The Papilion – ARCHINESIA
Widget Image
 

The Papilion

The Papilion

[English text below] Sub urban Kemang yang berada di Jakarta sekitar 10 km ke arah selatan dari jantung ibukota ini awalnya hanya diperuntukkan untuk area perumahan. Tidak hanya sebagai tempat tinggal warga menengah atas Jakarta, suburb ini sejak 20 tahun yang lalu juga disukai oleh ekspatriat sebagai tempat tinggal mereka karena kawasannya yang masih hijau, sejuk, namun tidka terlalu jauh dari pusat kota Jakarta.

Sedikit demi sedikit beberapa bangunan berubah menajdi lokasi usaha untuk memenuhi kebutuhan para ekspatriat penghuni Kemang. Seperti supermarket yang menyediakan bahan makanan untuk masakan Barat hingga toko cinderamata kerajinan tangan yang digemari oleh para ekspatriat. Lama kelamaan, semakin banyak ruang yang berubah fungsi sebagai bangunan usaha, area ini pun semakin ramai dan padat dipenuhi oleh fungsi-fungsi komersial, khususnya di jalan Kemang Raya.

Selain beberapa rumah yang berubah menjadi rumah usaha, tumbuh pula bangunan-bangunan berukuran sedang dengan ketinggian tiga hingga empat lantai yang ruang-ruang didalamnya disewakan ke pemilik-pemilik toko yang menjadikan bangunan ini sebagai mal kecil atau disebut dengan boutique mall. The Papilion adalah salah satu bangunan boutique mall yang baru saja berdiri di jalan Kemang Raya ini. The Papilion dibuat sebagai boutique mall kelas atas yang berisi restoran, toko dekorasi rumah, dan toko pakaian yang menargetkan pembeli kalangan ekonomi atas. Tidak seperti bangunan usaha lain pendahulunya yang masih mencerminkan tipologi arsitektur bangunan rumah tinggal, The Papilion dirancang sangat berbeda. Bangunan empat lantai ini dibuat berbentuk boks besar dengan kulit kaca transparan di ketiga sisinya. Kaca transparan ini membuat banguan menjadi tembus pandang ke hampir semua bagian-bagian dalam ruang. Sedangkan potongan stiker putih berpola kupu-kupu menjadi elemen dekorasi yang bertujuan mempercantik sekaligus memberi kesan feminin pada bangunan ini – yang target pengunjungnya sebagian besar adalah wanita.

Selain berkesan cantik dan feminin, kesan canggih dan mewah juga ingin ditampilkan lewat penggunaan kaca sebagai material utama. Maka untuk menonjolkan kaca, digunakan struktur baja berwarna putih yang diusahakan setipis mungkin baik bobot dan bentuknya agar kaca terasa tetap mendominasi bangunan. Demikian juga dengan penggunaan kaki-kaki spider sebagai pengikat kaca. Dengan cara ini berhasil terbentuk sebuah bangunan berukuran sedang yang tampil sangat menonjol dan menarik perhatian di tengah kepadatan dan kesibukan jalan Kemang Raya.


Situated 10 kilometers from the center of Jakarta, the suburb of Kemang has for the last twenty years been favored as a residential area by middle-class expatriates due to its greenness, cool air, and proximity to the city center. Increasingly, many buildings have turned to commercial stores to serve the needs of expatriates for conveniences – including supermarkets selling western food, handicraft, gift, and furniture shops.

Over time, as more and more houses have been turned into retail businesses, this area has got overcrowded with commercial facilities, particularly along Kemang Raya. The growing commercialism in the area has gradually seen the development of middle-sized three to four-storey buildings rented to the store owners, creating small malls or boutique malls. The newly built Papilion on Kemang Raya is a one-of-a-kind development. It is designed as a high-end boutique mall with a choice of restaurants, home decoration, and clothing stores, targetting upper-class customers.

Unlike the commercial fore running residential typology. The Papilion is designed in a very different way. This four-story building is cubical in shape with a transparent glass shield on all of its three sides. The glass shield makes a see-through view into most of the inside space. And white stickers with butterfly patterns become decorating elements giving a feminine touch to the building thereby targetting women customers in particular.

Besides being appealing and feminine, the use of glass as the main material gives a sense of sophistication and opulence. To make the glass stand out, the white steel structure used in the thinnest and lightest possible thereby making the glass the dominant feature of the building. The same principle is applied to the spider appendages that bind the glass. This technique allows the formation of a middle-sized conspicuous and appealing building in the midst of busy traffic along Kemang Raya.

 

*Ps. This content published in “Indonesian Architecture Now 2” by Borneo Publications, 2008.


About Project

THE PAPILION

Architect: d-associates architect (Gregorius Supie Yolodi, Maria Rosantina)
Location: Jakarta
Site Area: 2.600 sqm.
Building Area: 6.000 sqm.


About Book

INDONESIAN ARCHITECTURE NOW 2

Author: Imelda Akmal
Photographer: Sonny Sandjaya

English Translator: Rani Rachmani Moediarta, Wendy Juniana Djuhara
Indonesian Editor: Ira Merciana
English Editor: Martin Westlake

Graphic Design: Artnivora

Editorial Team: Gita Savitri, Diona Ratrixia, Nadia Primasanti, Amelia Santoso

Image Documentation: M. Alwi

 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X