The 11th Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) Held This Year – ARCHINESIA
Widget Image
 

The 11th Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) Held This Year

The 11th Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) Held This Year

ICAD XI will explore the post-pandemic exhibition world with a hybrid concept

[Bahasa text below, provided by Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD)] For more than a decade, the team behind Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), consisting of senior architects and designers under the Design+Art Indonesia Foundation, has contributed by creating a platform through their expertise. That program is to connect art and design with other disciplines. Those are ranging from fashion, film, hospitality, F&B, and others. So, ICAD has built its foundation by offering curated exhibitions and events highlighting contemporary creations and innovations. ICAD’s annual event, taking place in Jakarta’s lifestyle district, Kemang, features leading interdisciplinary artists, designers, and creators from all over the world. ICAD also partners with prestigious international platforms, such as the London Design Biennale, Superdesign Show, and La Biennale in Venice, in curating and presenting Indonesian art and design to the world.

Press conference situation

The opening of ICAD XI

As COVID-19 forced the world to limit activities from home, almost everything went online. We all adjust. There are more terms “from home”; work from home, school from home, yoga from home, and so on. But what about the exhibition? Even though the pandemic has hit the world since last year, we have seen the art and design communities support each other in their ups and downs. Event organizers who can no longer welcome guests on their physical sites are transforming an industry worldwide into virtual/online exhibitions. We have all learned and found new ways to survive and thrive. We adapt. We change.

This year, ICAD is back with its 11th annual exhibition, which will take place at its main venue (grandkemang Hotel Jakarta), with additional programs at its partner venues and installations marking public places in Kemang. It will occur from October 21 to November 28, 2021. Not only exhibitions, but they also feature various activities, both physical and virtual. To strengthen this experience, ICAD XI is also expanding its connections through dynamic partnerships with local and international cultural institutions, the press, and various lifestyle-related businesses. The exhibition will be concentrated into several categories, namely In Focus (invited leading artists and designers from Indonesia), Guest Artists (invited international artists and designers), Next Gen (innovative young artists invited), and Open Submission.

This year, ICAD XI raised the theme “Public” as an inseparable element of art, sparking attention and discussion about how the relationship between a work of art and its public can be interrelated. Believing in the importance of the citizens as an audience, users, consumers, and trendsetters, ICAD XI encourages participating artists and designers to respond to recent times through speculative ideas about what might be relevant to the post-pandemic public. As creators, what kind of future can we imagine? What changes can we expect to occur in our daily lives, and how will art and design respond to them?

List of featured artists and designers:
Prominent Artists:
1. Arahmaiani
2. Nindityo Adipurnomo
3. Eddi Prabandono
4. Budi Pradono

Innovative Young Artists:
1. Eldwin Pradipta
2. Vendy Methodos
3. Naomi Samara
4. Irwan Ahmett

Art Collector:
1. Jatiwangi Art Factory
2. Forum Sudut Pandang

Cultural Heritage:
1. BJ Habibie
2. Irvan A Noe’man

International Artists:
1. Charles Lim (Singapore)
2. Aung Myat Htay (Myanmar)
3. Takashi Makino (Japan)
4. Mark Salvatus (Philippines)
5. Wang Bo (China)

Some of the artworks

Diana Nazir, Steering Committee, said, “The pandemic has had a huge impact on how we all live our lives. We are faced with challenges and forced to adapt and change. The way we work, communicate, make choices, and seek information has changed, in large part because of our willingness to adopt new digital tools and services. In the future, COVID-19 will not take away the value of face-to-face exhibitions; it rather creates new ways to present it more creatively.”

Edwin Nazir, Festival Director, said, “ICAD has always prioritized creative collaboration since its first exhibition in 2009. This year we are expanding our partner venue. It will be located in one of the most popular neighborhoods in South Jakarta, Kemang. Exhibitions and some public programs will take place both physically and virtually. In line with ICAD XI’s theme, “Public”, we want to strengthen the public experience through other spaces to expand our community and audience.”

Follow the latest ICAD news through the website www.arturaicad.com and social media channels (Instagram | Facebook | Twitter)

 

(translated by Fauziah Prabarini) 


ICAD XI akan mengarungi dunia pameran pasca-pandemi dengan konsep hybrid

Jakarta, Juni 2021 — Selama lebih dari satu dekade, tim di balik Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), yang terdiri dari beberapa arsitek dan desainer senior di bawah Yayasan Design+Art Indonesia, telah berkontribusi melalui keahlian mereka dengan menciptakan sebuah platform yang dimaksudkan untuk menjembatani seni, desain dengan berbagai disiplin ilmu; mulai dari fashion, film, perhotelan, F&B, dan lainnya. Dalam upaya bersama untuk mencapai hal ini, ICAD telah membangun pondasinya dengan menawarkan pameran dan program yang dikurasi, menyoroti berbagai kreasi dan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Acara tahunan ICAD, bertempat di kawasan gaya hidup Jakarta, Kemang, menampilkan seniman, desainer, dan kreator lintas disiplin terkemuka dari seluruh dunia. ICAD juga bermitra dengan platform internasional bergengsi, seperti London Design Biennale, Superdesign Show, dan La Biennale di Venezia, dalam hal kurasi dan menampilkan seni dan desain Indonesia kepada dunia.

Ketika COVID-19 memaksa dunia untuk membatasi aktivitas dari rumah, hampir semuanya beralih ke online. Kita semua menyesuaikan diri dan segera, ada lebih banyak istilah yang disertai dengan kata “dari rumah”; bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, yoga dari rumah, dan lain sebagainya. Namun bagaimana dengan pameran? Meskipun pandemi telah melanda dunia sejak tahun lalu, kita telah melihat komunitas-komunitas seni dan desain saling mendukung dalam suka dan duka. Para penyelenggara acara yang tidak lagi dapat menyambut tamu di situs fisik mereka mentransformasi industri di seluruh dunia kepada pameran virtual/online. Kita semua telah belajar dan menemukan cara baru untuk bertahan dan berkembang. Kita semua beradaptasi. Kita semua berubah.

Tahun ini, ICAD kembali dengan pameran tahunannya yang ke-11, yang akan kembali berlangsung di venue utamanya (grandkemang Hotel Jakarta), dengan berbagai program tambahan di venue mitranya, dan berbagai instalasi yang menandai tempat-tempat publik di Kemang. Tidak hanya melibatkan pameran dalam arti konvensional, ICAD yang akan berlangsung dari 21 Oktober hingga 28 November 2021, juga akan menampilkan berbagai kegiatan publik, baik secara fisik maupun virtual. Sebagai upaya untuk memperkuat pengalaman ini, ICAD XI juga memperluas koneksinya melalui kemitraan dinamis dengan lembaga-lembaga budaya lokal dan internasional, pers, dan berbagai bisnis terkait gaya hidup. Pameran sendiri akan dikonsentrasikan ke dalam beberapa kategori, yaitu In Focus (seniman dan desainer terkemuka dari Indonesia yang diundang), Artis Tamu (seniman dan desainer internasional yang diundang), Next Gen (seniman muda inovatif yang diundang), dan Open Submission.

Tahun ini ICAD XI mengangkat tema “Publik” sebagai elemen yang tak terpisahkan dari seni, memicu perhatian dan diskusi mengenai bagaimana hubungan antara sebuah karya seni dan publiknya dapat saling terkait. Meyakini pentingnya publik sebagai audiens, pengguna, konsumen, dan penentu tren, ICAD XI mendorong para seniman dan desainer yang berpartisipasi untuk merespons zaman kini melalui ide-ide spekulatif tentang apa yang mungkin relevan dengan publik pasca-pandemi. Sebagai kreator, bagaimana kehidupan di masa depan yang bisa kita bayangkan? Perubahan apa yang dapat kita perkirakan akan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, dan bagaimana seni dan desain menanggapinya?

Daftar artis dan desainer unggulan ICAD XI:
Seniman Terkemuka:
1. Arahmaiani
2. Nindityo Adipurnomo
3. Eddi Prabandono
4. Budi Pradono

Seniman Muda Inovatif:
1. Eldwin Pradipta
2. Vendy Methodos
3. Naomi Samara
4. Irwan Ahmett

Kolektif Seni:
1. Jatiwangi Art Factory
2. Forum Sudut Pandang

Warisan Budaya:
1. BJ Habibie
2. Irvan A Noe’man

Seniman Internasional:
1. Charles Lim (Singapore)
2. Aung Myat Htay (Myanmar)
3. Takashi Makino (Japan)
4. Mark Salvatus (Philippines)
5. Wang Bo (China)

Diana Nazir, Steering Committee, berkata “Pandemi telah berdampak besar pada bagaimana kita semua menjalani kehidupan. Kita dihadapkan pada tantangan dan dipaksa untuk beradaptasi dan berubah. Cara kita bekerja, berkomunikasi, membuat pilihan, dan mencari informasi telah berubah, sebagian besar karena kesediaan kita untuk mengadopsi berbagai alat dan layanan digital baru. Di masa yang akan datang, COVID-19 tidak akan menghilangkan nilai dari pameran tatap muka; melainkan menimbulkan berbagai cara baru untuk mempresentasikannya dengan lebih kreatif.”

Edwin Nazir, Festival Director, berkata “ICAD selalu mengedepankan kolaborasi kreatif sejak pameran pertamanya di tahun 2009. Tahun ini kami memperluas mitra venue kami yang terletak di salah satu lingkungan paling populer di Jakarta Selatan, Kemang. Pameran dan beberapa program publik akan berlangsung secara fisik maupun virtual. Sejalan dengan tema ICAD XI, “Publik”, kami ingin memperkuat pengalaman publik melalui ruang-ruang lainnya untuk memperluas komunitas dan audiens kami.”

 

Ikuti kabar terbaru ICAD melalui situs www.arturaicad.com dan kanal-kanal media sosial (Instagram | Facebook | Twitter)

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X