Houm Yoga – ARCHINESIA
Widget Image

Houm Yoga

[English text below, provided by the architect] Sebuah rumah eksisting dialihfungsikan menjadi ruang komunal baru untuk Houm Yoga dan Houm Coffee. Proyek ini berangkat dari pendekatan sederhana: memanfaatkan apa yang sudah tersedia dan hanya menambahkan intervensi yang diperlukan. Alih-alih mengubah bangunan secara menyeluruh, desain berfokus pada keseimbangan antara pengolahan dan penahanan diri—menentukan bagian yang perlu ditata kembali secara cermat dan bagian yang dapat dipertahankan apa adanya.

Kompleks bangunan dibuka ke arah lingkungan di sekitarnya, mengubah karakternya dari hunian privat menjadi ruang komunal yang lebih terbuka dan ramah. Di bagian depan, teras terbuka menjadi batas baru antara bangunan dan jalan. Teras ini berfungsi sebagai ruang transisi, tempat aktivitas di dalam—baik sesi yoga maupun kegiatan di kafe—dapat secara alami meluas ke luar. Pendekatan tersebut melunakkan batas antara ruang privat dan publik, sekaligus membangun hubungan yang lebih dinamis antara kompleks, lingkungan sekitar, dan kota.

Sebagai penanda kedatangan, sebuah volume kotak berdiri sendiri ditempatkan di dekat pintu masuk. Dibungkus dengan sirap kayu, volume ini menghadirkan elemen arsitektur yang membantu memperjelas urutan menuju bangunan. Meski tampil dengan ekspresi kontemporer, bentuknya tetap dibuat sederhana dan berukuran proporsional sehingga dapat berdampingan dengan nyaman bersama bangunan eksisting. Sirap kayu memberikan tekstur dan kehangatan, sementara bentuknya yang ringkas memperjelas cara pengunjung memasuki dan bergerak di dalam kompleks.

Bangunan eksisting kembali diperkenalkan melalui lapisan baru berupa kisi-kisi kayu pada fasad. Diterapkan secara selektif, kisi-kisi tersebut menciptakan ritme visual sekaligus menyaring cahaya dan pandangan. Intervensi ini membantu menyatukan tampilan bangunan tanpa menghilangkan kesan terbuka dan berpori. Kisi-kisi tetap memungkinkan aktivitas di dalam terlihat dari luar, sekaligus memberikan naungan dan privasi bagi ruang-ruang di dalamnya.

Di tengah kompleks terdapat sebuah courtyard yang terbuka langsung ke langit. Ruang ini menjadi pusat orientasi proyek, menghubungkan studio yoga, kafe, dan area sirkulasi di sekelilingnya. Alih-alih menambahkan kompleksitas arsitektur baru, elemen-elemen di sekitarnya justru disederhanakan. Garis, material, dan bentuk direduksi hingga pada hal-hal yang esensial agar courtyard tetap terasa tenang dan tidak berlebihan. Cahaya, udara, dan langit menjadi kualitas utama yang membentuk suasana ruang.

Melalui serangkaian intervensi yang terukur, proyek ini membangun dialog yang tenang antara bangunan eksisting dan elemen baru. Arsitektur tidak berusaha menghapus jejak masa lalu bangunan, tetapi justru bekerja dengan karakter yang telah dimilikinya.


 

Houm Yoga

An existing house is repurposed into a new communal home for Houm Yoga and Houm Coffee. The project begins with a simple approach: working with what is already there while introducing only the necessary interventions. Rather than fully transforming the building, the design focuses on balancing control and restraint—deciding which elements require careful redefinition and which can remain untouched. 

The compound is opened toward the surrounding block, shifting its character from a private residence into a more welcoming communal space. At the front, an open terrace forms a new threshold between the building and the street. This terrace acts as a transitional zone where the activities inside—whether yoga sessions or café gatherings—can subtly extend outward. The gesture softens the boundary between private and public space, establishing a more dynamic relationship between the compound, the neighborhood, and the city.

To mark the point of arrival, a small independent box structure is inserted near the entrance. Clad in wooden shingles, the volume introduces a distinct architectural element that helps define the entry sequence. While clearly contemporary in its expression, the box remains modest in scale, allowing it to sit comfortably alongside the existing building. The wooden shingles add texture and warmth, while the compact form gives clarity to how visitors approach and move through the compound.

The existing house is reintroduced through a new layer of wooden lattice screens. Applied selectively across the façade, the screens create a subtle visual rhythm while filtering light and views. This intervention helps unify the building’s appearance while maintaining a sense of openness and permeability. The lattice allows glimpses of activity from the outside while providing shade and privacy for the spaces within.

At the center of the compound lies a courtyard that opens directly to the sky. The courtyard becomes the spatial anchor of the project, connecting the yoga studio, café, and circulation areas around it. Rather than adding new architectural complexity, the surrounding elements are simplified. Lines, materials, and forms are reduced to their essentials so that the courtyard can remain calm and uncluttered. Light, air, and sky become the primary qualities shaping the atmosphere of the space.

Through these measured interventions, the project frames a quiet dialogue between the existing and the new. The architecture does not attempt to erase the building’s past, but instead works with its existing character.


 

Architecture Firm: Dhanie & Sal
Design Principal(s): Dhanie Syawalia & Salman Rimaldhi
Design Team: Irwansyah Sutaryo, Sabrina Dara

Name of Project: Houm Yoga


 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X