Menyelaraskan Budaya dan Keberlanjutan: Desain Plant Culture oleh Bun&Lau
Presented by Sandy Bunardi from Bun&Lau, at ARCHINESIA “10X10=INFINITY” in Ciputra Artpreneur; Tuesday, October 1, 2024

[English text below] Plant Culture, sebuah restoran di Alam Sutera yang menawarkan pengalaman kuliner sehat – plant based. Dua elemen yang diangkat adalah “plant” – mengacu pada konsep makanan berbasis nabati, dan “culture” yang diaplikasikan pada desain ruangnya.

Desain restoran ditata berdasarkan kebutuhan ruang dan tipe tempat duduk. Salah satunya adalah bentuk area duduk yang terinspirasi dari lubang kertas pada buku spiral. Tatanan ini membuat interior bangunan menjadi lebih dinmis. Selain itu, akses masuk restoran dirancang dengan entrance utama, samping, dan belakang untuk mempermudah aktivitas loading.




Furnitur yang digunakan di Plant Culture pun dirancang dengan menerapkan elemen arsitektur tradisional Joglo. Bun&Lau merancang kursi dan meja dengan sistem sambungan kayu tradisional tanpa paku, terinspirasi dari purus, lanangan, dan penglaret pada struktur Joglo. Meja dan kursi ini dinamakan “OGLO” (menghilangkan huruf J pada Joglo). Proses desainnya pun melalui proses R&D dengan pembuatan mock-up untuk menguji kekuatan dan ketahanan furnitur tersebut.
Selain itu, elemen desain interior yang mendalam juga tampak pada penggunaan kisi-kisi horizontal di bagian fasad yang terinspirasi dari krepeyak, untuk mengatur masuknya cahaya matahari dari arah barat. Interiornya didominasi oleh palet warna netral seperti hitam, putih, dan abu-abu dengan teraso sebagai material lantai, yang bertujuan untuk membuat warna makanan yang disajikan menjadi lebih menonjol. Penggunaan material alami, batu-batuan, dan tanaman semakin memperkuat kesan alami yang dihadirkan di dalam ruang.
Keseluruhan desain Plant Culture menunjukkan kolaborasi yang cermat antara elemen tradisional dan modern, dengan prinsip keberlanjutan yang juga terlihat dari pemanfaatan limbah batu sebagai aksen dinding. Bun&Lau pun menciptakan ruang yang menyelaraskan cita rasa kuliner dengan atmosfer yang hangat dan ramah lingkungan, menjadikannya tempat yang unik dan berkesan bagi setiap pengunjung. (ozn/uci)
Harmonizing Culture and Sustainability: Plant Culture Design by Bun&Lau
Plant Culture, a restaurant in Alam Sutera, offers a unique, health-centered, plant-based dining experience. The design is rooted in two elements: “plant,” referring to its plant-based food concept, and “culture,” reflected in the spatial design.


The restaurant layout is tailored to seating needs and different seating types. One distinct feature is a seating arrangement inspired by the perforated edges of a spiral-bound notebook, adding a dynamic quality to the interior. Additionally, the restaurant offers multiple entry points—main, side, and rear entrances—to streamline loading activities.
The furniture in Plant Culture embodies traditional Joglo architecture. Bun&Lau designed tables and chairs using traditional wood joinery, inspired by Joglo’s structural elements like purus, lanangan, and penglaret, without any nails. This furniture series, called “OGLO” (dropping the “J” from Joglo), underwent rigorous R&D with mock-ups to test durability.
The design also integrates a horizontal screen on the western facade, inspired by krepeyak, to manage sunlight exposure. Inside, the space is characterized by a neutral palette of black, white, and gray, with terrazzo floors enhancing the color of the food served. Natural materials, stones, and plants further emphasize an organic ambiance.
Overall, Plant Culture’s design thoughtfully balances traditional and modern elements, with sustainability principles evident in the use of stone waste as a wall accent. Bun&Lau has created a space that harmonizes culinary artistry with a warm, eco-friendly atmosphere, offering guests a uniquely memorable experience. (uci)
Architecture Firm: Bun&Lau
Design Principal(s): Sandy Bunardi, Santy Lau
Design Team: Tiffany Kharisma, Hanifah Candraningtyas
Name of Project: Plant Culture
Location: Ruko Woodlake, Alam Sutera, Tangerang
Owner: PT. Hexagon Business Mitrasindo
Design Period: January – April 2023
Construction Period: August – December 2023
Interior Designer: Bun&Lau
Contractor: Candi Wibawa (Avatara – Interior Contractor), Ujang (Civil Contractor), Delta Electronics (HVAC Contractor)
Lighting: Wilsen Gautama (Lume Lighting)
Lighting Team: Natasha Vania
Photographer: Kung Photograph
PRODUCT SERIES
Flooring: Kaspia, The Stone Art
Walls: Lalapis Stone
Paint: Dulux Paints
Ceiling: Jayaboard
Sanitary: TOTO Indonesia
Kitchen: PT. Menara Andalan Mitra
Furniture: PD. Muara Berkah, Sukabumi


Leave a Reply
Be the First to Comment!