DK.52 House – ARCHINESIA
Widget Image

DK.52 House

[English text below, provided by the architect] Residensi Singgasana Bandung merupakan sebuah karya arsitektur yang memadukan desain modern dengan elemen alam, menciptakan ruang hunian yang harmonis sekaligus hangat. Berada di lingkungan yang tenang dan privat, rumah tiga lantai ini memiliki elemen khas berupa void besar yang menembus seluruh lantai, menghadirkan permainan cahaya, ruang, serta keterhubungan komunikasi antaranggota keluarga.

Fasad rumah menampilkan secondary skin kontemporer dari bilah kayu ulin yang dirancang dengan presisi untuk memberikan keteduhan sekaligus menjaga privasi. Elemen ini tidak hanya memperkaya ekspresi visual bangunan, tetapi juga berfungsi praktis untuk kenyamanan penghuni. Pada lantai dua, secondary skin sekaligus menjadi pelindung ruang tidur utama, menciptakan area privat di tengah dinamika aktivitas rumah.

Memasuki rumah melalui pintu pivot besar berlapis bilah kayu, tamu langsung disambut oleh foyer dengan taman dalam yang menjadi transisi tenang dari luar menuju ruang interior. Taman dalam dan bangku depan berfungsi sebagai ruang komunal yang mendorong interaksi dengan tamu sekaligus menjaga kedekatan dengan alam.

Ruang keluarga dan ruang makan di lantai utama dirancang terbuka dengan void yang menghubungkan ketiga lantai, memberi kualitas ruang yang lapang dan dinamis. Void ini ditutup skylight pada atap, sehingga cahaya alami dapat melimpahi interior sepanjang hari. Tangga dirancang ringan dengan struktur floating dan railing kaca tanpa bingkai. Di bawahnya, sebuah taman zen menambah sentuhan natural yang memperkuat atmosfer tenang di dalam rumah.

Pusat perhatian rumah berada pada kamar tidur utama di lantai dua, yang diarahkan langsung ke area void. Jendela yang dapat dibuka setengah berfungsi ganda: memungkinkan komunikasi dengan lantai lain, sekaligus memastikan keamanan karena berfungsi sebagai railing. Jalur masuk kamar utama menghadap taman dalam, dibingkai rimbunan pohon kop. Desain biofilik di dalam dan luar kamar menghadirkan keterhubungan yang mulus dengan alam, diperkuat oleh limpahan cahaya alami.

Lantai tiga menampung kamar tidur anak, kamar mandi, serta ruang multifungsi dengan bukaan skylight. Saat ini, ruang tersebut digunakan sebagai studio foto, memberi fleksibilitas bagi istri untuk bekerja dari rumah dalam suasana terang alami. Secara keseluruhan, desain rumah ini merepresentasikan pendekatan hunian yang holistik—mengintegrasikan estetika modern, fungsi ruang yang adaptif, serta keterikatan mendalam dengan alam.


 

DK.52 House

[Text provided by the architect] The Singgasana Bandung Residence is an architectural marvel that seamlessly blends modern design with elements of nature, creating a harmonious and inviting living space. Nestled within a secluded neighborhood, this three-story house features a distinctive element—an expansive void running through all floors, fostering a dynamic interplay of light, space, and communication between family members.

The exterior showcases a contemporary secondary skin made of ironwood slats, meticulously crafted to provide both shade and privacy. This innovative feature not only adds a touch of modern elegance but also serves a functional purpose, ensuring comfort within the residence. On the second floor, the secondary skin discreetly shields the master bedroom, offering a private retreat within the bustling household.

Upon entering through the grand pivot door adorned with wood slats, guests are welcomed into a foyer enriched with an inner garden, creating a serene transition from the outside world into the inviting interiors. The inner garden and front bench serve as communal spaces, encouraging conversations with guests while maintaining a strong connection with nature.

The open-concept living and dining areas on the main floor are defined by a void that extends across all three levels, bringing an airy and playful quality to the space. The void is crowned by a skylight, allowing abundant natural light to flood the interiors. The staircase, designed with aesthetic precision, features a floating structure and frameless glass railings. Beneath the stairs, a zen garden introduces a natural touch, enhancing the sense of tranquility throughout the living space.

The centerpiece of the house is the master bedroom on the second floor, strategically positioned to open onto the void. The window, which slides open halfway, serves a dual purpose: allowing parents to communicate with family members on other floors while ensuring safety with its railing function. The master bedroom also features an entrance path facing the inner garden, framed by the lush foliage of a kop tree. The biophilic design inside and outside the bedroom creates a seamless connection with nature, complemented by generous natural light.

The third floor houses the children’s bedroom and bathroom, along with a multifunctional room illuminated by a skylight. Currently serving as a photo studio, this versatile space allows the wife to work from home while remaining immersed in natural light. Overall, the design of the residence embodies a holistic approach to living—integrating modern aesthetics, functional spaces, and a deep connection with nature.


 

Architecture Firm: Studio Avana
Design Principal(s): Martin Pradipta, Ramos Saedi, Rayner Tulus
Design Team: Nadia Rahmalia Putri

Name of Project: DK.52 House
Location: Bandung, West Java, Indonesia
Design Period: 2023

Photographer: Ernest Theofilus

PRODUCT SOURCES
Flooring: Wisma Sehati
Windows: Lixil Tostem
Sanitary: Hansgrohe, Toto


 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X