[English text below] Danny Wicaksono (1983) menyelesaikan pendidikan arsitektur di Universitas Trisakti, Jakarta, tahun 2006. Ia mengawali karier arsitekturnya dengan bekerja di mamostudio (2007-2010) dan andramatin selama tiga bulan. Tahun 2013 ia mendirikan biro arsitektur sendiri, studiodasar. Sejatinya, sejak 2010 ia sudah mulai mendesain karya sendiri, salah satunya adalah Anjungan Salihara, Jakarta.



Anjungan Salihara
Selain berkarier, Danny dikenal aktif dalam beragam kegiatan komunitas arsitektur. Pada 2008 bersama tiga rekannya -Paskalis Khrisno Ayodyantoro, Rafael Arsono, dan Noerhadi- mendirikan jongArsitek!, sebuah majalah online yang tumbuh menjadi komunitas penggerak diskursus arsitektur di Indonesia.
Tidak hanya itu, ia kerap menjadi inisiator, pelaksana maupun kurator sejumlah pameran arsitektur, di antaranya Pameran Nasional Arsitek Muda (2010), Rumah-Rumah Tanpa Pintu (2011), Andramatin: Sebuah Sekuel (2012), dan Titik Silang (2015), semuanya berlangsung di Jakarta. Danny pun pernah menjadi kurator pameran arsitektur ARCHINESIA (2012). Beberapa pameran di luar negeri yang ditanganinya, antara lain Paviliun Indonesia di London Biennale, Inggris (2016), dan Festival Europalia di Brussel, Belgia (2017).
Semua kegiatannya mengantarkan Danny meraih beberapa penghargaan, di antaranya sebagai Wiramuda Kreatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2012), serta IAI Awards Jakarta 2017 untuk Kategori Apresiasi Media & Program.
Danny Wicaksono (1983) completed his architecture study from Trisakti University in 2006. He started his career at mamostudio (2007 – 2010) and at andramatin for three months. In 2013, he established his own firm, called studiodasar. In 2010 he had designed his own work, Anjungan Salihara, in Jakarta, one of his notable works.
Along with practicing architecture, Danny Wicaksono is well-known to participate in architecture communities. In 2008, together with his partners –Paskalis Khrisno Ayodyantoro, Rafael Arsono, and Noerhadi– he founded jongArsitek!, an online magazine that has developed into a community that moves the architecture way of thinking in Indonesia.
Other architectural events Danny Wicaksono has partaken in are exhibitions – whether as an initiator, committee, or a curator. Nearly every year, he is involved in architecture exhibitions, such as Pameran Nasional Arsitek Muda in Galeri Salihara Jakarta (2012), Pameran Rumah-Rumah Tanpa Pintu (2011), andramatin: Sebuah Sekuel (2012) / andramatin: A Sequel Exhibition (2012), Pameran Segar (2015), Pameran Titik Silang (2015)– those were all held in DiaLoGue Artspace. He also handled international exhibitions such as Indonesia Pavilion in London Biennale (2016), and Festival Europalia in Brussels, Belgia (2017).
His architectural events got him some awards, among them is Curator for ARCHINESIA Exhibition (2012), Creative Entrepreneur from Ministry of Tourism and Creative Economy (2012), and IAI Awards for Media and Program.
studiodasar
Category: Architect
Location: Tangerang
Website: http://studiodasar.com/
Founded: 2013