak tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah karya arsitektur dapat terwujud melalui kolaborasi.

Lebih dari sebuah instalasi, Rangkai Rancah merefleksikan cara ARCHINESIA membangun ekosistem arsitektur selama 15 tahun terakhir. Sejak terbit pada 2011, ARCHINESIA Bookgazine mendokumentasikan perkembangan arsitektur Asia Tenggara melalui pendekatan editorial yang kritis. Seiring perjalanannya, peran ARCHINESIA berkembang melampaui media cetak. ARCHINESIA kini juga hadir melalui archinesia.com, media sosial, serta berbagai program yang mempertemukan arsitek, akademisi, pelaku industri, dan publik dalam satu ruang dialog.
Selama lebih dari satu dekade, ARCHINESIA secara konsisten menyelenggarakan berbagai program. Di antaranya ialah ARCHINESIA Master Talk, ASEAN Seminar, Seminar, Academy, Tour, Forum Arsitektur, Sharing Session, hingga Round Table Discussion. Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan arsitek, akademisi, dan pelaku industri dari berbagai negara di Asia Tenggara. Melalui berbagai pertemuan tersebut, ARCHINESIA berupaya membangun dialog, memperluas konektivitas, serta memperkuat jejaring antarsitek di kawasan.
Berangkat dari komitmen tersebut, ARCHINESIA berharap media, platform digital, dan berbagai kegiatan yang diselenggarakannya dapat terus memberikan kontribusi kecil, bagi perkembangan arsitektur di Indonesia dan Asia Tenggara.


Leave a Reply
Be the First to Comment!