JIDF 2026 Angkat QUINTESSENCE, Menelusuri Makna Ruang Lewat Pengalaman Manusia – ARCHINESIA
Widget Image
 

JIDF 2026 Angkat QUINTESSENCE, Menelusuri Makna Ruang Lewat Pengalaman Manusia

JIDF 2026 Angkat QUINTESSENCE, Menelusuri Makna Ruang Lewat Pengalaman Manusia

Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Interior Design Festival (JIDF) untuk kelima kalinya pada 21–24 Oktober 2026 di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan. Mengusung tema “QUINTESSENCE: Rooted Soul of Space”, JIDF 2026 menghadirkan pameran karya, diskusi panel, design talks, workshop, curated flea market, hingga design hackathon yang melibatkan desainer profesional, pelaku industri, dan mahasiswa desain interior.

Melalui tema tahun ini, JIDF mengajak para pelaku desain untuk melihat kembali bagaimana ruang dapat menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi manusia. Desain interior tidak hanya berkaitan dengan estetika visual atau teknik konstruksi, tetapi juga bagaimana sebuah ruang dirasakan, dialami, dan diingat oleh penggunanya. Berangkat dari gagasan senses and presence, festival ini menempatkan panca indera dan kehadiran tubuh manusia sebagai bagian penting dalam proses perancangan.

Salah satu program utama JIDF 2026 adalah pameran karya interior terbangun di Jakarta dan sekitarnya. Pameran ini juga menampilkan karya mahasiswa perguruan tinggi di Jakarta sebagai bagian dari upaya mendorong perkembangan talenta desain generasi muda.

Selain pameran, rangkaian diskusi Design Essence menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai peran desain dalam membentuk pengalaman ruang. Empat sesi yang dihadirkan mengangkat topik kriya dan keterampilan tangan, pelestarian warisan budaya, serta desain hospitality yang mampu menghadirkan kenyamanan dan pengalaman berkesan. Sejumlah praktisi turut berbagi perspektif, termasuk Mohamad Taufaniari dari Roa Handwoven, Theresya Tan dari Lanadaya, dan William K. Patty dari Hadiprana dalam sesi yang membahas hubungan antara kriya, material, dan pengalaman sentuhan.

Tema QUINTESSENCE juga diterjemahkan melalui program Spatial Installation Design, yang memungkinkan pengunjung mengalami gagasan desain secara langsung, bukan sekadar mengamatinya sebagai objek pameran. Tahun ini, dua instalasi dihadirkan melalui kolaborasi lintas disiplin, yaitu Echo of Thought karya Christine dari Metaphor Studio bersama Jotun dan The Pause karya Rosie dari CNS Designworks bersama BDA.

Echo of Thought mengeksplorasi bagaimana sebuah gagasan berkembang ketika dibagikan melalui susunan silinder dengan ketinggian berbeda yang membentuk lanskap kolektif. Sementara itu, The Pause menawarkan pengalaman yang lebih kontemplatif melalui ruang lengkung dengan pencahayaan hangat, tekstur lembut, dan suasana akustik yang tenang. Instalasi ini mengajak pengunjung mengambil jeda di tengah dinamika festival, sekaligus merefleksikan momen personal melalui kartu pos yang dapat disimpan atau menjadi bagian dari dinding kolektif.

Berbagai program pendamping turut memperluas eksplorasi desain dalam festival ini. Melalui Design Talks, pengunjung dapat mengikuti diskusi mengenai warna dan perancangan instalasi spasial. Workshop yang diselenggarakan juga mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan dalam perangkat desain, pengalaman rasa dan suara, serta terapi seni melalui sketsa bangunan heritage. Sementara itu, Curated Flea Market by HDII Jakarta bersama Flea Love Market menghadirkan aktivitas yang mempertemukan komunitas dan produk pilihan dalam suasana yang lebih terbuka.

Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan JIDF 2026 melalui Design Hackathon. Mahasiswa desain interior dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta ditantang untuk merancang instalasi bertema Senses & Presence. Program ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi gagasan, mengembangkan pendekatan desain, dan menguji kemampuan mereka dalam menerjemahkan tema menjadi pengalaman spasial

JIDF 2026 merupakan agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta bersama HDII Jakarta, dengan dukungan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan. Festival ini melibatkan mahasiswa dari sepuluh perguruan tinggi, di antaranya Universitas Esa Unggul, Universitas Bina Nusantara, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Tarumanagara, Universitas Trisakti, dan Universitas Indonesia.

Melalui rangkaian pameran, diskusi, instalasi, dan kolaborasi lintas disiplin, JIDF 2026 berupaya memperkuat peran desain interior sebagai praktik yang tidak hanya membentuk ruang secara visual, tetapi juga membangun pengalaman dan keterhubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X