Architecture of Engagement: Cara Baru Melihat Kota
Presented by Irene Umar from Kementerian Ekonomi Kreatif, at ARCH: ID 2026 International Conference “Urban Forum” in ICE BSD; Thursday, April 23, 2026

“Creative Economy & The Future of Cities” hadir sebagai sebuah gagasan yang menjelaskan keterjalinan erat antara ekonomi kreatif dan masa depan kota melalui arsitektur. Ide ini menekankan adanya urgensi pergeseran pola pikir (mindset shift), di mana arsitektur tidak lagi dipandang sekadar sebagai praktik merancang bangunan, melainkan sebuah upaya nyata untuk membangun ekosistem kolaboratif (collaborative ecosystem). Salah satu frasa kunci yang menjadi pusat dari gagasan ini adalah The Architecture of Engagement.
Salah satu langkah konkret yang ditekankan dalam kerangka ini adalah pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan arsitek. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat, mengubah kebijakan dan rancangan menjadi solusi fungsional di lapangan.

Relevansi The Architecture of Engagement ini terlihat nyata pada Kampung Mrican yang dirancang oleh SHAU. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah tertinggal berhasil bertransformasi menjadi ruang terbuka yang jauh lebih layak huni. Kehadiran fasilitas baru di kawasan tersebut turut mendorong terbentuknya pola hidup yang lebih produktif, seperti praktik urban farming serta penggunaan microlibrary untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Hingga kini, kondisi fisik dan sosial Kampung Mrican pun tetap terjaga dengan baik.
Kolaborasi antara pemerintah dan arsitek terbukti berhasil menciptakan ruang sosial yang inklusif dan nyaman, bahkan menjadikannya sebagai salah satu kampung terbersih di Yogyakarta. Pada akhirnya, pendekatan ini menunjukkan bahwa melalui The Architecture of Engagement, arsitektur mampu memainkan peran krusial dalam mendefinisikan kembali kehidupan komunitas dengan menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. (flw/uci)
Leave a Reply
Be the First to Comment!