[English text below] Muhammad Sagitha lahir di Bandung tahun 1980. Ia menyelesaikan pendidikan arsitektur di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, pada tahun 2004 dan mendapatkan IAI Awards 2014 untuk kategori Best Design untuk final project.
Ia mengawali karier di budipradono architects, Jakarta, dan URBANE INDONESIA, Bandung. Kemudian ke biro konsultan WOHA, Singapura, hingga tengah tahun 2009, ia mendirikan biro SUB di Jakarta sebagai founding partner.


GH House
Penghargaan yang telah didapatnya yaitu IAI Jakarta Awards 2015 dan terpilih menjadi ‘Generation T’ dari majalah Tatler Indonesia di tahun 2017. Beberapa karyanya juga telah dipublikasikan di majalah MARK, Netherland, Belanda, yakni Trimmed Reform House (2014) dan Office in The Tropics (2016).
Pada bulan Mei 2018, Muhammad Sagitha mendirikan ArMS (Arsitek Muhammad Sagitha), sebuah biro terpadu desain arsitektur yang berbasis di Jakarta.
Muhammad Sagitha was born in Bandung in 1980. He finished his study of architecture at Parahyangan Catholic University, Bandung, in 2004. His final project won IAI Awards 2014 for Best Design category.
He began his career at budipradono architects, Jakarta, and then URBANE INDONESIA, Bandung. He worked at WOHA, Singapore, from 2006 until mid-2009, and then cofounded SUB Architects in Jakarta.
Throughout his career, he achieved several awards, like IAI Jakarta Awards 2015, and was acknowledged as ‘Generation T’ by Tatler Indonesia magazine in 2017. His works, Trimmed Reform House (2014) and Office in The Tropics (2016), are publicized in MARK, a dutch-magazine based in the Netherlands.
In May 2018, Muhammad Sagitha established ArMS (Arsitek Muhammad Sagitha), an architecture-integrated firm based in Jakarta.
ArMS
Category: Architect
Location: Jakarta
Website: http://www.armschitecture.com/
Founded: 2018