ICAD 2024: Menjelajahi Karya Seni, Imajinasi, dan Narasi UNEXPECTED – ARCHINESIA
Widget Image
 

ICAD 2024: Menjelajahi Karya Seni, Imajinasi, dan Narasi UNEXPECTED

ICAD 2024: Menjelajahi Karya Seni, Imajinasi, dan Narasi UNEXPECTED

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) kembali hadir untuk edisi ke-14, berlangsung dari 10 Oktober hingga 10 November 2024 di grandkemang Jakarta. Dengan tema “UNEXPECTED”, pameran ini mengundang para seniman, desainer, dan pemikir untuk menganalisis kondisi sosial saat ini dan berspekulasi tentang pandangan alternatif serta strategi menghadapi masa depan. 

Salah satu sorotan utamanya adalah Tribute to A.D. Pirous, pionir pendidikan desain grafis di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pelopor seni abstrak modern di Indonesia. Sebagai penghormatan kepada karyanya yang melintasi batas waktu, ICAD menghadirkan instalasi dan pameran yang menyoroti kontribusi Pirous sebagai seniman, pemimpin, dan pendidik. 

Tidak hanya itu, lanskap Kalimantan juga mendapat perhatian khusus, menampilkan karya-karya dari sejumlah seniman dan kolektif yang mengungkap narasi tersembunyi di pulau tersebut, membuka mata publik terhadap kisah-kisah yang jarang terdengar.

Di kategori In Focus, ICAD menyajikan suara-suara kritis di Asia Tenggara dari seniman terkemuka di Indonesia, Kamboja, dan Thailand, seperti Anida Yoeu Ali, Anusapati, dan Jarupatcha Acha Vasmit.

The Buddhist Bug (karya Anida Yoeu Ali)

The Ring of Fire (karya Anusapati)

Floating Forest (karya Jarupatcha Acha Vasmit)

ICAD edisi ke-14 juga menampilkan peserta terpilih dari kategori Featured & Open Call, yang pandangannya terbagi dalam empat zona yang menjadi refleksi penting tentang bagaimana seni kontemporer dapat membuka ruang baru bagi interpretasi sosial dan budaya.

1. Absurditas dan fantasi sebagai instrumen untuk melihat melampaui realitas, sejarah, dan akal sehat.

2. Kreasi untuk menyintas di masa ketidakpastian ini.

3. Perhatian terhadap narasi yang jarang disorot: perspektif terhadap masyarakat adat, orang-orang di dalam diaspora, dan kaum difabel.

4. Imajinasi ulang mengenai hubungan kita dengan alam.

Selain itu, pengalaman di ICAD semakin diperkaya dengan jantung kuratorial yang dipresentasikan melalui karya seni sekaligus panggung dan ruang komunal, serta dikelilingi oleh pameran kursi unik karya 18 desainer dan seniman.

ICAD tahun ini pun hadir lebih dari sekadar pameran seni dan karya desain sesuai dengan tema, tetapi juga merangsang spekulasi tentang “apa yang mungkin terjadi andai dulu…” dan “apa yang akan terjadi bila…”

 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X