[English text below] Irianto Purnomo Hadi lahir di Jakarta, 1961 dan menamatkan pendidikan arsitektur di Universitas Indonesia tahun 1987. Aktif di sejumlah organisasi, ia merupakan salah satu penggagas Arsitek Muda Indonesia (AMI) sejak 1989. Setelah bekerja di beberapa biro arsitektur, tahun 1990, ia bergabung dengan PT Pacific Adhika Internusa (PAI). Di periode yang hampir sama, selama dua tahun sejak 2001, ia juga bekerja di bawah nama Antara sebagai partner, di mana kini ia menjadi principal tunggal untuk biro yang berlokasi di Jakarta tersebut.
Dengan eksplorasi desain yang cermat dengan ketelitian pada detail, Antara kerap mendapat sejumlah penghargaan dan memenangi kompetisi desain. Penghargaan yang diterimanya antara lain Pemenang Ketiga untuk proyek Puri Metropolitan Sport Club (1995), Pemenang Pertama untuk Kompetisi Bank Indonesia Staff Housing Panglima Polim, Jakarta (2007), dan Inside Out Outside In House yang menjadi nominator IAI Jakarta Awards 2017. Sedangkan karya Better Chocolate Than Ever meraih penghargaan IAI Jakarta Awards pada tahun 2018.Selain berkarya, ia juga aktif mengikuti pameran, seperti Art and Architecture (1995), Tension: 100 Years of Architectural Perspective in Indonesia (2007), Jakarta Architecture Triennale (2009), dan Pameran Segar (2015). Karya-karyanya juga pernah ditampilkan di pameran internasional, yaitu Cross Currents in Indonesian Architecture di The Hague, Belanda (1999), Indonesian Architects for The International Union of Architects Congress di Tokyo, Jepang (2011), dan MAISON&OBJET, Wonders of Weaving di Paris pada 2017.

Inside-Out Outside-In House, Tangerang Selatan

Pacman House, Jakarta



BITTERCHOCOLATETHANNEVER, Jakarta
Banyak media cetak dan buku baik lokal maupun internasional yang telah memuat karya-karyanya. Beberapa di antaranya adalah Sudomo House, yang dikerjakan di bawah arahan Richard Dalrymple, sewaktu masih tergabung dalam kantor arsitek PAI, yang dipublikasikan dalam buku The New Asian House (Robert Powell, 1999), dan Villamanda yang dimuat dalam buku Asian Interior Design (Nasple, 2003) serta diulas dalam buku 25 Tropical House in Indonesia (Sidharta, Eberhardt, dan Kawana, 2006).
Irianto Purnomo Hadi was born in Jakarta, 1961 and completed his architectural study at the University of Indonesia in 1987. He is one of the founders and an activist of the Indonesian Young Architects (AMI), which was established in 1989. After working at several architecture firms, in 1990 he joined PT Pacific Adhika Internusa (PAI). For 2 years, beginning in 2001, he worked for Antara as partner and today he is the solo principal for this Jakarta-based firm.
With a strong emphasis on detail, either individually or with Antara, Irianto has received several awards, among them are 3rd Prize at Puri Metropolitan Sport Club (1995), 1st Prize at Kompetisi Bank Indonesia Staff Housing Panglima Polim, Jakarta (2007) and Inside Out Outside in House nominee for IAI Jakarta Awards 2017.
He also actively participates at a number of exhibitions such as Art and Architecture (1995), Tension: 100 Years of Architectural Perspective in Indonesia (2007), Jakarta Architecture Triennale (2009) and Pameran Segar (2015). His works have also been featured at a number of international exhibitions such as Cross Currents in Indonesian Architecture at The Hague, the Netherland (1999), Indonesian Architects for The International Union of Architects Congress in Tokyo, Japan (2011), and MAISON&OBJET, Wonders of Weaving in Paris, 2017.
Numerous local and international printed media outlets and books have featured his works. Among them is Sudomo House under the direction of Richard Dalrymple when he was working at PAI, it was published in The New Asian House (Robert Powell, 1999); Villamanda was featured in Asian Interior Design (Nasple, 2003) and listed in 25 Tropical House in Indonesia (Sidharta, Eberhardt, and Kawana, 2006).
Antara
Category: Architect
Location: Jakarta
Founded: 2001