The Wave

[English text below] Terletak di pesisir barat Kep, Kamboja, Kep West berdiri di atas lahan reklamasi yang menghadap langsung ke laut. Dirancang sebagai kompleks restoran dan rekreasi, The Wave menjadi kesempatan untuk membentuk identitas arsitektur pada lanskap pesisir yang tengah berkembang. Desainnya berupaya menyeimbangkan fungsi privat dengan keterbukaan terhadap publik, sekaligus merespons konteks alam dan budaya Kep.

Kompleks ini terdiri atas tiga bangunan yang ditata mengelilingi plaza terbuka untuk berbagai acara dan kegiatan publik. Bangunan utamanya, The Wave, menaungi sejumlah restoran dan bar. Sesuai namanya, bangunan ini mengambil inspirasi dari laut, yang diterjemahkan melalui pelat atap beton monumental dengan bentuk melengkung menyerupai gelombang. Gestur yang mengalir ini menghadirkan kontras terhadap garis cakrawala yang datar, sekaligus mengarahkan bangunan ke laut.



Bangunan satu lantai ini dirancang sebagai bentuk pahatan dari beton, dengan pelat waffle, kolom, dan sudut-sudut melengkung yang mengeksplorasi potensi struktural sekaligus ekspresif dari material tersebut. Sebuah tangga spiral menghubungkan ruang dalam dengan area atap, memperluas pengalaman pengunjung secara vertikal. Dengan minimnya elemen penutup, bangunan tetap menjalin hubungan terbuka dengan lingkungan sekitarnya. Sementara itu, sebuah restoran berpendingin udara dengan dinding kaca disediakan untuk mengakomodasi kebutuhan ruang dalam yang lebih terkontrol.
Arsitektur bangunan ini tersusun atas tiga lapisan. Lapisan pertama berupa struktur beton ekspos yang membentuk keseluruhan wujud bangunan. Lapisan kedua adalah dinding dari batu pasir merah muda yang diambil dari tambang lokal, material yang sama dengan yang digunakan di bawah fondasi bangunan. Selain menghadirkan kontras visual, dinding ini menyamarkan pandangan ke area belakang yang kurang menarik sekaligus menutupi area servis. Lapisan ketiga merupakan elemen penunjang kenyamanan, meliputi pagar pengaman, tirai, kaca, furnitur, sistem pendingin udara, serta perangkat audiovisual. Dirancang untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan dan tren, elemen-elemen ini dapat diperbarui secara mandiri tanpa mengubah struktur utama bangunan.

Di luar bangunan utama, sebuah dermaga memanjang ke arah laut dengan orientasi yang mengikuti sudut matahari terbenam pada musim tertentu. Dermaga ini terbagi menjadi dua tingkat, masing-masing menawarkan sudut pandang berbeda untuk menikmati bentang pesisir.
Melalui bentuk yang ekspresif, perpaduan material, dan pendekatan arsitektur berlapis, Kep West menghadirkan karakter tersendiri di kawasan pesisir hasil reklamasi. Proyek ini menempatkan arsitektur tidak hanya sebagai respons terhadap konteks tapaknya, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk identitas sebuah destinasi pesisir yang terus berkembang.

The Wave

Located along Kep’s western shoreline, Kep West occupies a stretch of reclaimed land overlooking the sea. Designed as a restaurant and recreation complex, The Wave presented an opportunity to shape the architectural identity of this emerging coastal landscape. The design balances private functions with public openness, creating a destination that responds to Kep’s natural and cultural context.

The complex comprises three distinct structures arranged around an outdoor plaza for events and public gatherings. Its primary building, The Wave, houses several restaurants and bars. As its name suggests, the building takes inspiration from the sea, expressed through a monumental concrete roof slab that twists into a gentle wave. This fluid gesture contrasts with the flat horizon while opening the building towards the ocean.



The single-storey structure is conceived as a sculptural concrete form, with a waffle slab, columns, and filleted corners that push the material’s structural and formal possibilities. A spiral staircase connects the interior to the rooftop, extending the visitor experience vertically. With minimal enclosure, the building maintains an open relationship with its surroundings, while a glass-enclosed, air-conditioned restaurant accommodates a more controlled indoor environment.
The architecture is articulated through three layers. The first is the exposed concrete structure, which defines the building’s overall form. The second is a wall of locally quarried pink sandstone, the same material used beneath its foundations. Beyond providing visual contrast, the wall screens the less favourable views behind the building and encloses its service areas. The third is the comfort layer, comprising railings, blinds, glazing, furniture, air-conditioning, and audiovisual systems. Designed to accommodate changing needs and trends, these elements can evolve independently of the primary structure.

Beyond the building itself, an adjacent pier extends into the sea, aligned with the angle of the seasonal sunset. Divided into two levels, it offers a distinct vantage point from which to experience the coastline.
Through its sculptural form, material contrasts, and layered architectural approach, Kep West establishes a distinctive presence on the reclaimed shoreline. The project positions architecture as both a response to its immediate setting and a means of shaping the character of a developing coastal destination.

Architecture Firm: Bloom Architecture
Design Principal(s): Antoine Meinnel
Design Team: Cristina Toran, Heng Thanak, Orng Phalla, Heng Sereyvathana, Ngeth Choulong, Korn Seinekoun, Ny Kechseang
Name of Project: The Wave
Location: Kep, Cambodia
Design Period: 2022-2023
Construction Period: 2022-2023
Site Area: 1.3 Ha.
Floor Area: 2,500 sqm.
Interior Designer: Bloom Architecture
Landscape: Bloom Architecture
Contractor: BSN Construction
Structure: BSN Construction
Photographer: Oki Hiroyuki





Leave a Reply
Be the First to Comment!