MM House – ARCHINESIA
Widget Image

MM House

[English text below, provided by the architect] MM House, yang berlokasi di Bandung, merepresentasikan keseimbangan antara desain arsitektur modern dengan tuntutan kontekstual iklim ekuatorial. Proyek karya Arkides ini menampilkan integrasi antara tren arsitektur internasional dengan nuansa lingkungan dan budaya khas kawasan tropis Asia Tenggara, menghasilkan hunian yang kontemporer sekaligus berakar kuat pada tempat asalnya.

Proses perancangan berangkat dari pemahaman mendalam terhadap kondisi iklim tropis Indonesia—kelembapan tinggi, sinar matahari intens, dan curah hujan lebat. Faktor-faktor ini menentukan bentuk dan konfigurasi rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan fungsional dan emosional penghuninya. Arkides memandang konteks bukan semata sebagai tantangan, melainkan sebagai jembatan antara keinginan klien akan estetika modern yang bersih dengan kebutuhan praktis akan responsivitas terhadap iklim. Desain memadukan bahasa arsitektur modern dengan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, sehingga rumah ini tampil bergaya sekaligus berkelanjutan.

Strategi desain pasif dimaksimalkan untuk menghadirkan cahaya alami dan sirkulasi udara—dua hal penting dalam iklim tropis. Namun, strategi ini juga memunculkan tantangan: bagaimana menjaga privasi tanpa mengorbankan keterbukaan. Solusinya terletak pada permainan bidang masif dan pengaturan level bangunan. Eksterior dibalut bidang-bidang besar yang melindungi interior dari paparan sinar matahari langsung sekaligus memungkinkan aliran udara. Desain ini bukan hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga menjawab kebutuhan privasi dengan mengarahkan perhatian ke dalam, tepatnya ke sebuah elemen air di tengah rumah—sebuah kolam renang. Kolam ini menjadi jangkar sensori, menciptakan pengalaman ruang yang unik dan bervariasi di setiap area rumah.

Konsep spasial MM House berakar pada prinsip modernis yang mengaburkan batas antara ruang dalam dan luar. Pada area publik rumah, panel kaca berukuran besar dapat dibuka sepenuhnya, seolah melarutkan pemisahan antara interior dan eksterior. Pilihan desain ini memperkuat rasa keterbukaan sekaligus memperluas pengalaman visual dan spasial melampaui dinding rumah. Pendekatan ini bukan semata soal estetika, melainkan respons sadar terhadap kondisi ekuatorial, di mana ventilasi dan peredupan cahaya menjadi kunci kenyamanan.

Menghadirkan elemen arsitektur lokal ke dalam desain modern juga menjadi prioritas. Arsitektur vernakular Indonesia kerap ditandai dengan atap yang menjorok lebar untuk memberi naungan dan mengurangi panas. MM House menerjemahkan ulang konsep ini melalui slab kantilever panjang yang berfungsi serupa, namun dengan tampilan kontemporer.

Pemilihan material di MM House mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan sekaligus keterampilan tangan. Bangunan ini didominasi material alami yang tersedia di Indonesia, dengan palet warna terinspirasi dari rona bumi khas Nusantara. Penggunaan kayu Bengkirai dengan warna alaminya, serta batu paras Jogja yang banyak diaplikasikan pada fasad, semakin menegaskan keterikatan rumah ini dengan lingkungannya.

Arkides memilih pendekatan artisan, menonjolkan material unfinished yang menegaskan kualitas buatan tangan dan sifat organik arsitektur Indonesia. Keputusan ini memberikan karakter taktil sekaligus membumi pada rumah, memperkuat keterhubungannya dengan konteks budaya dan lingkungan.


 

MM House

[Text provided by the architect] MM House, located in Bandung, Indonesia, epitomizes the delicate balance between modern architectural design and the contextual demands of its equatorial setting. Arkides Studio blends international architectural trends with Southeast Asia’s tropical environment and culture, creating a contemporary home that is deeply connected to its region.

The design process began with a deep understanding of the environmental conditions typical of the Indonesian tropical climate—high humidity, intense sunlight, and heavy rainfall. These factors dictated the form and configuration of the house, which is tailored to meet the specific functional and emotional needs of its occupants. Arkides approached the context not merely as a challenge but as a bridge between the client’s desire for a clean, modern aesthetic and the practical need for climate responsiveness. The design merges modern architectural language with sensitivity to the surrounding environment, ensuring that the house is both stylish and sustainable.

The passive design strategies maximize natural light and ventilation, essential in a tropical climate. However, these strategies also presented a challenge: ensuring privacy while allowing for openness. The solution lies in the interplay of solid planes and strategic leveling within the building. The exterior is cloaked in massive planes that shield the interior from direct sunlight while permitting airflow. This design not only enhances comfort but also addresses privacy concerns by directing the focus inward toward a central water feature—a swimming pool. The pool acts as a sensory anchor, creating a unique spatial experience that varies across different areas of the house.

The spatial concepts underlying MM House are grounded in modernist principles that blur the boundaries between indoor and outdoor spaces. In public areas of the house, large glass panels can be fully retracted, effectively dissolving the separation between the interior and the exterior. This design choice amplifies the sense of openness and extends the visual and spatial experience beyond the confines of the walls. This approach is not just about aesthetics; it is a deliberate response to the equatorial setting, where ventilation and shading are crucial for comfort.

Incorporating local architectural elements into the modern design was a priority. Vernacular Indonesian architecture is often characterized by extended roof overhangs that provide shade and reduce heat gain. MM House reinterprets this concept through the use of long cantilevered slabs, which serve a similar function while offering a contemporary aesthetic.

The choice of materials in MM House reflects a commitment to both sustainability and craftsmanship. The building is constructed predominantly from natural materials available in Indonesia, with a color palette inspired by the earth tones of the Nusantara region. The use of Bengkirai wood with its natural tones and the extensive use of Jogja paras stone on the façade underscore this connection to the local environment.

Arkides chose an artisan approach, emphasizing unfinished materials that highlight the handmade, organic qualities of Indonesian architecture. This choice imbues the house with a tactile, grounded quality, reinforcing its connection to the cultural and environmental context.


 

Architecture Firm: Arkides
Design Principal(s): Gania Nanggala

Name of Project: MM House
Location: Bandung, West Java
Design Period: 2022
Construction Period: 2022
Site Area: 627 sqm.
Floor Area: 1,150 sqm.

Photographer: ARTE HAUS


 

Written by

Leave a Reply

1 Comment on "MM House"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Fauzan Adinata
Guest

Masyallah

background color : #CCCC
X