Mencium Cerita, Menangkap Kenangan: Dua Cara Melihat Kreativitas dari Dekat – ARCHINESIA
Widget Image
 

Mencium Cerita, Menangkap Kenangan: Dua Cara Melihat Kreativitas dari Dekat

Mencium Cerita, Menangkap Kenangan: Dua Cara Melihat Kreativitas dari Dekat

Session by Rizky Arief Dwi Prakoso (HMNS), Rafif Yunus Adhikara (Photomatics), and moderated by Murni Amalia Ridha at M Bloc Design Week 2025, November 1st, 2025

Kreativitas sering kali tidak lahir dari ruang yang ideal, melainkan dari kegelisahan yang ingin diselesaikan. Ia tumbuh ketika seseorang menemukan masalah pribadi, lalu mengubahnya menjadi pemicu untuk menciptakan sesuatu yang bermakna. Begitu pula yang dialami oleh Rizky Arief Dwi Prakoso, CEO HMNS, dan Rafif Yunus Adhikara, CEO Photomatics.

Bagi Rizky, kesadaran bahwa parfum dapat menjadi sesuatu yang sangat personal bagi seseorang menjadi titik awal berdirinya HMNS. Dari pengalaman itu, HMNS membangun identitasnya sebagai merek wewangian yang berfokus pada manusia—pada cerita dan emosi yang tersimpan di balik setiap aroma. Storytelling menjadi bagian penting dalam perjalanan HMNS. Setiap produk tidak hanya dibuat untuk tercium, tetapi juga untuk dipahami dan dirasakan sebagai bagian dari pengalaman manusia sehari-hari.

source: https://photomatics.id/

Sementara itu, Adhi memulai Photomatics dari keinginan sederhana: menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang terdekat dan menangkap momen berharga dengan cara yang mudah. Dari gagasan tersebut, lahirlah upaya untuk menghadirkan pengalaman berfoto yang terjangkau dan mudah diakses oleh siapa pun. Pendekatan ini membuat Photomatics tumbuh sebagai pionir photo booth di Indonesia, dengan kehadiran yang kuat di ruang-ruang publik yang akrab dengan masyarakat.

Kedua merek ini bergerak dengan prinsip yang serupa: berangkat dari pengalaman personal, lalu berkembang melalui pembelajaran dari waktu dan pasar. Keduanya tidak lahir dari rumus yang pasti, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi trial and error, pembacaan data, serta pengamatan terhadap apa yang terjadi di luar sana. Pendekatan yang berpusat pada konsumen menjadi kunci dalam mengembangkan ide-ide baru. Perilaku dan kebiasaan konsumen dilihat bukan sebagai tantangan, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk terus beradaptasi.

Dalam perjalanan mereka, momentum juga memiliki peran penting. HMNS tumbuh di tengah meningkatnya kebanggaan terhadap produk lokal, sementara Photomatics hadir di saat masyarakat kembali merindukan pengalaman yang nyata dan interaksi langsung setelah masa pandemi.

Kedua merek ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak selalu dimulai dari ambisi besar. Ia bisa lahir dari niat sederhana untuk menyelesaikan persoalan pribadi dan berbagi maknanya dengan orang lain. Baik melalui aroma yang membangkitkan kenangan maupun foto yang mengabadikan perasaan, HMNS dan Photomatics menegaskan bahwa proses kreatif sejati adalah perjalanan untuk terus belajar—dari waktu, dari pasar, dan dari manusia itu sendiri. (uci)

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X