Peralatan Kerja Lebih dari Sekadar Fungsi, Teknik, dan Material – ARCHINESIA
Widget Image
 

Peralatan Kerja Lebih dari Sekadar Fungsi, Teknik, dan Material

Peralatan Kerja Lebih dari Sekadar Fungsi, Teknik, dan Material

Kemajuan zaman yang dibarengi dengan perkembangan teknologi membuat kita terlena akan kemudahan dan kenyamanan dalam mendapatkan sesuatu. Terbiasa menjadi konsumen membuat kita lupa bahwa masyarakat Indonesia memiliki kemampuan untuk menjadi produsen juga. Beragam wawasan yang tertanam dalam budaya di Indonesia nyaris terlupakan. Diantaranya adalah pengetahuan tentang bercocok tanam, siklus iklim dan cuaca, pengetahuan tentang berbagai tanaman, hingga dinamika gerakan geologis tanah. Termasuk pula kemampuan mengolah alam dan menciptakan peralatan kerja.

Peralatan kerja merupakan teknologi lokal yang dikembangkan oleh masyarakat untuk memudahkan kerja mereka. Bukan hanya sebuah obyek bendawi, melainkan juga ada pengetahuan, keterampilan, perjuangan, pengembangan gagasan, dan kisah kehidupan masyarakat didalamnya. Proses produksi yang juga kerja kreatif ini mengacu pada pengetahuan atas kebutuhan, kondisi alam, serta keterampilan masing-masing pande besi itu sendiri. Apalagi hampir semua peralatan kerja biasanya dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan. Bahkan, kesamaan fungsi tidak harus dijawab dengan keseragaman desain. Sebaliknya, tiap pande besi akan memiliki keunikan serta pendekatan desain masing-masing yang sesuai dengan pengalaman empirik mereka. Inilah yang pada akhirnya memunculkan kejeniusan serta identitas lokal.

Contoh peralatan kerja / alat-alat ketukangan yang dibuat dengan keterampilan tangan

Peralatan kerja yang secara visual sangat menakjubkan dengan material yang relatif sederhana.

Wujud pasah yang secara sekilas terlihat mirip, namun nyatanya memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda.

Oleh karena itu, setiap peralatan kerja tidak hanya tentang fungsi, teknik pengerjaan, maupun material yang akan digunakan. Didalamnya terdapat pula sikap, nilai, keselarasan dan penghargaan terhadap alam, semangat, daya hidup, hingga spiritual dari budaya lokal Nusantara. Inilah ‘nilai rasa’ yang harus terus dipertahankan dan dibangkitkan dari dalam, meskipun pengetahuan tentang bahan dan teknik pembuatan bisa terus berkembang. (uci)

Sketsa tangan sebagai perekaman visual dari alat-alat ketukangan yang telah dibuat.

 

Suasana pameran “Tangan Direntang, Angan Terbentang” di ARCH: ID 2022 yang menampilkan peralatan kerja koleksi Eko Prawoto di Museum of The Ordinary Things

 

 

Dokumentasi foto oleh Fauziah Prabarini.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X