Pasig River Esplanade Rehabilitation

[English text below, provided by the architect] Proyek “Pasig Bigyang Buhay Muli” merupakan visi penataan sungai yang berpusat pada manusia dan digerakkan oleh komunitas, yang digagas oleh Presiden Bongbong Marcos bersama Ibu Negara Liza Araneta Marcos. Inisiatif berskala besar ini dipimpin oleh Menteri DHSUD, Jerry Acuzar. Proyek ini membayangkan kawasan tepi Sungai Pasig yang holistik dan berkelanjutan, sekaligus berperan sebagai penggerak pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

default

default
Rencana induk kolaboratif yang disusun oleh WTA dan PGAA mencakup keseluruhan bentang Sungai Pasig, mulai dari Danau Laguna hingga Teluk Manila, termasuk anak-anak sungainya. Rencana ini menghadirkan infrastruktur sosial yang penting sepanjang kurang lebih 25 kilometer alur sungai, berfungsi sebagai ruang sosio-kultural yang terbuka dan inklusif, serta menghubungkan berbagai komunitas di sekitarnya. Terbagi ke dalam sembilan segmen yang merepresentasikan kota-kota di sepanjang sungai, proyek ini mendorong pendekatan urbanisme yang menempatkan manusia dan lingkungan hidup sebagai fokus utama.

Sungai Pasig membentang melintasi seluruh wilayah Metro Manila, dari Danau Laguna hingga Teluk Manila. Aliran sungai ini menjadi koridor alami yang berpotensi dikembangkan sebagai jalur transportasi massal yang berkelanjutan. Sistem feri baru, dengan dermaga yang ditempatkan secara strategis, akan menjadi elemen utama dari jalur transportasi air ini. Solusi berbiaya rendah dan ramah lingkungan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung dalam mengurangi permasalahan transportasi kota.
Proyek Pengembangan Sungai Pasig juga menghadirkan jalur yang berkesinambungan, aman, dan khusus bagi pejalan kaki serta pesepeda. Jalur sepeda di kedua sisi sungai memungkinkan waktu tempuh sekitar 20 menit bagi pesepeda dari Makati ke Manila, sekaligus meningkatkan mobilitas personal masyarakat. Jalur pejalan kaki dirancang dengan elemen lanskap dan area duduk, mendukung aktivitas rekreasi maupun pergerakan pejalan kaki jarak pendek. Konektivitas ini diperkuat melalui jembatan transisi di bawah jembatan-jembatan eksisting serta pembangunan penyeberangan baru yang menghubungkan kedua sisi sungai, sehingga jarak tempuh antarwilayah kota dapat dipersingkat.

Sungai Pasig beserta sempadannya menyediakan sekitar 250 hektare ruang terbuka publik yang sangat dibutuhkan oleh kota yang padat ini, tersebar sepanjang tepian sungai. Taman dan plaza baru akan hadir sebagai ruang jeda dan ruang napas di pusat metropolitan. Ruang-ruang ini menjadi tempat beristirahat yang bebas diakses dan mudah dijangkau, sekaligus membantu menciptakan keseimbangan kehidupan perkotaan serta menumbuhkan kembali relasi dengan alam dan kesadaran akan pentingnya lingkungan alami.
Sebagai sebuah infrastruktur sosial yang krusial, Proyek Pengembangan Sungai Pasig akan diisi dengan rangkaian ruang sipil dan komunal di sepanjang tepian sungai. Ruang-ruang ini dirancang untuk menjawab kebutuhan sosio-kultural masyarakat, sekaligus menjadi wadah bagi aktivitas budaya dan seni yang dapat mendorong tumbuhnya industri kreatif serta memperkaya kehidupan urban sehari-hari.
Sungai ini juga dipandang sebagai motor pertumbuhan dan pembangunan—sebuah titik tolak alami menuju masa depan. Kawasan esplanade akan dilengkapi dengan ruang-ruang komersial dan ritel yang menghidupkan aktivitas tepi air di sepanjang bentangnya. Hal ini membuka peluang besar untuk mengoptimalkan potensi investasi kawasan waterfront perkotaan, sekaligus mendorong keterlibatan sektor swasta secara berkelanjutan dalam pengembangan Sungai Pasig.
Pasig River Esplanade Rehabilitation

[Provided by the architect] The “Pasig Bigyang Buhay Muli” project is a people-centric and community-driven vision for the river initiated by President Bongbong Marcos and First Lady Liza Araneta Marcos. It is an ambitious endeavor led by DHSUD Secretary Jerry Acuzar. The project envisions a holistic and sustainable riverfront for the Pasig River that can serve as a driver of economic growth and development.
The collaborative master plan by WTA and PGAA encompasses the entire length of the river, from Laguna Lake to Manila Bay, including its various tributaries. It establishes a vital piece of social infrastructure along the full 25-kilometer stretch of the Pasig River, serving as an open and accessible socio-cultural hub that connects communities. Organized into nine segments highlighting the different component cities along the river, the project supports an approach to urbanism that places people and the human environment at its core.

The Pasig River cuts through the entirety of Metro Manila, from Laguna Lake to Manila Bay. Its waters form a natural highway that can provide a sustainable mass transit route for the public. A new ferry system, with strategically located stations, will be at the heart of this nautical corridor. This low-cost and sustainable solution has the potential to make an immediate impact on the city’s transportation challenges.
The Pasig River Development Project also creates a continuous, unobstructed, and exclusive route for pedestrians and cyclists. Bike lanes on both banks will enable a 20-minute daily commute from Makati to Manila for cyclists, significantly improving personal mobility. Pedestrian paths will feature landscaping and seating, accommodating both strolls and efficient foot travel. This network is supported by continuous connectivity through transition bridges beneath existing bridges, as well as new pedestrian crossings that link both riverbanks, further reducing travel distances across the city.

The Pasig River and its embankments provide the densely populated metropolis with approximately 250 hectares of vital public open space, widely distributed along the river. New parks and plazas will punctuate the waterfront, offering much-needed breathing room at the heart of the city. These spaces provide free and easily accessible places of respite, fostering balance in urban life while strengthening connections to nature and raising awareness of the value of the natural environment.
The Pasig River Development Project stands as a critical piece of social infrastructure. Along the river, a sequence of civic and community spaces will address the socio-cultural needs of the population. These spaces will host cultural and artistic activities capable of inspiring creative industries and enriching everyday urban life.
The river itself is a powerful engine for growth and development—a natural springboard toward the future. The esplanade will incorporate commercial and retail spaces, activating the waterfront with vibrant activities along its full length. This presents a significant opportunity to unlock the investment potential of the urban waterfront, encouraging long-term private-sector engagement with the river.

Architecture Firm: WTA Design Studio
Design Principal(s): William Ti
Design Team: Arvin Pangilinan, Carlos Dave Nonan, Matt Daniel Gahite, Uriela Gaño
Name of Project: Pasig River Esplanade Rehabilitation
Location: Pasig River, Philippines
Owner: DSHUD
Design Period: September 2023 – present
Construction Period: October 2023 – present
Site Area: 52 km
Landscape: PGAA Creative Design
Contractor: New San Jose Builders
Structure: Department of Human Settlements and Urban Development
M & E: New San Jose Builders
Lighting: New San Jose Builders
Photographer: WTA Architecture and Design Studio, Arvin Pangilinan, Uriela Gaño
Flooring: Cypress Bomanite
Paint: Pacific Paint (BOYSEN) Philippines, Inc.
Facade Finishing: Matimco, Inc.
Leave a Reply
Be the First to Comment!